AMD Siapkan Discrete NPU: Masa Depan AI PC Tak Lagi Bergantung pada GPU
Seiring AI semakin menjadi inti dari pengalaman komputasi modern, AMD tengah menjajaki arah baru dalam desain hardware PC: discrete Neural Processing Unit (NPU). Jika selama ini GPU menjadi tulang punggung untuk mempercepat beban kerja AI, tren industri kini bergerak ke arah akselerator khusus yang lebih hemat daya, efisien, dan lebih cocok untuk desain PC modern yang ringkas.
Baca juga: Ini Dia Daftar Profesi yang Terancam AI di Era Otomatisasi
Langkah AMD ini bukan hanya reaksi terhadap kompetisi, tetapi cerminan dari perubahan besar di lanskap komputasi. Dalam sesi briefing sebelum acara Advancing AI, Rahul Tikoo selaku pimpinan divisi CPU client AMD mengungkapkan bahwa perusahaan sedang berdiskusi dengan berbagai mitra mengenai bentuk dan potensi dari chip NPU terpisah ini.
“Kami sedang berbicara dengan para pelanggan tentang use case dan peluang untuk akselerator AI khusus yang bukan GPU, tapi bisa menjadi NPU,” ungkap Tikoo.
Mengapa NPU?
GPU telah mendominasi akselerasi komputasi berat, namun kebutuhan AI modern – khususnya inferensi model bahasa dan visi komputer – cenderung membutuhkan efisiensi daya yang lebih tinggi. Inilah celah yang coba diisi oleh discrete NPU: memberikan performa tinggi tanpa beban termal dan konsumsi daya seperti GPU.
Dell sudah mengambil langkah awal dengan menyematkan Qualcomm AI 100 inference card dalam laptop Pro Max Plus mereka – diklaim sebagai discrete NPU enterprise-grade pertama untuk PC.
AMD sendiri telah menanamkan AI Engine hasil akuisisi Xilinx ke dalam prosesor Ryzen terbaru. Teknologi ini, jika ditingkatkan skalanya, bisa menjadi dasar untuk chip NPU mandiri. CTO Sterling Computers, Christopher Cyr, menyebut bahwa roadmap teknologinya sudah cukup jelas.
“Kalau satu tile NPU bisa memberi 50 TOPS, tinggal tambah jadi dua untuk 100 TOPS. Asalkan efisien daya dan tidak sepanas GPU, ini akan jadi lompatan besar,” ujarnya.
Di tengah dominasi NVIDIA dengan GPU dan gerakan cepat Intel yang sudah menambahkan NPU ke jajaran Core Ultra mereka, AMD nampaknya tidak ingin hanya mengandalkan integrasi. Discrete NPU berpotensi membuka lini produk baru – selain CPU, GPU, dan APU – yang lebih ramah daya, lebih ramping, dan tetap kuat dalam menangani beban AI.
Menariknya, proyek open-source AMD bernama Gaia juga memberi sinyal bahwa perusahaan ini serius membangun ekosistem AI lokal berbasis Ryzen. Proyek ini memungkinkan model bahasa besar dijalankan secara lokal tanpa koneksi cloud, menjawab tantangan privasi dan latency di era AI.
Namun, tantangan terbesar tetap pada efisiensi daya dan manajemen panas. Jika discrete NPU hanya menjadi satu lagi komponen “panas dan boros” seperti GPU, maka keunggulan efisiensinya akan hilang. OEM PC seperti HP, Lenovo, dan Dell tentu mencari solusi yang bisa masuk ke laptop tipis tanpa mengorbankan performa maupun daya tahan baterai.
Tikoo tidak memberikan jadwal peluncuran, karena masih berada dalam ranah NDA. Namun ia menegaskan bahwa AMD sudah memiliki “puzzle piece”-nya – tinggal bagaimana dan kapan potongan itu akan dirakit menjadi produk nyata.
Dulu GPU menjadi jawaban atas semua kebutuhan komputasi berat, termasuk AI. Namun sekarang, AI itu sendiri mendorong kelahiran hardware baru yang lebih spesifik, lebih ramping, dan lebih efisien – seperti NPU. AMD, bersama Intel dan Qualcomm, sedang berada di garis depan perlombaan ini. Jika discrete NPU AMD benar-benar hadir, maka lanskap AI PC dalam lima tahun ke depan bisa terlihat sangat berbeda dari sekarang.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
