>

Kapan Harga RAM Turun? Prediksi Sepanjang 2026 Makin Memburuk

Kapan Harga RAM Turun? Prediksi Sepanjang 2026 Makin Memburuk

Kalau kalian merasa harga RAM sekarang makin absurd, sayangnya itu bukan perasaan semata. Kenaikan harga DRAM dan NAND yang terjadi sepanjang 2025 bukan sekadar siklus biasa—ini adalah perubahan struktural yang dampaknya bisa terasa bertahun-tahun ke depan. Dan kabar buruknya, penurunan harga belum terlihat di depan mata.

Baca juga: Cukup Pakai Headphone, Google Hadirkan Terjemahan Bahasa Secara Instan

Industri memori global sedang mengalami pergeseran besar: pabrikan DRAM lebih memilih memproduksi HBM (High Bandwidth Memory) untuk memenuhi kebutuhan akselerator AI, ketimbang memproduksi DDR5 dan LPDDR untuk PC, laptop, atau smartphone. Akibatnya, memori “rakyat” justru menjadi korban.

Menurut Gerry Chen, General Manager TeamGroup—salah satu pemain besar industri memori—harga kontrak DRAM dan NAND sudah hampir dua kali lipat dalam waktu singkat. Bahkan pada Desember lalu, beberapa kategori DRAM dan 3D NAND mengalami kenaikan 80–100% hanya dalam satu bulan.

Data pasar juga berbicara keras. Harga chip DDR5 16Gb yang pada September masih di kisaran $6–7, melonjak ke atas $27 di awal Desember. Artinya, biaya memori saja untuk modul RAM 16GB kini tembus lebih dari $217, belum termasuk PCB, PMIC, perakitan, pengujian, logistik, pajak, dan margin produsen.

Tak heran kalau RAM 16GB DDR5 sekarang bisa terasa “lebih mahal dari GPU bekas”.

Kapan Harga RAM Turun? Prediksi Sepanjang 2026 Makin Memburuk

AI Jadi Biang Kerok Utama

Akar masalahnya cukup jelas: AI menghisap kapasitas produksi DRAM dunia. Chip HBM yang dipakai GPU AI seperti Nvidia B300 atau akselerator milik Google, AWS, dan Microsoft menggunakan die DRAM yang lebih besar dan lebih menguntungkan bagi pabrikan.

Masalahnya, perusahaan-perusahaan raksasa ini memesan kapasitas bertahun-tahun di muka. Jadi begitu jalur produksi dialihkan ke HBM, pasokan DDR dan LPDDR langsung keteteran. Bukan karena permintaan konsumen naik, tapi karena suplai dipotong.

Dan ini bukan sesuatu yang bisa dibalikkan dalam hitungan bulan.

2026 Akan Lebih Parah

Menurut TEAMGROUP, situasi justru diperkirakan memburuk pada awal hingga pertengahan 2026, saat stok distributor benar-benar habis. Pada fase itu, masalahnya bukan lagi soal harga mahal—tapi barang tidak tersedia, bahkan bagi pembeli yang siap membayar lebih.

Lebih mengkhawatirkan lagi, normalisasi pasar diprediksi baru akan terjadi di rentang 2027–2028. Itu pun dengan catatan ada tambahan kapasitas produksi baru.

Masalahnya, membangun pabrik memori dari nol bukan perkara cepat. Dari keputusan investasi hingga fab siap produksi, dibutuhkan minimal tiga tahun. Artinya, kalau Micron, Samsung, atau SK hynix baru memutuskan ekspansi hari ini, hasil nyatanya baru terasa akhir 2028 atau bahkan 2029.

Jadi, Kapan Harga RAM Turun?

Jawaban jujurnya: bukan dalam waktu dekat.

Harga mungkin akan naik-turun dalam jangka pendek karena faktor spekulasi atau koreksi pasar, tapi untuk kembali ke level “masuk akal” seperti era awal DDR5? Itu hampir mustahil sebelum suplai benar-benar pulih.

Selama AI masih menjadi prioritas utama industri semikonduktor, RAM untuk PC, laptop, dan konsumen umum akan tetap berada di posisi nomor dua.

Buat kalian yang berencana upgrade PC atau rakit sistem baru, kondisi ini memaksa kita lebih realistis:

  • Upgrade seperlunya, jangan berlebihan
  • Manfaatkan RAM yang ada selama masih relevan
  • Jangan menunggu “harga normal” dalam waktu dekat, karena normal lama sudah lewat

Ironisnya, di era teknologi makin maju, komponen paling dasar justru makin sulit dijangkau. Dan kalau situasinya terus seperti ini, bukan tidak mungkin RAM akan menjadi bottleneck terbesar industri PC dalam beberapa tahun ke depan.

Bukan karena teknologinya mentok—tapi karena AI mengambil semuanya lebih dulu.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com