Komisi Eropa Gugat TikTok: Fitur “Infinite Scroll” Dianggap sebagai Risiko Sistemik
Komisi Eropa secara resmi telah melayangkan dakwaan terhadap TikTok, dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut secara sengaja merancang produknya agar bersifat adiktif, terutama bagi pengguna di bawah umur. Langkah ini menandai tonggak sejarah baru dalam regulasi digital, di mana regulator Uni Eropa untuk pertama kalinya mengklasifikasikan “desain adiktif” sebagai risiko sistemik di bawah Digital Services Act (DSA).
Investigasi awal menyoroti beberapa fitur inti seperti infinite scroll (gulir tanpa batas), algoritma rekomendasi yang agresif, serta kurangnya batasan penggunaan bawaan yang efektif sebagai pemicu utama gangguan kesehatan mental pengguna.
Baca juga: Samsung Mulai Produksi Modul LPCAMM2 LPDDR5X 96GB 9.600 MT/s
Implikasi Hukum & Potensi Sanksi
Di bawah kerangka hukum DSA, platform besar diwajibkan untuk menilai dan memitigasi risiko sistemik yang dapat merugikan masyarakat. Melalui pengumuman ini, Komisi Eropa memberikan indikasi kuat bahwa TikTok kemungkinan besar akan diwajibkan untuk:
- Menonaktifkan fitur infinite scroll atau mengubah mekanisme dasarnya.
- Menerapkan intervensi durasi layar (screen-time) yang lebih ketat secara otomatis.
- Melakukan restrukturisasi pada sistem rekomendasi konten guna mengurangi paparan berlebih.
Apabila TikTok gagal melakukan mitigasi yang memuaskan atau kalah dalam persidangan, perusahaan di bawah naungan ByteDance ini terancam denda administratif hingga enam persen dari total pendapatan tahunan globalnya.
Kasus ini dipandang oleh para ahli kebijakan sebagai “cetak biru” atau template untuk menindak platform lain yang menggunakan model bisnis serupa. Saat ini, Meta (induk perusahaan Facebook dan Instagram) juga tengah berada dalam investigasi paralel terkait pola desain yang identik.
Henna Virkkunen, pejabat tinggi teknologi Uni Eropa, menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengatasi dampak negatif media sosial terhadap kesejahteraan psikologis generasi muda. Kelompok sipil internasional menyambut baik keputusan ini, dengan argumen bahwa model bisnis yang hanya mengutamakan keterlibatan pengguna (engagement) di atas kesehatan pengguna harus segera diatur secara ketat.
Respons & Langkah Hukum TikTok
Menanggapi dakwaan tersebut, juru bicara TikTok, Paolo Ganino, menyatakan bahwa temuan Komisi Eropa adalah “keliru secara kategoris dan sepenuhnya tidak berdasar.” TikTok menegaskan akan menggunakan seluruh upaya hukum yang tersedia untuk menentang putusan tersebut.
Perselisihan hukum ini diperkirakan akan berlangsung selama beberapa bulan hingga tahun, mengingat kompleksitas definisi “risiko kesehatan mental” yang masih terbuka untuk diperdebatkan dalam konteks hukum digital.
Keputusan Uni Eropa ini menandai berakhirnya era rekayasa atensi (attention engineering) tanpa regulasi. Jika Brussels berhasil memformalkan aturan mengenai desain platform yang sehat, standar ini kemungkinan besar akan diadopsi oleh yurisdiksi lain di seluruh dunia, memaksa perusahaan teknologi untuk memprioritaskan kontrol pengguna dibandingkan metrik keterlibatan semata.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

