CXMT Patok Harga DDR5 Server Lebih Mahal dari Samsung, Permintaan Melonjak!
Laporan mengejutkan yang dirilis oleh Reuters mengungkapkan pergeseran dinamika besar di pasar memori dunia. ChangXin Memory Technologies (CXMT), produsen DRAM terbesar keempat di dunia asal Tiongkok, dilaporkan mulai mematok harga modul RDIMM DDR5 64 GB untuk server lebih tinggi dibanding Samsung.
Langkah ini mematahkan asumsi banyak pihak yang sebelumnya mengira CXMT akan selalu menggunakan strategi pemotongan harga (undercutting) untuk bersaing dengan tiga raksasa memori dunia: Samsung, SK Hynix, dan Micron.
Baca juga: Badai Kenaikan Harga Laptop Juli 2026: Strategi Cerdas Beli Perangkat Ideal!
Pasokan memori server di tingkat global saat ini berada dalam tekanan krisis yang sangat tinggi akibat melonjaknya permintaan infrastruktur server AI dan pusat data. Seiring lonjakan permintaan yang naik hampir 10 kali lipat, tiga produsen utama (Samsung, SK Hynix, dan Micron) kewalahan memenuhi kuota pasar.
Dalam kondisi ini, keunggulan CXMT berubah dari “pilihan murah” menjadi “penyelamat ketersediaan stok”. Ketersediaan pasokan fisik yang bisa langsung dikirim membuat CXMT memiliki posisi tawar (leverage) tinggi untuk menaikkan harga di atas tarif Samsung yang saat ini berada di kisaran $1.240 USD per unit.
Lonjakan harga yang terlalu agresif ini bahkan membuat beberapa perusahaan elektronik domestik Tiongkok melayangkan komplain resmi ke Kementerian Industri dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok, menuding kenaikan harga dari CXMT dan YMTC telah menunda jadwal peluncuran produk mereka.
Tingginya harga jual dan masifnya permintaan pasar memberikan dampak finansial yang luar biasa bagi CXMT pada kuartal pertama (Q1) tahun 2026:
- Pendapatan Q1 2026: Mencapai RMB 50,8 miliar (sekitar $7,5 miliar USD), melonjak hingga 719% secara tahunan (Year-over-Year).
- Laba Bersih: Meroket lebih dari 1.200%.
- Proyeksi Semester I 2026: Pendapatan diperkirakan menembus RMB 110–120 miliar ($16–17,7 miliar USD), tumbuh lebih dari 600% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Di tengah lonjakan profitabilitas ini, CXMT juga tengah bersiap mengalokasikan dana segar melalui penawaran saham perdana (IPO) bernilai miliaran Dolar AS.
Ambisi Menggeser Micron
CXMT saat ini memegang sekitar 8% hingga 10% pangsa pasar DRAM global, berada di belakang Micron (24%), SK Hynix (29%), dan Samsung (36%).
Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, CXMT sedang membangun dua fasilitas pabrik (fab) baru di Shanghai dan Hefei, serta tengah menjajaki diskusi untuk pembangunan pabrik ketiga.
Ketika kedua pabrik baru tersebut mulai beroperasi penuh, kapasitas produksi wafer bulanan CXMT akan melampaui 600.000 wafer—meningkat lebih dari dua kali lipat dari kapasitas saat ini. Jika ekspansi ini berjalan sesuai rencana, CXMT berpotensi menyamai angka produksi Micron dalam waktu dekat dan berpeluang menyalipnya pada tahun 2030 mendatang.
Fenomena CXMT yang berani menjual memori lebih mahal dari Samsung menegaskan betapa parahnya krisis kelangkaan pasokan DRAM server saat ini. Dengan kapasitas produksi yang terus melambung dan dukungan dana melimpah dari pasar domestik, peta persaingan produsen memori global dipastikan bakal berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :