- Berita Terbaru, Internet, Prosesor

Negeri Tiongkok Siap Sajikan CPU Produksi Sendiri, AMD “Zen” CPU Inside

Ketergantungan negeri Tiongkok terhadap perusahaan asing dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan penduduknya mungkin akan terus berkurang. Dan salah satu fakta tersebut nyata adanya adalah kehadiran prosesor terbaru produksi sendiri berkat kerjasama AMD dan produsen chip lokal, Tiongkok Chengdu Haiguang IC Design Co. (Hygon). Mereka siap menyajikan pilihan CPU yang hampir serupa dengan seri Ryzen, dimana mereka menyebutnya sebagai pilihan prosesor “Dhyana”.

Berkat kesepakatan lisensi kedua perusahaan besar ini, mereka siap memproduksi prosesor server berbasis x86 yang sebagian besar tidak dapat dibedakan dari prosesor EPYC AMD, bahkan karena letak perbedaan tidak terlalu signifikan, Pengembang kernel Linux harus melakukan sedikit perubahan dengan cara menambal untuk mendukung keluarga prosesor baru ini. Hal tersebut tentu merupakan bagian dari upaya untuk mematahkan ketergantungan negeri Tiongkok pada perusahaan teknologi asing, termasuk juga solusi baru dari dampak perang Dagang antara Amerika dengan Tiongkok.

Baca juga : AMD Radeon Vega 8 Review : iGPU Handal Dalam Performa Kasual

Negeri Tiongkok Siap Sajikan CPU Produksi Sendiri, AMD “Zen” CPU Inside

Sejak Edward Snowden mengungkapkan tentang upaya Badan Keamanan Nasional untuk menggunakan implan dalam produk teknologi dalam melakukan pengumpulan intelijen asing, negeri Tiongkok tampaknya telah menerapkan tekanan yang meningkat pada penyedia teknologi AS. Negara ini berharap untuk meningkatkan industri teknologi domestiknya sendiri melalui peraturan keamanan informasi baru yang ketat dan investasi dalam pemasok domestik.

Selain itu, Kebutuhan akan produsen prosesor server yang memiliki kinerja tinggi dalam negeri juga telah didorong oleh pembatasan ekspor AS ke China. Contohnya, pada tahun 2015 silam, administrasi Presiden Barack Obama memblokir penjualan prosesor Intel Xeon untuk superkomputer Tianhe-2 atas kekhawatiran bahwa penjualan akan membantu program senjata nuklir China. Ekspor prosesor berkinerja tinggi ke negara teresebut kini telah dibatasi sejak itu, dan pemerintah AS juga telah pindah untuk mencegah Tiongkok mengakuisisi perusahaan teknologi di masa lalu atas masalah keamanan nasional.

Konsekuensi yang tidak disengaja dari pembatasan ini adalah bahwa pemerintah Cina telah memacu investasi dalam pengolah domestic, bahkan mereka kini telah menemukan cara di sekitar pembatasan impor dengan pengaturan lisensi dan usaha patungan. Suzhou PowerCore Technology Co. melisensikan arsitektur Power8 dari IBM pada tahun 2015. Disisi lain,  Zhaoxin, perusahaan teknologi milik negara ini juga telah mendesain prosesor desktop x86 domestik dalam usaha bersama dengan VIA. Dan sekarang, perjanjian lisensi AMD kini bisa memanfaatkan kesepakatan lisensi dan usaha bersama untuk memungkinkan penggunaan kekayaan intelektual x86, sehingga bisa memberikan apa yang akan menjadi langkah pertama menuju platform server berkinerja tinggi produksi dalam negeri.

Mereka siap memberikan pilihan CPU baru (atau hampir sama) yang didasarkan arsitektur “Zen” AMD dan EPYC, dimana prosesor “Dhyana” tampaknya difokuskan pada aplikasi yang disematkan untuk saat ini. Mereka bukan prosesor yang di-socket tetapi sebaliknya ini adalah sebuah desain sistem-on-chip (SoC), mirip dengan prosesor komputasi embedded EPYC yang diproduksi di tempat lain oleh AMD.

Desain SoC tidak selalu menghalangi penggunaan prosesor Dhyana dalam aplikasi cluster berkinerja tinggi atau dalam aplikasi pusat data yang biasanya akan diisi (jika tidak untuk pembatasan perdagangan) oleh Intel Xeon atau prosesor server lainnya. Dan dengan keseluruhan dorongan Tiongkok dalam upaya untuk meningkatkan teknologi informasi dan manufakturnya sendiri akan membuat mereka bisa jauh lebih mandiri dalam upaya untuk melepas ketergantungan mereka dari produsen asing.

 Baca Juga :



Comments
Loading...

About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat