ASRock Berencana Pindahkan Produksi dari Tiongkok, Imbas Tarif Impor AS
ASRock mengumumkan rencana untuk memindahkan sebagian produksinya keluar dari China, menyusul kebijakan tarif baru dari pemerintah Amerika Serikat. White House baru saja menetapkan pajak impor tambahan sebesar 10% untuk semua barang dari China, yang berdampak langsung pada industri perangkat keras PC, termasuk produsen GPU dan motherboard seperti ASRock.
Baca juga: Pasokan RTX 4060 Mulai Dibatasi, Rilis RTX 5060 & 5060 Ti Semakin Dekat?
Tantangan Produksi & Kenaikan Harga
Dalam wawancaranya dengan PCMag, ASRock menyatakan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk memindahkan proses manufaktur GPU dan produk lainnya ke negara lain. Namun, tantangan terbesar bukan hanya soal logistik, tetapi juga dampak ekonomi terhadap harga jual produk mereka.
“Kami mungkin harus menanggung sebagian biaya dan menaikkan harga sedikit untuk menyesuaikan dengan biaya produksi yang lebih tinggi,” kata perwakilan ASRock. “Namun, menaikkan harga bukanlah hal mudah karena pasar masih sangat kompetitif.”
Selain pajak baru ini, beberapa komponen tertentu—seperti power supply (PSU)—sudah terkena tarif 25% sebelumnya. ASRock menegaskan bahwa mereka akan terus menggunakan strategi yang telah diterapkan selama ini untuk menghadapi kenaikan pajak tersebut.
Jika pemerintahan Trump tidak jadi menerapkan tarif besar-besaran terhadap Taiwan, dampak utama kebijakan ini akan dirasakan oleh perusahaan yang masih memiliki sebagian besar produksi di China, seperti ASRock dan MSI (yang memproduksi motherboard di Shenzhen, China).
Langkah ASRock ini bukan kejutan besar, mengingat tren serupa sudah mulai terlihat sejak akhir 2024. Misalnya, PC Partner—produsen PCB terbesar kedua di dunia yang membuat kartu grafis untuk Inno3D dan Zotac—telah memindahkan kantor pusatnya dari China ke Singapura.
Bukan tidak mungkin langkah ini akan diikuti oleh perusahaan besar lainnya seperti GIGABYTE, MSI, dan ASUS dalam waktu dekat. Jika mereka juga memutuskan untuk mengalihkan produksi ke luar China, dampaknya bisa sangat besar bagi industri PC secara global, terutama dalam hal harga komponen dan pasokan produk.
Dengan perpindahan produksi dan tarif impor yang lebih tinggi, harga komponen PC bisa saja meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Sementara pabrikan lain juga mungkin akan mencari alternatif negara manufaktur, seperti Vietnam, Taiwan, atau Malaysia, untuk menghindari pajak tambahan dari AS. Meski harga bisa naik, persaingan ketat antar produsen bisa menahan lonjakan harga yang terlalu drastis.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

