Analisis TrendForce 2027: RAM Makin Langka & Mahal, Stok SSD Mereda!
Lembaga riset industri teknologi terkemuka, TrendForce, baru saja merilis analisis pasar memori global. Hasil riset tersebut mengonfirmasi perbedaan arah (divergens) yang sangat kontras antara dinamika pasar DRAM (RAM) dan NAND Flash (SSD).
Teknologi kecerdasan buatan (AI) dipastikan tetap menjadi motor utama pendorong permintaan memori global. Namun, dampak yang dirasakan oleh kedua jenis memori ini pada rantai pasok bakal berbanding terbalik.
Baca juga: AMD RX 9050 4GB Eksklusif OEM: Pangkas Bus 64-Bit & Bandwidth Lenyap Separuh!
Pasar DRAM (RAM): Ketat, Langka & Harga Makin Naik
Sektor DRAM diproyeksikan bakal menghadapi situasi pasokan yang semakin memburuk. Ada beberapa alasan teknis mengapa krisis ketersediaan RAM diperkirakan masih berlanjut.
Pembuatan High Bandwidth Memory (HBM) untuk akselerator AI membutuhkan alokasi wafer silikon yang jauh lebih banyak dibanding RAM konvensional. Meski pabrikan menaikkan jumlah produksi wafer, hasil kepingan bit RAM biasa yang tercipta justru tetap terbatas.
- Jeda Output Pabrik Baru: Meskipun ekspansi fasilitas pabrik manufaktur (fab) terus digenjot, proses konstruksi, instalasi alat, dan kesiapan bahan baku memicu penundaan. Dampak kenaikan produksi fisik secara signifikan baru akan benar-benar terasa pada kurun waktu 2028.
- Permintaan Server AI Melambung: Pengeluaran modal dari Cloud Service Provider (CSP) Amerika Utara, platform CPU server terbaru dari Intel dan AMD, serta komersialisasi Agentic AI mendorong lonjakan pengiriman server global. Adopsi standar memori baru seperti SOCAMM juga membuat kebutuhan kapasitas RAM per server membengkak.
- Defisit Pasokan (Sufficiency Ratio Negatif): TrendForce mencatat sufficiency ratio DRAM berada di kisaran -1% hingga -2%, dan jurang ketimpangan antara pasokan yang minim dan permintaan yang tinggi ini diprediksi makin melebar.
Efek sampingnya, melambungnya harga komponen akibat kelangkaan ini terpaksa dibebankan ke konsumen akhir (end-user). Akibatnya, harga perangkat ritel seperti smartphone dan laptop makin mahal, yang pada akhirnya menekan angka penjualan dan permintaan penggantian perangkat di segmen konsumen harian.
Pasar NAND Flash (SSD): Menuju Titik Seimbang dan Mereda
Kabar baik berhembus dari industri media penyimpanan NAND Flash (bahan utama SSD). Pasar SSD diproyeksikan bergerak menuju kondisi pasokan yang lebih longgar pada paruh kedua (2H27).
Faktor pendorong pulihnya pasar SSD meliputi:
- Migrasi Teknologi ke Layer Lebih Tinggi: Pabrikan NAND mempercepat transisi ke produk dengan lapisan tumpukan (layer stacking) yang lebih tinggi serta mulainya pengoperasian fab baru. Hal ini mendorong lonjakan pertumbuhan bit pasokan NAND secara masif.
- Penyerap Utama Tetap Enterprise SSD: Permintaan terbesar NAND Flash akan didorong oleh kebutuhan Enterprise SSD kapasitas besar berbasis QLC untuk pusat data dan server.
- Pasar Konsumen Ritel Melandai: Melemahnya daya beli masyarakat terhadap perangkat elektronik konsumen membuat penyerapan SSD ritel melambat. Kombinasi antara pasokan baru yang melimpah dan permintaan ritel yang stagnan membuat sufficiency ratio NAND Flash diproyeksikan berubah menjadi positif.
Kondisi ini menandakan bahwa krisis kelangkaan SSD resmi berakhir dan pasar bergerak kembali menuju titik seimbang (equilibrium).
Laporan resmi dari TrendForce ini mengonfirmasi proyeksi industri yang sempat kita bedah sebelumnya: Pasar SSD akan pulih dan stabil lebih cepat berkat ekspansi manufaktur NAND, sementara pasar RAM (DRAM) masih berada di zona kritis akibat pengalihan kapasitas produksi demi memenuhi permintaan raksasa AI.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
