Badai Krisis Belum Usai: Harga GPU RTX 50-Series Bakal Naik Lagi!
Bagi para pengguna PC yang berharap gejolak harga kartu grafis segera mereda, kabar buruk kembali datang dari rantai pasok Asia. Setelah kenaikan harga rata-rata (median) sebesar 41% sepanjang periode Juli hingga Agustus 2026—yang menerbangkan harga NVIDIA GeForce RTX 5090 hingga melampaui angka fantastis $4.700 (sekitar Rp82+ juta)—krisis komponen ternyata belum selesai menguras kantong konsumen.
Laporan terbaru dari salah satu jaringan pengecer hardware besar di Jepang, Applied Group (アプライド), mengonfirmasi bahwa gelombang kenaikan harga GPU susulan dipastikan akan terjadi dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.
Baca juga: Tips Belanja Hardware & Laptop Promo 9/9: Trik Cerdas di Tengah Krisis
Melalui pernyataan resminya di platform X (seperti yang pertama kali dilaporkan oleh VideoCardz dan ITmedia), Applied Group memberikan peringatan terbuka kepada para calon pembeli:
“Meskipun isu kenaikan harga kartu grafis sudah ramai dibicarakan, beberapa model GPU sebenarnya masih dijadwalkan untuk mengalami kenaikan harga yang lebih tinggi lagi. Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan untuk melakukan upgrade, kami menyarankan untuk melakukannya lebih cepat daripada menundanya.”
Meskipun pihak pengecer tidak merinci tanggal pasti atau persentase lonjakan harga susulan tersebut, sinyal dari pasar Asia biasanya menjadi indikator awal (early indicator) sebelum efek domino yang sama merembet ke pasar global dan Indonesia.
グラボの値上げが話題ですが、一部のグラボは更に値上げ予定です。入れ替えをご検討の方はお早めをおすすめします。
— アプライド【公式】 (@applied_group) September 6, 2026
Model Tertentu Berpotensi Dikecualikan
Di tengah ancaman kenaikan harga ini, laporan yang sama menyebutkan bahwa beberapa model atau varian GPU tertentu kemungkinan akan dikecualikan dari gelombang penyesuaian harga berikutnya. Namun, pengecualian ini sangat bergantung pada tingkat ketersediaan stok unit (SKU clearance) serta dinamika distribusi di masing-masing wilayah.
Penyebab utama dari tren buruk ini masih berakar pada dua masalah mendasar:
- Kelangkaan Pasokan DRAM / GDDR7: Tingginya permintaan memori berkecepatan tinggi untuk pusat data AI terus menyedot alokasi produksi chip memori dari produsen utama (Samsung, SK Hynix, Micron), yang berdampak langsung pada meroketnya modal pembuatan VRAM kartu grafis konsumen.
- Eksploitasi Rantai Pasok: Minimnya pasokan di tingkat distributor memberi ruang bagi praktik markup harga secara agresif sebelum produk sampai ke tangan konsumen akhir.
Dengan harga RTX 5090 yang sudah menyentuh level yang tidak masuk akal, prediksi kenaikan harga susulan ini kian menegaskan bahwa pasar GPU kelas atas (high-end) maupun dibawahnya saat ini sedang berada di titik paling tidak ramah bagi konsumen biasa.
Bagi pengguna yang tidak terdesak oleh kebutuhan pekerjaan profesional atau komputasi AI lokal, menahan diri untuk tidak melakukan upgrade atau beralih ke opsi GPU generasi sebelumnya/kelas menengah tetap menjadi strategi paling aman untuk melindungi finansial saat ini.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :