Harga DDR4 Meroket Gila-gilaan, Imbas Krisis DRAM & Efek Domino AI
Harga RAM DDR4 mulai menunjukkan dampak serius dari krisis DRAM global yang tengah berlangsung. Berdasarkan analisis terbaru dari Goldman Sachs (dikutip dari Ctee), harga DDR4 di pasar spot tercatat hingga 172% lebih mahal dibandingkan harga kontrak.
Lonjakan ini menjadi sinyal kuat bahwa permintaan DDR4 justru meningkat tajam, meski standar memori tersebut sudah tergolong “lama” dibandingkan DDR5.
Baca juga: Lonjakan Harga Gila-Gilaan, GPU RTX 50 Series Naik Hingga 22%
Permintaan DDR4 Justru Meledak
Laporan Ctee juga mencatat adanya peningkatan signifikan dalam ekspor DRAM dari Korea Selatan, yang naik 72% secara tahunan (YoY). Selain itu, produsen memori Nayanke mencatat pertumbuhan pendapatan tahunan hingga 445%, yang sebagian besar didorong oleh kenaikan harga DDR4.
Fenomena ini menunjukkan bahwa DDR4 masih menjadi tulang punggung bagi banyak sistem—mulai dari PC rumahan, workstation, hingga server—di tengah ketidakpastian pasokan memori generasi terbaru.
Kenaikan harga DDR4 tidak hanya terjadi di level industri. Di pasar konsumen, lonjakan ini sudah terasa jelas. Dalam enam bulan terakhir saja, harga Corsair Vengeance LPX DDR4-3200 32GB tercatat naik drastis dari sekitar USD 71,99 menjadi USD 262,99.
Kenaikan setajam ini jelas memukul pengguna yang masih mengandalkan platform DDR4, terutama perakit PC dengan anggaran terbatas.
Kenapa DDR4 Ikut Mahal?
Ada beberapa faktor utama yang memicu kenaikan harga DDR4:
- Krisis DRAM akibat industri AI: Permintaan memori besar-besaran dari sektor AI dan data center membuat pasokan DRAM tersedot ke HBM dan server-class memory.
- Harga DDR5 masih mahal dan pasokannya terbatas: Banyak pengguna dan OEM akhirnya memilih bertahan di DDR4 sebagai solusi “lebih masuk akal”.
- Strategi produsen motherboard: ASUS sebelumnya telah mengumumkan akan meningkatkan produksi motherboard DDR4 di awal 2026, karena memperkirakan harga DDR5 akan tetap tinggi dan suplai belum stabil.
Kombinasi faktor inilah yang akhirnya membuat DDR4 menjadi rebutan, padahal sebelumnya dianggap sebagai opsi ekonomis.
Melihat tren saat ini, harga DDR4 kemungkinan belum akan turun dalam waktu dekat, selama permintaan AI masih mendominasi pasar memori dan DDR5 belum benar-benar mencapai titik harga yang rasional.
Bagi pengguna, kondisi ini menjadi dilema: bertahan dengan DDR4 yang makin mahal, atau beralih ke DDR5 dengan biaya awal yang masih tinggi.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

