>
Klaim "Made in America" Trump Mobile T1 Ternyata Cuma HP Taiwan - Murdockcruz

Klaim “Made in America” Trump Mobile T1 Ternyata Cuma HP Taiwan

Klaim “Made in America” Trump Mobile T1 Ternyata Cuma HP Taiwan

Sejak pertama kali diperkenalkan setahun lalu, klaim ambisius bahwa Trump Mobile T1 bakal menjadi ponsel pintar (smartphone) premium pertama yang murni diproduksi di dalam negeri Amerika Serikat (“Made in USA”) memang sudah memicu keraguan besar di kalangan pengamat teknologi. Alih-alih membuktikan janji politik tersebut, proses pembongkaran jeroan (teardown) terbaru yang dilakukan oleh tim ahli iFixit justru mengungkap sebuah realitas yang memalukan.

Hasil investigasi iFixit mengonfirmasi bahwa Trump Mobile T1 pada dasarnya hanyalah sebuah ponsel HTC U24 Pro asal Taiwan yang diberi sedikit kosmetik luar agar terlihat berbeda. Temuan ini langsung mematahkan klaim awal pihak manajemen Trump Mobile yang sesumbar sanggup menghidupkan kembali industri manufaktur ponsel pintar domestik hanya dalam waktu hitungan bulan.

Baca juga: Noctua Resmi Luncurkan AIO Liquid Cooler Perdana “NL-LC1”, Tetap Setia dengan Warna Cokelat

Jeroan Identik, Bahkan Bisa Tukar Mainboard

Kecurigaan pengamat industri sebenarnya sudah membubung tinggi sejak awal tahun ini ketika spesifikasi T1 bocor ke publik. Ponsel ini mengusung layar 6,78 inci 120Hz AMOLED, prosesor Snapdragon kelas menengah, kamera utama 50MP, lensa telefoto 50MP, dan kamera ultrawide 8MP. Kombinasi angka tersebut sangat presisi dan identik dengan lembar spesifikasi resmi milik HTC U24 Pro.

Saat media NBC menyerahkan satu unit ritel T1 kepada iFixit untuk dibongkar, tim teknisi menemukan fakta-fakta mencengangkan berikut:

  • Tata Letak Kembar Siam: Pemindaian internal menunjukkan tata letak komponen, sirkuit, dan struktur hardware T1 100% sama dengan HTC U24.
  • Kanibalisme Komponen: Teknisi iFixit sukses menyalakan dan melakukan booting pada Trump Mobile T1 menggunakan papan induk (motherboard) yang dicopot langsung dari bodi HTC U24 Pro.
  • Variasi Memori: Satu-satunya perbedaan internal minor hanyalah penggunaan chip RAM LPDDR5 dari Micron pada T1, sementara HTC menggunakan SK Hynix. iFixit menilai hal ini murni karena masalah ketersediaan stok rantai pasok (supply chain), bukan karena perbedaan desain arsitektur.

Lantas, apa saja yang diubah oleh Trump Mobile? Rombakan yang dilakukan murni bersifat kosmetik luar. Ponsel T1 dibalut sasis berwarna emas mencolok (lucunya, logo bendera AS di bodi belakang hanya memiliki 11 garis, bukan 13 garis seperti aslinya), lubang speaker yang dibor ulang, cangkang kamera baru, posisi lampu flash yang digeser, serta kapasitas baterai yang sedikit digelembungkan menjadi 5.000 mAh (meski kecepatan charging-nya justru disunat dari 60W menjadi hanya 30W).

Diklaim Anti-China, Malah Diproduksi di Guangdong

Manajemen Trump Mobile berulang kali menegaskan bahwa visi korporasi mereka adalah sebisa mungkin memangkas dan menghindari penggunaan tenaga kerja maupun komponen asal China. Namun, ironi terbesar justru terkuak lewat dokumen regulasi.

Berdasarkan database Komisi Komunikasi Nasional Taiwan, pihak yang memproduksi dan merakit bodi HTC U24 Pro adalah Guangdong Yuanchang Electronics Co., Ltd.—sebuah perusahaan manufaktur yang berbasis di Guangdong, China. Bahkan, beberapa kotak penjualan ritel HTC U24 Pro secara terang-terangan membawa label “Made in China”.

Di sisi lain, kemampuan HTC dalam mendesain ponsel mandiri sebenarnya sudah pincang sejak sebagian besar tim divisi rekayasa hardware mereka dicaplok oleh Google senilai USD 1,1 miliar pada tahun 2017 silam. iFixit meyakini bahwa HTC sendiri kemungkinan besar menyewa perusahaan ODM di Guangdong tersebut untuk mendesain sekaligus memproduksi lini U24 dari nol. Artinya, Trump Mobile T1 tidak hanya menggunakan basis teknologi Taiwan, tetapi juga diproduksi oleh rantai pasok China yang selama ini mereka musuhi secara politik.

Sama seperti era Presiden Obama, Presiden Trump kerap menekan raksasa teknologi seperti Apple dan Samsung untuk memindahkan pabrik mereka kembali ke tanah Amerika. Namun, menciptakan ekosistem manufaktur teknologi tingkat tinggi dari nol bukanlah perkara membalikkan telapak tangan.

Analis rantai pasok global, Kevin O’Marah, mengestimasi bahwa lini masa untuk membangun rantai produksi ponsel pintar yang benar-benar 100% domestik di AS membutuhkan waktu setidaknya satu dekade (10 tahun). Industri lokal harus mendesain ulang segala sesuatunya dari nol agar cocok dengan lini produksi otomatisasi khas AS, sekaligus membangun mesin-mesin manufaktur komponen mikro yang saat ini fasilitas pabriknya memang tidak eksis di negara tersebut. Maka dari itu, sangat tidak mengejutkan jika sebuah perusahaan baru seperti Trump Mobile gagal total merealisasikan ambisi tersebut hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Pihak Trump Mobile sendiri mencoba membela diri dengan berkilah bahwa proses perakitan akhir (final assembly) ponsel T1 ini dilakukan di fasilitas mereka yang berada di Miami, Florida. Langkah ini diklaim sebagai batu pijakan awal menuju proses lokalisasi produk yang lebih masif di masa depan.

Saat ini, sesi pemesanan awal (pre-order) Trump Mobile T1 sudah dibuka dengan harga promosi USD 499 (sekitar Rp8,8 jutaan), sedikit lebih murah dibanding harga resmi HTC U24 Pro yang dipatok USD 579. Menariknya, meski versi pertamanya ini diterpa skandal rebranding yang memalukan, pihak perusahaan dilaporkan sudah mulai menyusun rencana untuk meluncurkan suksesor berikutnya bernama T1 Ultra. Apakah versi “Ultra” nanti juga merupakan hasil ganti baju dari vendor lain? Kita tunggu saja tanggal mainnya.

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.