>

CXMT Gugat Pentagon! Raksasa DRAM China Tolak Label Militer

CXMT Gugat Pentagon! Raksasa DRAM China Tolak Label Militer

Produsen memori Dynamic Random-Access Memory (DRAM) terbesar asal Tiongkok, ChangXin Memory Technologies (CXMT), resmi melayangkan gugatan hukum terhadap Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon). Gugatan ini diajukan ke Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia sebagai bentuk perlawanan atas pendaftaran nama CXMT ke dalam daftar perusahaan yang terafiliasi dengan militer Tiongkok.

Gugatan tersebut secara spesifik menamai Sekretaris Pertahanan AS, Pete Hegseth, sebagai salah satu pihak tergugat. Pihak CXMT menilai bahwa penetapan label militer tersebut dilakukan secara sewenang-wenang, tidak memiliki bukti pendukung yang kuat, serta melanggar hak proses hukum (due-process rights) yang semestinya diterima perusahaan.

Baca juga: Standar Baru Laptop AI Modern: Preview ASUS ExpertBook P5 G2

Kronologi & Argumen Utama CXMT

CXMT pertama kali dimasukkan ke dalam daftar hitam Section 1260H oleh Pentagon pada Januari 2025 di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden, dan status tersebut tetap dipertahankan oleh pemerintahan Donald Trump saat pembaruan daftar dilakukan pada Juni lalu.

CXMT Gugat Pentagon! Raksasa DRAM China Tolak Label Militer

CXMT mengajukan beberapa poin keberatan utama terkait tuduhan tersebut:

  • Patuhi Standar Komersial (JEDEC): CXMT menegaskan bahwa chip DRAM buatan mereka diproduksi strictly mengikuti spesifikasi komersial standar industri (JEDEC), bukan spesifikasi tingkat militer (military-grade). Hal ini mencakup toleransi suhu, jenis pengemasan, hingga prosedur pengujian chip.
  • Pembatalan Sepihak yang Mencurigakan: Pada Februari lalu, Pentagon sempat mengeluarkan pemberitahuan resmi bahwa CXMT akan dihapus dari daftar 1260H, namun keputusan tersebut mendadak ditarik kembali di hari yang sama tanpa penjelasan transparan.
  • Itikad Baik Selama Seminggu Lebih: CXMT mengklaim telah menghabiskan waktu lebih dari satu tahun untuk menyuplai berbagai dokumen internal yang diminta Departemen Pertahanan AS guna membuktikan bahwa bisnis mereka murni komersial, tetapi upaya tersebut terus diabaikan.

Sanksi Reputasi & Pasokan Memori Global

Secara teknis, masuknya sebuah perusahaan ke dalam daftar Section 1260H pada dasarnya hanya membatasi akses terhadap kontrak pengadaan langsung dari Pentagon—hal yang diklaim CXMT sebenarnya tidak pernah mereka incar.

Namun, dampak terbesar yang dirasakan CXMT terletak pada kerusakan reputasi bisnis global. Banyak perusahaan teknologi Barat yang enggan berbisnis dengan vendor mana pun yang menyandang stempel “berafiliasi dengan militer Tiongkok”.

Meski begitu, tekanan politik dari AS ini ternyata tidak sepenuhnya menghentikan arus chip DRAM buatan CXMT ke pasar internasional:

  • Penyelamat Kelangkaan Memori: Para produsen komputer (PC) di negara-negara Barat secara diam-diam terus mengandalkan pasokan memori dari CXMT guna menutupi krisis kelangkaan memori global yang masih berlanjut.
  • Incaran Raksasa Teknologi: Perusahaan sebesar Apple dilaporkan sempat mengajukan izin khusus kepada pemerintah AS agar dapat mengintegrasikan chip DRAM buatan CXMT ke dalam lini produk komersial mereka.

Langkah gugatan hukum yang diambil CXMT menandai babak baru ketegangan industri semikonduktor antara Washington dan Beijing, di tengah ketergantungan pasar global terhadap pasokan memori yang kian terbatas.

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.