DDR5 Turun Drastis 30%, Tapi Harga SSD Siap Meledak Lagi!
Angin segar bertiup di pasar retail memori. Harga spot DDR5 dilaporkan terjun bebas sebesar 30% menjadi $37.20 untuk modul 16GB. Penurunan ini bahkan sudah mulai terlihat di marketplace global (Amazon) di mana paket RAM 32GB kini 30% lebih murah dibanding bulan lalu.
DDR4 juga masih dalam tren koreksi meski tipis, yakni turun 5% ke angka $74.10. Menariknya, harga DDR4 tetap jauh lebih mahal dibanding DDR5 karena kelangkaan produksi (legacy node).
Baca juga: Harga RAM Mulai Turun? DDR4 Alami Koreksi 5% Setelah Naik 2.200% dalam Setahun!
Menurut laporan DigiTimes, ada dua alasan utama di balik fenomena ini:
- Aksi Ambil Untung: Para distributor yang menimbun stok sejak awal tahun 2025 mulai melakukan sell-off (menjual simpanan mereka) untuk mengamankan keuntungan.
- Teknologi TurboQuant Google: Pengumuman teknik kompresi memori baru dari Google ini membuat distributor khawatir permintaan memori fisik akan berkurang, sehingga mereka bergegas menghabiskan stok.
Waspada: Harga Kontrak & SSD Masih “Neraka”
Meskipun harga di toko retail (pasar spot) turun, kondisi di level pabrikan (pasar kontrak) justru berbanding terbalik. Para vendor PC besar (OEM) tetap harus membayar harga kontrak yang diprediksi naik 58-63% pada Q2 2026. Artinya, laptop atau PC branded baru kemungkinan tidak akan ikut turun harganya.
Yang lebih mengkhawatirkan adalah nasib media penyimpanan. Harga NAND Flash (bahan baku SSD) diproyeksikan melonjak 70-75% pada kuartal ini. Jadi, jika RAM mulai sedikit murah, harga SSD justru bersiap untuk meroket lebih tinggi lagi dalam beberapa minggu ke depan.
Situasi pasar saat ini sangat aneh. Kita melihat RAM retail turun karena distributor panik, tapi di sisi lain, komponen SSD justru sedang menuju puncak kenaikan harga yang sangat tajam. Saran saya: Jika kalian butuh RAM, sekarang adalah jendela waktu terbaik untuk membeli stok retail. Tapi jika kalian butuh SSD, belilah SEKARANG JUGA sebelum kenaikan 75% itu menghantam toko-toko di Indonesia
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
