>

GTA 6 Tanpa AI Generatif: Fokus pada Dunia Handcrafted

GTA 6 Tanpa AI Generatif: Fokus pada Dunia Handcrafted

Di tengah demam Generative AI yang melanda industri software dan gaming, Rockstar Games justru memilih jalan “klasik”. CEO Take-Two Interactive, Strauss Zelnick, baru saja menegaskan bahwa mahakarya yang paling dinanti dunia, Grand Theft Auto VI (GTA 6), dikembangkan tanpa bantuan AI Generatif.

Zelnick menegaskan bahwa dunia yang sedang dibangun Rockstar terlalu berharga untuk diserahkan kepada algoritme.

Baca juga: NVIDIA RTX 50 “SUPER” Batal Meluncur, RTX 60 Series Ditunda Lebih Lama

Bukan Produk “Copy-Paste” Algoritme

Zelnick memberikan gambaran betapa detailnya proses kreatif di balik pengembangan GTA 6. Menurutnya, perbedaan utama Rockstar dengan pengembang lain adalah dedikasi pada detail yang sangat personal.

Setiap gedung, jalanan, hingga lingkungan di GTA 6 dibuat dari nol oleh seniman manusia. Zelnick menyatakan bahwa dunia GTA tidak dibuat secara prosedural (otomatis oleh komputer), karena menurutnya hal itu justru menurunkan kualitas hiburan. Ia berpendapat bahwa AI belum mampu menciptakan properti hiburan yang hebat secara mandiri.

“Dunia mereka (Rockstar) dibuat dengan tangan. Itulah yang membedakan mereka. Mereka membangunnya dari bawah ke atas, lingkungan demi lingkungan. Mereka tidak dibuat secara prosedural, dan memang seharusnya tidak,” tegas Zelnick.

AI untuk Efisiensi, Bukan Kreativitas

Meski “mengharamkan” AI masuk ke dalam konten kreatif GTA 6, bukan berarti Take-Two anti-teknologi. Zelnick mengakui bahwa perusahaannya saat ini menjalankan ratusan proyek percontohan yang menggunakan alat AI Generatif.

Namun, fokusnya murni untuk efisiensi biaya dan waktu, bukan untuk menggantikan peran desainer dalam membangun inti dari permainan.

Hal ini berbanding terbalik dengan beberapa studio lain:

  • Embark Studios: Menggunakan AI untuk mempercepat proses voice acting.
  • Ubisoft: Sedang bereksperimen dengan rekan tim (teammate) yang dihasilkan oleh AI.
  • Electronic Arts (EA): Secara terbuka menyatakan peralihan besar-besaran ke alat AI Generatif di berbagai aplikasi mereka.

Pernyataan Zelnick ini adalah angin segar bagi para gamer yang khawatir bahwa AI akan membuat dunia game terasa “kosong” dan repetitif. Rockstar seolah ingin membuktikan bahwa alasan mengapa GTA selalu menjadi standar industri adalah karena setiap sudut kotanya memiliki “jiwa” yang hanya bisa diberikan oleh kreativitas manusia.

Bagi gamer, ini berarti satu hal: penantian panjang untuk GTA 6 kemungkinan besar akan terbayar dengan detail yang belum pernah kita lihat sebelumnya di industri gaming.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com