- Berita Terbaru, Games, Gaming Gear, Serba-serbi

eSport & Gamer Pro, Harapan Baru Untuk Ajang Olimpiade 2024

Dunia Esport semakin populer hari ini, dan nyatanya mungkin saja ini menjadi salah satu bagian bidang olahraga  untuk ajang perhelatan olahraga terbesar di dunia, Olimpiade. Hal tersebut ditandai dengan berbagai event yang banyak melibatkan pemain professional terhebat dari yang pernah ada, salah satunya hadir dari event gaming Starcraft. Dan berbicara mengenai game tersebut, GamerGirl Sasha “Scarlett” Hostyn membuat sejarah baru sebagai perempuan pertama dan orang non-Korea yang memainkan StarCraft kemarin dengan menempatkan posisi pertama di turnamen IEM Pyeongchang 2018.

Pemain yang berasal dari Kanada tersebut mengalahkan juara dunia dua kali Kim “sOs” Yoo Jin, seorang pemain Pro yang benar-benar handal dalam urusan game tersebut. Sasha berhasil membukukan kemenangan dengan skor telak hingga 4-1. Dan tentu saja Kemenangan ini menandakan era baru bagi Scarlett, yang secara singkat telah melangkah ke dunia StarCraft hanya dalam jangka waktu 3 tahun sejak tahun 2015. Pada saat itu, dia masih belum memberikan sisi “kehebatannya”, bahkan sempat berfikir untuk berhenti. ia kembali ke permainan dengan semangat baru, menempatkannya di tiga turnamen besar pada 2016 dan 2017.

Esport

Turnamen ini juga tanda bahwa hal tersebut menjadi bagian dari evaluasi terus-menerus terhadap Komite Olimpiade Internasional (IOC ) sebagai ajang medali potensial di Olimpiade 2024. Timo Lumme, Managing Director IOC Television and Marketing Services, mengatakan bahwa “ Setelah mengikuti KTT Olimpiade minggu lalu, IOC sekarang tengah menjajaki hubungan para pengembang game lebih lanjut. Ini merupakan tanda awal mengenai masa depan cerah yang menggairahkan bagi game ESport dan kami tertarik untuk melihat bagaimana pengalaman ini bisa segera diwujudkan “

Meskipun hal tersebut bisa diwujudkan, namun ada sejumlah hambatan. Salah satunya datang dari  presiden IOC Thomas Bach, dimana pada agustus lalu ia mengatakan bahwa tampaknya Gaming ESport bertentangan dengan tujuan Olimpiade untuk “mempromosikan non-diskriminasi, tanpa kekerasan, dan perdamaian. Ini tidak sesuai dengan video game, yaitu tentang kekerasan, ledakan dan pembunuhan. ” Ungkapnya.

StarCraft II dan beberapa game sejenisnya memang menggambarkan perang dan kematian, dengan manusia melawan alien dalam setting fiksi ilmiah futuristik. Namun, basis pemain game professional bisa menunjukan aksi layaknya dunia olahraga. Hal tersebut terlihat seperti bagaimana aksi kerjasama dan bakat yang luar biasa dari sebuah tim dihadirkan. Hanya saja, hal tersebut tidak terlalu dilihat sebagai alasan utama. Tapi sekali lagi, hal tersebut bukan menjadi alasan utama untuk menutup aksi ESport dalam ajang ini, apalagi semakin hari dunia ESport semakin menunjukan bahwa mereka pun bisa hadir dengan pilihan yang jauh lebih spektakuler.

 Baca Juga :




Comments

About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat