>

Penjualan CPU Desktop Anjlok: Harga Komponen Melonjak – Upgrade PC Makin Mahal

Penjualan CPU Desktop Anjlok: Harga Komponen Melonjak – Upgrade PC Makin Mahal

Pasar CPU desktop tiba-tiba mengerem keras. Data terbaru dari Amazon AS menunjukkan penjualan prosesor socketed turun drastis, bukan karena persaingan semata, melainkan karena satu faktor krusial: harga memori DDR5 yang melonjak akibat serapan masif industri AI.

Menurut data yang dihimpun TechEpiphany, Amazon hanya menjual sekitar 26.100 CPU pada Januari 2026. Jika dibandingkan Januari 2025 yang tembus 63.840 unit (gabungan AMD dan Intel), itu berarti penurunan sekitar 59%. Bahkan Desember 2025 pun sudah turun 46% dibanding Desember 2024. Pangsa pasar relatif stabil, tapi volume absolutnya rontok.

Baca juga: Ray Tracing di 2026: Visual Mewah, Tapi Kenapa Malah Sering Dimatikan?

AMD 88%, Tapi Ini Bukan Sekadar Soal Menang

Di tengah pelemahan pasar, Advanced Micro Devices (AMD) justru mencatat dominasi besar dengan pangsa pasar 88% di Amazon AS pada Januari 2026. Lini X3D mereka masih jadi primadona, terutama Ryzen 7 9800X3D, yang sendirian menyumbang hampir 20% dari total penjualan prosesor bulan itu.

Teknologi 3D V-Cache—penumpukan L3 cache secara vertikal—terbukti terus menarik gamer dan enthusiast. Secara keseluruhan, AMD menguasai 17 dari 20 posisi CPU terlaris.

Sebaliknya, Intel terus mengalami penurunan pangsa, dengan market share tinggal sekitar 11% bulan lalu. Lini Core Ultra belum punya jawaban langsung untuk 3D V-Cache, meski Intel dikabarkan akan membawa konsep big Last-Level Cache (bLLC) di generasi Nova Lake mendatang.

Namun dominasi AMD ini bukan cerita kemenangan murni. Ini juga cerita soal keterbatasan suplai.

DDR5 Mahal, Builder Balik ke Ryzen Lawas

Masalah utamanya ada di memori. Data center AI menyerap sebagian besar kapasitas produksi DRAM dan NAND, membuat harga DDR5 melonjak tajam. Sementara itu, prosesor Ryzen 9000 mengharuskan penggunaan DDR5.

Akibatnya, banyak perakit PC memilih mundur satu atau dua generasi.

Contohnya:

  • Penjualan Ryzen 7 5800X hampir dua kali lipat dibanding tahun lalu.
  • Ryzen 5 3600, yang bahkan tidak masuk daftar Januari 2025, masih terjual sekitar 200 unit bulan lalu.
  • Ryzen 7 5800XT juga tampil mengejutkan, bersaing ketat di tangga atas Amazon AS, UK, hingga Jerman.

Ini sinyal jelas: bottleneck upgrade PC saat ini bukan CPU, melainkan memori.

Selama DDR5 tetap mahal, platform AM4 + DDR4 masih terasa jauh lebih masuk akal bagi banyak pengguna.

Efek domino tidak berhenti di prosesor. Harga GPU juga mulai terdorong naik lagi. Data tren dari PC Part Picker menunjukkan lini RTX 50-series kembali merangkak naik, sementara varian seperti RTX 5070 Ti nyaris menghilang dari peredaran.

Tekanan suplai memori membuat seluruh ekosistem PC ikut goyah.

Bukan Soal Minat, Tapi Soal Biaya

Penurunan 59% bukan berarti orang berhenti ingin upgrade. Justru sebaliknya—minat tetap ada, tapi biaya total platform (CPU + DDR5 + motherboard baru) membuat banyak orang menunda.

Selama AI data center terus menyedot kapasitas DRAM global, pasar konsumen akan berada di posisi defensif. Dan untuk sementara waktu, CPU baru bukanlah masalah terbesar industri PC. Memori-lah yang menentukan segalanya.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.