>

NVIDIA RTX 50 “SUPER” Batal Meluncur, RTX 60 Series Ditunda Lebih Lama

NVIDIA RTX 50 “SUPER” Batal Meluncur, RTX 60 Series Ditunda Lebih Lama

Era keemasan kecerdasan buatan (AI) ternyata menjadi mimpi buruk bagi ekosistem gaming. Menurut laporan terbaru dari The Information, NVIDIA secara resmi telah menunda — atau bahkan membatalkan — peluncuran lini GeForce RTX 50 “SUPER” yang semula dijadwalkan tampil di CES 2026.

Alasannya sangat klasik namun menyakitkan: Uang dan Prioritas. NVIDIA lebih memilih mengalokasikan stok memori canggih GDDR7 berkapasitas tinggi ke akselerator AI mereka yang memiliki margin keuntungan jauh lebih tinggi.

Baca juga: Rayakan 30 Tahun PowerShot, Canon Rilis G7 X Mark III Limited Edition

Rebutan Memori GDDR7 3GB

Lini “SUPER” awalnya dirancang untuk membawa peningkatan signifikan pada kapasitas memori menggunakan modul GDDR7 3GB per chip. Sayangnya, modul yang sama ternyata sangat dibutuhkan oleh kartu kelas profesional seperti RTX PRO 6000 “Blackwell” dan “Rubin CPX” untuk industri AI.

Keputusan para eksekutif NVIDIA pada Desember lalu cukup tegas: Gamer harus mengalah. Stok memori yang terbatas akan dialihkan sepenuhnya untuk memenuhi permintaan korporasi yang sedang gila-gilaan membangun infrastruktur AI.

Tanpa kehadiran seri SUPER, rencana peningkatan memori berikut ini kini tinggal kenangan:

  • GeForce RTX 5070 SUPER: Batal mendapatkan upgrade memori hingga 18 GB.
  • GeForce RTX 5070 Ti SUPER: Batal menawarkan kapasitas 24 GB GDDR7.
  • GeForce RTX 5080 SUPER: Batal memberikan performa 24 GB yang sangat dinantikan untuk gaming 4K.

Akibatnya, gamer kini dipaksa untuk puas dengan seri reguler RTX 50 yang harganya masih melambung tinggi akibat stok yang terbatas dan permintaan pasar yang tidak seimbang.

Nasib RTX 60 “Rubin” Juga Terancam

Penderitaan gamer tidak berhenti di situ. Laporan internal menunjukkan bahwa generasi berikutnya, RTX 60-series “Rubin”, juga mengalami kemunduran dalam peta jalan internal perusahaan.

Meskipun produksi massal semula direncanakan pada akhir 2027, NVIDIA dikabarkan kesulitan mengamankan kapasitas produksi memori dari raksasa seperti Samsung, Micron, dan SK hynix. Jika tren ini berlanjut, jeda antar generasi GPU akan menjadi semakin lama dari yang biasanya kita nikmati.

Saat ini, NVIDIA bukan lagi “perusahaan gaming yang bikin chip AI,” melainkan “perusahaan AI yang kebetulan masih jualan kartu grafis.” Dengan harga saham yang terus meroket berkat AI, suara gamer yang mengeluhkan harga GPU yang mahal tampaknya hanya menjadi bisikan pelan di telinga NVIDIA.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com