>

Roblox Terapkan Age ID Verification untuk Lindungi Anak dari Predator Online

Roblox Terapkan Age ID Verification untuk Lindungi Anak dari Predator Online

Roblox, salah satu platform gaming terbesar di dunia dengan jutaan pemain aktif harian, kembali jadi sorotan publik terkait isu keamanan anak di internet. Banyaknya pengguna anak-anak dan remaja membuat Roblox rawan disalahgunakan oleh predator online. Menanggapi hal tersebut, perusahaan resmi mengumumkan rencana penerapan teknologi estimasi usia berbasis wajah guna mencegah komunikasi anak dengan orang dewasa yang tidak dikenal.

Baca juga: Noctua Siap Rilis AIO Liquid Cooling Pertama di 2026

Menurut Chief Safety Officer Roblox, Matt Kaufman, kebijakan baru ini akan berlaku secara bertahap hingga akhir 2025. Sistem keamanan tersebut menggabungkan verifikasi ID resmi dengan analisis selfie untuk memperkirakan usia pengguna. Nantinya, hasil estimasi akan menentukan kategori umur pemain, mulai dari di bawah 13 tahun, 13–17 tahun, hingga 18 tahun ke atas.

Penerapan teknologi ini berdampak langsung pada pengalaman bermain. Untuk pengguna berusia di bawah 13 tahun, Roblox akan membatasi akses ke sejumlah fitur, termasuk menghapus sebagian data pribadi seperti email dan nomor ponsel. Selain itu, komunikasi dengan orang dewasa yang tidak memiliki hubungan nyata dengan anak juga akan dibatasi secara otomatis.

Roblox Terapkan Age ID Verification untuk Lindungi Anak dari Predator Online

Roblox menegaskan bahwa langkah ini bagian dari visi jangka panjang mereka untuk membangun ekosistem aman bagi semua umur. Sejak Januari 2025, perusahaan mengklaim sudah meluncurkan lebih dari 100 inisiatif keamanan baru, mulai dari filter suara dan teks yang lebih ketat, sistem komunikasi berbasis usia, hingga Sentinel AI, sistem open-source untuk deteksi konten berbahaya.

Meski begitu, kebijakan verifikasi usia ini tetap menuai kontroversi. Di Inggris, misalnya, ditemukan kasus pengguna yang berhasil melewati verifikasi biometrik dengan trik sederhana seperti memakai screenshot Death Stranding atau VPN. Selain itu, Roblox juga sedang menghadapi tekanan hukum di Amerika Serikat, termasuk gugatan dari Jaksa Agung Louisiana terkait tuduhan eksploitasi anak dan perdagangan konten pelecehan seksual anak (CSAM) di platform.

Dengan meningkatnya kritik, langkah baru ini akan jadi ujian besar bagi Roblox dalam menyeimbangkan perlindungan anak, privasi pengguna, dan kenyamanan bermain jutaan gamer di seluruh dunia.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.