>

Harga Memori Melonjak 500%, Produksi 2027 Ludes Diborong AI

Harga Memori Melonjak 500%, Produksi 2027 Ludes Diborong AI

Krisis memori yang meledak hingga pertengahan tahun 2026 bukan lagi masalah internal komunitas PC Master Race atau para perakit komputer. Efek dominonya kini resmi menjalar dan merusak seluruh rantai pasok industri elektronik konsumen global.

Memasuki Agustus 2026, harga memori komputer (DRAM) resmi mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Tak tanggung-tanggung, harga sekeping memori di pasaran ritel global kini melonjak hingga lima kali lipat (hampir 500%) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Baca juga: VGA Murah & Monitor Diprediksi Melonjak di H2 2026

Data terbaru dari platform PCPartPicker mengonfirmasi bahwa krisis memori kali ini menghantam platform DDR5 dengan sangat telak. Kit memori standar DDR5 32GB (2 x 16 GB 4.800 MT/s) tercatat mengalami kenaikan harga sebesar 372%. Sementara itu, kit DDR5 64GB (2 x 32 GB 5.600 MT/s) melonjak drastis hingga 485%.

Harga Memori Melonjak 500%, Produksi 2027 Ludes Diborong AI

Sebagai gambaran betapa gila lonjakan harga ini: sebuah kit DDR5 64GB (6.000 MT/s) yang pada pertengahan 2025 lalu dibanderol seharga $222 (sekitar Rp3,9 jutaan), kini melambung menjadi barang mewah tak terjangkau di angka $1.272 (sekitar Rp22.7 jutaan). Nilai tersebut padahal setara dengan total anggaran untuk merakit satu unit PC gaming high-end yang sangat tangguh beberapa tahun lalu.

DDR4 Ikut Terseret, Pasar Eropa Catat Rekor Terburuk

Pengguna yang bertahan di platform lama DDR4 pun tidak luput dari dampak krisis ini. Harga kit DDR4 terpantau merangkak naik antara 120% hingga 177%.

Di kawasan Eropa, laporan dari media ComputerBase menunjukkan bahwa harga memori di zona Euro per Agustus 2026 melonjak sebesar 345% secara Year-over-Year (YoY)—mencatatkan rekor inflasi hardware tertinggi yang pernah terjadi di benua biru tersebut.

Harapan akan penurunan harga dalam waktu dekat dapat dipastikan sirna. Laporan industri mengonfirmasi bahwa seluruh kapasitas produksi memori untuk tahun 2027 telah habis dipesan (fully booked) jauh melampaui estimasi awal para analis.

Tiga produsen memori terbesar di dunia—Samsung, SK Hynix, dan Micron—telah menjual habis seluruh alokasi wafer DRAM dan HBM (High Bandwidth Memory) mereka hingga akhir 2027. Biang kerok utamanya tidak lain adalah rakusnya raksasa Big Tech dan penyedia Data Center AI yang memborong pasokan memori demi infrastruktur kecerdasan buatan mereka.

Kondisi ini menyisakan nol persen alokasi pasokan bagi pihak ketiga maupun pasar konsumen ritel. Dengan kapasitas pabrik yang sudah terkunci rapat untuk dua tahun ke depan, era “RAM Mahal” bukan lagi fenomena sesaat, melainkan realita baru yang harus dihadapi oleh ekosistem PC global.

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.