>

AS Tambah Puluhan Perusahaan Teknologi Asal Tiongkok ke Daftar Hitam

AS Tambah Puluhan Perusahaan Teknologi Asal Tiongkok ke Daftar Hitam

Amerika Serikat kembali memperketat kebijakan ekspor terhadap Tiongkok dengan menambahkan puluhan perusahaan teknologi asal Negeri Tirai Bambu ke dalam daftar hitam perdagangan. Langkah ini bertujuan untuk memperlambat perkembangan China dalam chip AI, komputasi exascale, dan komputasi kuantum yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer.

Baca juga: Zotac Naikkan Harga RTX 5090 Hampir 2x Lipat, Tanpa Model MSRP

Biro Keamanan dan Industri (BIS) di bawah Departemen Perdagangan AS telah menambahkan 80 organisasi ke dalam daftar entitas, termasuk lebih dari 70 perusahaan dari China. Beberapa entitas dari Uni Emirat Arab, Afrika Selatan, Iran, dan Taiwan juga turut masuk dalam daftar tersebut.

Dengan masuknya perusahaan-perusahaan ini dalam daftar hitam, perusahaan AS yang ingin menjalin kerja sama harus mengajukan lisensi khusus, yang dalam sebagian besar kasus akan ditolak. Kebijakan ini mirip dengan langkah AS sebelumnya pada 2019, saat pemerintahan Donald Trump memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam perdagangan.

Beberapa perusahaan yang terkena dampak kebijakan terbaru ini termasuk enam anak perusahaan Inspur Group, yang sebelumnya telah masuk daftar hitam pada 2023. Inspur Group dituduh mencoba mendapatkan produk asal AS guna mendukung proyek superkomputer untuk pemerintah dan militer China.

Selain itu, produsen server China Nettrix Information Industry Co, serta Suma Technology Co dan Suma-USI Electronics juga masuk dalam daftar larangan. Akademi riset nirlaba Beijing Academy of Artificial Intelligence pun turut terkena sanksi, mencerminkan kekhawatiran AS terhadap perkembangan pesat model kecerdasan buatan China.

BIS menegaskan bahwa mereka berupaya menghambat pengembangan senjata hipersonik China serta membatasi akses ke teknologi yang dapat digunakan dalam program nuklir dan rudal balistik yang tidak diawasi.

AS Tambah Puluhan Perusahaan Teknologi Asal Tiongkok ke Daftar Hitam

China: AS Takut dengan Kemajuan Kami

Menanggapi langkah ini, China menyatakan bahwa sanksi AS tidak akan menghentikan laju kemajuan teknologinya. Beijing menegaskan bahwa tindakan ini mencerminkan kegelisahan AS terhadap pesatnya perkembangan teknologi China, khususnya dalam model bahasa besar, komputasi kuantum, dan teknologi militer lainnya.

Direktur Pusat Studi Ekonomi Politik Internasional di Universitas Renmin, Bao Jianyun, mengatakan kepada Global Times bahwa ini merupakan eskalasi lebih lanjut dari upaya AS dalam membendung dominasi teknologi China.

Kementerian Luar Negeri China pun mengecam keras pembatasan ekspor ini, dan mendesak Washington agar tidak lagi “menggeneralisasi keamanan nasional” sebagai alasan untuk menekan negara lain.

Babak Baru dalam Perang Teknologi AS-Tiongkok

Langkah ini menegaskan bahwa persaingan teknologi antara AS dan Tiongkok terus memanas, terutama dalam bidang AI dan komputasi kuantum. Dengan semakin banyaknya perusahaan China yang masuk dalam daftar hitam, Beijing kemungkinan akan meningkatkan upaya pengembangan teknologi secara mandiri untuk mengurangi ketergantungan terhadap teknologi Barat.

Apakah strategi AS ini akan berhasil menghambat perkembangan China? Atau justru akan mendorong Beijing semakin agresif dalam membangun ekosistem teknologinya sendiri? Yang jelas, perang teknologi antara kedua negara adidaya ini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.