Pasar PC Global Di Q3 2026 Anjlok: Imbas Harga Memori Melonjak!
Laporan awal dari lembaga riset pasar IDC menunjukkan penurunan drastis pada pengiriman Komputer Pribadi (PC/Laptop) secara global pada Kuartal III (Q3) tahun 2026. Total pengiriman PC tercatat terjun bebas 20,1% secara tahunan (year-over-year) menjadi hanya 62,7 juta unit, meluncur deras dibanding periode yang sama tahun lalu yang menyentuh 78,5 juta unit.
Ini menandai penurunan kuartalan dua kali berturut-turut, sekaligus menjadi yang terparah sepanjang tahun ini—mengingat Q2 sebelumnya hanya mencatatkan koreksi tipis sebesar 3,8%. Penurunan ini juga tercatat sebesar 9,1% dibandingkan Q2 2026, sebuah pola yang tergolong anomali karena kuartal ketiga biasanya menjadi puncak penjualan PC (high season).
Baca juga: AMD Konfirmasi FSR 4 Siap Hadir di APU & Handheld Akhir 2026
IDC menjelaskan bahwa biang kerok utama dari anjloknya volume penjualan di paruh kedua tahun 2026 ini adalah akibat aksi stocking up (penumpukan stok) yang masif oleh para vendor di paruh pertama. Para produsen sebelumnya memborong stok lebih awal guna menghindari kenaikan harga komponen—khususnya memori (RAM dan SSD)—yang melambung tinggi. Akibatnya, alokasi permintaan pasar untuk paruh kedua tahun ini terkuras habis di tengah tingginya harga jual perangkat ke konsumen.
Tiga Raksasa Produsen PC Alami Pukulan Terberat
Penurunan pasar terbesar dialami oleh tiga produsen PC terbesar di dunia. Ketiganya bahkan harus kehilangan total 4,2 poin persentase pangsa pasar (market share) secara akumulatif.
- HP: Mengalami penurunan paling brutal hingga 30,9% (year-over-year) dengan total pengiriman hanya 10,3 juta unit.
- Dell: Mengikuti di belakang dengan koreksi tajam sebesar 25,0% menjadi 7,6 juta unit.
- Lenovo: Meski pengirimannya merosot 22,6% menjadi 14,9 juta unit, produsen asal Tiongkok ini masih bertahan di posisi pertama pasar PC global dengan pangsa pasar 23,8%.
Sementara itu, Apple dan ASUS juga mengalami penurunan pengiriman, masing-masing sebesar 11,3% dan 8,6%. Namun, karena tingkat penurunan kedua merek tersebut lebih lambat dari laju penurunan pasar secara keseluruhan, pangsa pasar Apple dan ASUS justru terkerek naik masing-masing menjadi 9,5% dan 8,7%.
Di tengah harga PC yang melambung tinggi, ada sedikit celah kabar baik bagi calon pembeli. Research Director IDC, Jitesh Ubrani, mengungkapkan bahwa para distributor dan pemilik toko (channel) mulai cemas akan risiko menumpuknya stok barang lama (inventory) di tengah lesunya daya beli masyarakat.
Kondisi penumpukan stok ini berpotensi memicu hadirnya program potongan harga atau promo diskon pembersihan stok dari para penjual.
Namun, IDC memberi peringatan bahwa diskon yang ditawarkan dipastikan akan sangat terbatas dan bersifat sementara. Pasalnya, harga dasar perangkat diprediksi akan tetap bertahan jauh lebih tinggi dibandingkan level harga tahun lalu imbal dari mahalnya harga komponen inti.
Laporan IDC untuk Q3 2026 mempertegas realitas pahit industri PC saat ini. Kombinasi dari lonjakan harga memori, ketatnya pasokan komponen, serta pemburukan kondisi ekonomi makro berisiko terus menekan permintaan pasar PC secara global hingga penutupan tahun 2026 dan memasuki awal tahun 2027.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
