WikiLeaks Ungkap Kegiatan Peretasan CIA Pada Berbagai Perangkat Elektronik
WikiLeaks telah menerbitkan dokumen yang mengklaim bahwa mereka berhasil mengungkap kegiatan hacking dan alat spionase cyber yang dilakukan oleh CIA selama ini. Dokumen ini, yang disebut Vault 7 adalah “publikasi terbesar yang pernah diungkap mengenai dokumen rahasia” dari CIA dan mencakup kegiatan peretasan antara tahun 2013 dan 2016. WikiLeaks mengatakan bahwa mereka akan menerbitkan rilis ini secara detail sesegera mungkin.
Detail hacking tools ini diyakini termasuk malware yang menginfeksi Windows, OSX, Linux, Android, dan iOS serta router dan smart TV. The New York Times melaporkan bahwa data dump ini terdiri dari 7.818 halaman web, 943 lampiran, dan beberapa ratus juta baris kode, yang “mampu memberikan kemudahan untuk kegiatan hacking yang dilakukan oleh CIA” menurut WikiLeaks. Beberapa nama, alamat email, dan alamat IP eksternal disunting dari kebocoran.

Dan tampaknya, CIA kehilangan kendali atas sebagian besar kegiatan peretasan mereka termasuk malware, virus, trojan, weaponized Zero Day Exploit, sistem remote control malware dan dokumentasi terkait, ungkap WikiLeaks dalam pengumuman tersebut tentang bagaimana data itu terungkap.
CIA belum mengkonfirmasi keaslian kebocoran yang diungkap ini. Dan U.K. Home Office, yang terlibat dalam konspirasi ini karena diduga menciptakan malware yang menargetkan smart TV, juga menolak berkomentar.
Penargetan Smart TV memiliki perhatian khusus . Dalam kode dokumen bernama “Weeping Angel,” mereka menggunakan metode yang disebut sebagai ” fake-off mode,” yang mempengaruhi Samsung TV dan menyebabkan layar yang muncul seolah-olah telah dimatikan. Sebaliknya, layar ini diam-diam merekam audio di dalam ruangan. Dokumen ini juga bahkan memasukan daftar cara untuk meningkatkan malware, termasuk video capture dan melumpuhkan peningkatan auto.
Selain itu, kebocoran ini menunjukkan bahwa CIA juga telah melakukan aktifitas kegiatan ilegal mereka untuk Android dimana ini akan memungkinkan untuk memiliki sambungan enkripsi liar pada aplikasi messaging. Namun klaim ini telah ditantang dan diperbaiki sejak rilis oleh banyak ahli dan kriptografer, serta oleh Edward Snowden sendiri.
WikiLeaks mempertanyakan alasan yang logis dan sejauh mana kemampuan CIA untuk mengembangkan alat hacking tersebut dan apakah kemampuan ini ternyata melampaui mandatnya.
Baca juga :
-
GIGABYTE Perkenalkan Monitor Gaming AORUS ELITE Series dengan Teknologi OLED & Mini LED
-
TEAMGROUP Pamerkan Jajaran Produk Baru T-FORCE di COMPUTEX 2026
-
Rayakan Hari Jadi ke-20 di Computex 2026, ASUS ROG Luncurkan Ekosistem “Edition 20”
-
Gandeng Carbice, Noctua Resmi Masuk Pasar Thermal Pad Lewat NT-CP1
-
AMD Perkenalkan EXPO Ultra Low Latency (EXPO-ULL) Di Computex 2026
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
