Harga VGA NVIDIA RTX 50 Series Di Q4 2026 Melonjak Gila-Gilaan
Ramalan buruk yang sempat beredar di komunitas hardware pada Agustus dan September lalu kini resmi menjadi kenyataan pahit. Memasuki paruh kedua tahun 2026, harga kartu grafis kelas entry-level hingga mid-range dilaporkan melambung tinggi di luar akal sehat.
Kabar buruk ini terkonfirmasi lewat unggahan di Reddit yang membagikan daftar harga ritel terbaru lini NVIDIA GeForce RTX 50 Series dari Jepang—salah satu negara indikator utama yang biasanya merasakan gejolak harga hardware PC lebih awal dibanding pasar internasional.
Baca juga: Review ASUS ROG Strix OLED XG27AQWMG: Monitor Gaming 27 inci 1440p Terbaik 2026?
Tidak tanggung-tanggung, lonjakan harga yang terjadi di pasar toko ritel Akihabara tercatat meroket hingga 144% lebih mahal jika dibandingkan dengan harga anjuran resmi (MSRP) dari NVIDIA.
Menggunakan patokan kurs hari ini di angka Rp17.937,55 per USD, berikut adalah rincian harga kartu grafis seri RTX 50 paling murah yang tersedia di pasar Jepang saat ini beserta persentase kenaikannya dari MSRP:
| Tipe VGA | Harga Jepang (Yen) | Konversi Rupiah | Kenaikan dari MSRP |
| RTX 5060 Ti 8 GB | ¥118.800 | Rp13.453.000 | +59% |
| RTX 5060 Ti 16 GB | ¥139.800 | Rp15.820.000 | +66% hingga +144% |
| RTX 5070 12 GB | ¥145.800 | Rp16.502.000 | +32% hingga +82% |
| RTX 5070 Ti 16 GB | ¥230.800 | Rp26.117.000 | Lonjakan Masif |
| RTX 5080 16 GB | ¥295.801 | Rp33.489.000 | Hingga +94% |
Kenaikan paling parah menimpa RTX 5060 Ti varian 16 GB, di mana harganya melambung hingga 144% di atas MSRP. Kartu grafis kelas menengah yang seharusnya ramah kantong ini kini dibanderol menembus angka Rp15 jutaan hanya untuk varian paling standar.
Mengapa harganya bisa meroket secara ugal-ugalan? Penyebab utamanya lagi-lagi tertuju pada lonjakan harga komponen memori (VRAM) global.
Apalagi lini RTX 50 Series sudah beralih menggunakan chip memori kecepatan tinggi berteknologi GDDR7. Karena harga kepingan VRAM di tingkat produsen melambung tinggi, kartu grafis yang mengusung kapasitas VRAM besar—seperti varian 16 GB ke atas—menjadi yang paling babak belur terhantam penyesuaian harga.
Fenomena ini sebenarnya sudah memperlihatkan gejalanya sejak awal Agustus lalu, di mana harga kartu grafis di Amerika Serikat tercatat merangkak naik antara 27% hingga 88% di atas MSRP selama masa edarnya. Namun, data harga dari Tokyo ini mempertegas bahwa tren kenaikan harga belum menyentuh titik jenuh dan diprediksi masih bakal merembet ke pasar global lainnya.
Dampaknya di Pasar Indonesia
Bagaimana dengan pasar lokal? Efek domino ini terbukti sudah terasa tajam di Indonesia.
Berdasarkan pantauan di sejumlah e-commerce dan distributor lokal, harga RTX 5060 Ti 16 GB rakitan AIB partner (seperti ASUS Dual, MSI Ventus/Shadow, hingga ZOTAC Twin Edge) saat ini memang sudah nangkring stabil di kisaran Rp15.300.000 hingga Rp16.500.000.
Bagi kalian yang berencana merakit atau melakukan upgrade PC dalam waktu dekat, situasi ini jelas memaksa kita untuk berpikir dua kali. Kenaikan harga komponen VRAM yang membengkak membuat opsi memboyong VGA baru terasa makin ‘rugi bandhar’ kalau tidak benar-benar dibutuhkan untuk pekerjaan profesional!
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
