>

Laptop Murah Budget 4–5 Jutaan: Masih Layak Direkomendasikan Di 2026?

Laptop Murah Budget 4–5 Jutaan: Masih Layak Direkomendasikan Di 2026?

Beberapa waktu lalu kita membahas satu hal yang cukup mengejutkan di dunia PC: rakit PC murah semakin sulit dilakukan. Lonjakan harga RAM dan SSD membuat banyak konfigurasi PC yang dulu terasa normal kini berubah menjadi mahal. Bahkan untuk sekadar merakit PC entry-level, budget yang dibutuhkan bisa jauh lebih besar dari beberapa tahun lalu.

Namun bagaimana dengan laptop murah? Apakah laptop budget juga mengalami nasib yang sama? Jawabannya cukup menarik. Laptop memang ikut terdampak, tetapi setidaknya hingga saat ini belum separah PC rakitan.

Baca juga: Rakit PC 5 Jutaan di 2026: Mimpi Lama yang Semakin Jauh

Laptop Masih Sejauh ini Masih “Aman”

Salah satu alasan laptop masih relatif aman adalah model bisnisnya. Berbeda dengan PC DIY yang mengandalkan komponen retail, laptop biasanya diproduksi dalam skala besar dengan kontrak komponen jangka panjang. Produsen membeli RAM dan storage dalam jumlah besar jauh sebelum produk tersebut dijual ke pasar.

Akibatnya, ketika harga RAM dan SSD naik di pasar global, dampaknya tidak langsung terasa pada laptop.

Laptop Murah Budget 4–5 Jutaan: Masih Layak Direkomendasikan Di 2026?

Selain itu, laptop juga memiliki keunggulan lain: pengguna tidak perlu merakit apa pun. Perangkat sudah siap pakai. Tinggal nyalakan, install aplikasi, dan langsung digunakan.

Namun “aman” di sini bukan berarti tidak ada perubahan. Jika diperhatikan lebih dekat, laptop murah sebenarnya mulai menunjukkan tanda-tanda penyesuaian.

Laptop 4 Jutaan: Spesifikasi Mulai Mundur

Di segmen 4 jutaan rupiah, pilihan laptop memang masih ada. Namun variasinya mulai terasa lebih terbatas dibanding sebelumnya.

Konfigurasi yang paling umum sekarang adalah:

  • RAM 4GB
  • Storage 128GB atau 256GB SSD

Menariknya, opsi 128GB SSD yang sebelumnya mulai jarang kini justru kembali bermunculan. Padahal beberapa tahun lalu, kapasitas tersebut sudah dianggap terlalu kecil untuk penggunaan sehari-hari.

Fenomena ini sebenarnya cukup jelas: produsen mencoba menekan harga dasar laptop agar tetap bisa masuk ke segmen 4 jutaan. Konsekuensinya, spesifikasi harus dikorbankan.

Contoh Nyata: Lenovo Ideapad Slim 1

Salah satu contoh yang cukup menggambarkan situasi ini adalah Lenovo Ideapad Slim 1 14. Laptop ini menggunakan prosesor Intel Core N4500, sebuah CPU dual-core yang lebih cocok untuk pekerjaan ringan seperti:

  • browsing
  • mengetik dokumen
  • atau aplikasi kantor sederhana

Varian standar dengan RAM 4GB dan SSD 128GB dijual di kisaran sekitar: Rp4.097.000

Secara harga memang masih masuk kategori laptop murah. Namun jika melihat spesifikasinya secara realistis, konfigurasi tersebut sangat terbatas untuk aplikasi modernBanyak software saat ini sudah mulai membutuhkan RAM lebih besar dan storage yang lebih lega.

Laptop Murah Budget 4–5 Jutaan: Masih Layak Direkomendasikan Di 2026?

Masalahnya muncul ketika pengguna ingin meningkatkan spesifikasi. Jika laptop yang sama ditawarkan dengan RAM 8GB dan SSD 256GB, harganya bisa melonjak hingga sekitar 5.4 jutaan rupiah.

Padahal beberapa bulan sebelumnya, konfigurasi serupa masih bisa ditemukan di bawah 5 juta rupiah.

Laptop 5 Jutaan Semakin “Hemat”

Situasi di segmen 5 jutaan sebenarnya tidak jauh berbeda. Dulu, budget ini sering menjadi titik manis untuk mendapatkan laptop dengan prosesor seperti:

  • Intel Core i3
  • atau AMD Ryzen 3

Sekarang? Laptop di kisaran harga tersebut sering kali hanya menawarkan prosesor seperti:

  • Intel Core N4500
  • Intel Celeron
  • AMD Athlon

Yang sebagian besar masih dual-core. Bukan berarti prosesor tersebut buruk. Untuk penggunaan ringan, mereka masih cukup memadai. Namun untuk jangka panjang, terutama jika digunakan untuk multitasking atau aplikasi yang lebih berat, jumlah core yang terbatas bisa menjadi kendala.

Laptop Murah Budget 4–5 Jutaan: Masih Layak Direkomendasikan Di 2026?

Jika pengguna menginginkan laptop dengan jumlah core yang lebih nyaman untuk penggunaan modern, pilihan seperti Core i3 generasi baru atau Ryzen 3 series masih tersedia. Masalahnya hanya satu: harganya sudah tidak lagi di 5 jutaan. Laptop dengan prosesor tersebut sekarang sering berada di kisaran hampir 6 juta rupiah.

Itu pun biasanya dengan konfigurasi yang masih terbatas, seperti:

  • RAM 8GB
  • SSD 128GB

Untuk mendapatkan spesifikasi yang lebih seimbang, budget yang lebih realistis kini mulai bergeser ke angka 6 hingga 7 jutaan rupiahPadahal beberapa bulan lalu, angka tersebut masih berada di bawah 5 jutaan.

Dampak Kenaikan RAM dan SSD

Fenomena ini sebenarnya kembali ke satu sumber yang sama: harga RAM dan SSD yang meningkat secara global. Komponen tersebut adalah bagian penting dari hampir semua perangkat komputasi modern.

PC rakitan merasakan dampaknya secara langsung. Laptop mungkin sedikit lebih terlindungi karena sistem kontrak produksi. Namun perlindungan itu tidak akan berlangsung selamanya.

Ketika stok komponen lama habis dan produsen harus membeli RAM serta storage dengan harga baru, dampaknya kemungkinan akan semakin terasa di generasi laptop berikutnya.

Laptop Murah Masih Ada, Tapi Tidak Lagi Sama

Untuk saat ini, laptop budget 4 hingga 5 jutaan memang masih ada di pasaran. Namun jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu, ada satu hal yang cukup jelas:

  • Spesifikasinya semakin terbatas.
  • Lebih banyak laptop dengan RAM kecil.
  • Lebih banyak storage minimal.
  • Lebih sedikit prosesor dengan jumlah core yang memadai.

Laptop murah belum hilang. Tetapi perlahan berubah menjadi perangkat yang hanya cukup untuk kebutuhan paling dasar. Dan jika tren harga komponen global tidak berubah, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan kita akan melihat perubahan yang lebih besar lagi.

Karena seperti yang mulai terlihat sekarang, dunia teknologi tidak selalu bergerak menuju harga yang lebih murah. Kadang, justru sebaliknya.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.