>

AI Overviews Buat Traffic Anjlok, Publisher Pertimbangkan Blokir Google

AI Overviews Buat Traffic Anjlok, Publisher Pertimbangkan Blokir Google

Langkah agresif Google mengubah mesin pencarinya menjadi “mesin pembuat jawaban AI” (AI Answer Engine) kini memicu perlawanan terbuka dari para penerbit (publisher) media global. Sejumlah nama besar di industri media mulai mempertimbangkan langkah ekstrem: memblokir Google secara total daripada terus memberi makan model AI yang mengikis lalu lintas web mereka.

Laporan terbaru dari The Wall Street Journal mengungkapkan bahwa perusahaan media raksasa—termasuk Reddit, USA Today, Reuters, Politico, The Economist, hingga People Inc.—tengah meninjau ulang sejauh mana akses data yang layak mereka berikan kepada Google di tengah kejatuhan angka referral traffic.

Baca juga: Harga RAM DDR5 Menyentuh Titik Tertinggi Di Juli 2026, Meroket Hingga 448%

Ancaman Reddit

Salah satu sorotan paling dramatis datang dari Reddit. Platform forum raksasa ini dilaporkan tengah mendiskusikan opsi untuk memblokir Google dari pemanfaatan kumpulan postingan penggunanya untuk pelatihan AI.

Kedua perusahaan saat ini berada di meja negosiasi untuk memperbarui kesepakatan lisensi data yang pertama kali ditandatangani pada tahun 2024 bernilai $60 juta USD per tahun.

Melalui kesepakatan tersebut, Google mendapatkan pasokan percakapan manusia secara real-time untuk melatih model AI-nya. Namun, kondisi kini berubah menjadi merugikan: produk AI Google justru menjawab pertanyaan pengguna secara langsung di halaman pencarian tanpa mengarahkan kembali pengguna ke situs Reddit.

Google AI
Sumber gambar: techspot.com

Kabar potensi rusaknya hubungan bisnis ini langsung direspon negatif oleh pasar, dengan saham Reddit merosot hingga 5.8% pada perdagangan pra-pasar.

Krisis ini dirasakan merata oleh berbagai portal berita besar. Data analisis dari Semrush mencatat penurunan traffic organik Google dari pasar AS yang sangat signifikan pada periode Juni 2025 hingga Juni 2026:

  • Business Insider: Traffic merosot tajam hingga lebih dari 85%.
  • USA Today: Kehilangan hampir separuh (50%) traffic organisnya.
  • CNN: Mengalami penurunan sekitar 25%.
  • Politico: Mencatatkan penurunan sebesar 23%.

“Sudah waktunya kita mengambil sikap dan mengatakan bahwa ini sudah cukup,” tegas Mike Reed, CEO USA Today Co.

Riset dari Pew Research Center memvalidasi kekhawatiran ini. Dalam pencarian tanpa fitur AI Overview, pengguna mengklik tautan tradisional sebanyak 15%. Angka tersebut anjlok menjadi 8% ketika AI Overview muncul, di mana tautan yang berada di dalam ringkasan AI hanya mendapatkan porsi klik sebesar 1%.

Terjebak Fitur Kontrol Google

Secara teknis, Google menyediakan alat seperti Google-Extended bagi penerbit yang ingin memblokir konten mereka agar tidak dipake melatih Gemini. Namun, penerbit berada dalam kondisi serba salah (simalakama):

  • Menggunakan tag seperti noindex atau nosnippet untuk mencegah muncul di AI Overviews berisiko tinggi menghilangkan keberadaan situs secara total dari pencarian konvensional Google.
  • Opsi ini pada dasarnya memaksa penerbit memilih antara “menyerahkan data untuk disedot AI” atau “menghilang sepenuhnya dari internet”.

CEO Cloudflare, Matthew Prince, telah berulang kali memperingatkan bahwa ringkasan AI sedang merusak model bisnis yang selama ini menopang ekosistem web terbuka. Di saat bersamaan, lalu lintas bot otomatis kini diperkirakan sudah menyumbang sekitar 56% dari total lalu lintas internet.

Respon tegas mulai datang dari Inggris. Otoritas Persaingan dan Pasar (CMA) Inggris memerintahkan Google untuk mengizinkan penerbit keluar dari fitur pencarian AI tanpa mengorbankan peringkat mereka pada hasil pencarian tradisional. Google menyatakan akan menguji opsi kontrol ini di Inggris sebelum menerapkannya secara global.

Sengketa ini memperlihatkan ancaman nyata bagi masa depan media digital. Jika penerbit media papan atas nekat memblokir crawler Google secara masif, fondasi utama mesin pencari dalam menyajikan informasi yang akurat dan relevan terancam runtuh dari dalam.

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.