Pasar Memori 2026: Harga Berubah Tiap Jam & Wajib Bayar di Muka
Kenaikan harga laptop yang terjadi secara terus-menerus setiap minggu ternyata dipicu oleh kondisi di balik layar yang jauh lebih ekstrem. Pemasok memori (DRAM) seperti SK hynix, Samsung, dan Micron telah mengadopsi model bisnis baru: Kontrak per jam.
Baca juga: COMPUTEX 2026 Hadirkan Ekosistem Global Kecerdasan Buatan (AI) ke Taipei
Harga Berlaku Hanya 60 Menit
Dalam model baru ini, penawaran harga yang diberikan kepada pabrikan (OEM) hanya berlaku selama satu jam. Jika dalam 60 menit keputusan tidak diambil, pabrikan harus meminta penawaran harga baru yang kemungkinan besar sudah melonjak lebih tinggi.
Kondisi ini membuat produsen PC besar berada dalam posisi sulit. Unit yang dikirim ke toko masih menggunakan harga lama, sementara stok komponen untuk produksi masa depan tunduk pada fluktuasi harga yang berubah setiap jam. Pasar memori kini terbelah menjadi dua kelompok dengan perlakuan yang sangat kontras.
Bukan hanya harga yang tidak stabil, sistem pembayaran pun berubah total. Phison (raksasa kontroler SSD) dilaporkan telah mewajibkan sistem bayar di muka (prepayment). Pelanggan bahkan harus mengirimkan dana sebagai jaminan kredit sebelum pesanan mulai diproses.
Langkah ini mulai diikuti oleh produsen DRAM. Bagi produsen komponen, uang tunai adalah prioritas utama, dan layanan hanya diberikan kepada pihak yang mampu membayar paling cepat.
Inilah alasan mengapa harga laptop kelas entry-level bisa naik hingga Rp1 juta dalam waktu singkat. Pabrikan kecil dan menengah tidak mampu bersaing dalam sistem “bayar di muka” ini. Akibatnya, target produksi dikurangi dan harga jual ke konsumen akhir melonjak drastis. Strategi “menunggu harga turun” mungkin tidak lagi efektif di tengah volatilitas pasar tahun 2026.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

