>

Harga DRAM Diprediksi Naik Lagi Hingga 60% di Q1 2026

Harga DRAM Diprediksi Naik Lagi Hingga 60% di Q1 2026

Jika kalian merasa harga RAM saat ini sudah mahal, bersiaplah untuk kejutan yang lebih besar. Riset terbaru TrendForce mengindikasikan bahwa inovasi AI telah menggeser fundamental pasar memori secara total.

Sistem AI modern kini sangat bergantung pada DRAM dengan bandwidth tinggi dan latensi rendah untuk menangani parameter model skala besar. Akibatnya, harga memori terus melambung, mendorong pendapatan industri ke rekor baru yang belum pernah terlihat sebelumnya.

Baca juga: ASUS Investigasi Masalah Ryzen 7 9800X3D di Motherboard Seri 800

Secara historis, kenaikan harga kuartalan tertinggi biasanya berada di angka 35%. Namun, sejarah tersebut baru saja dihancurkan.

  • Q4 2025: Harga DRAM melonjak 53-58% karena permintaan DDR5 yang masif.
  • Q1 2026: TrendForce memprediksi kenaikan harga lebih dari 60%, dengan beberapa kategori memori harganya diperkirakan akan berlipat ganda (100%).

Pendapatan pasar DRAM di tahun 2026 diproyeksikan mencapai $404,3 miliar, melonjak fantastis 144% secara tahunan (YoY).

Harga DRAM Diprediksi Naik Lagi Hingga 60% di Q1 2026

NAND Flash & Kebangkitan AI Agent

NVIDIA pada CES 2026 menyatakan bahwa AI sedang merombak total seluruh tatanan komputasi. Kini, fokus beralih ke AI Agents yang membutuhkan akses cepat ke pangkalan data vektor (RAG – Retrieval-Augmented Generation).

  • Tugas-tugas ini membutuhkan SSD perusahaan (Enterprise SSD) dengan IOPS tinggi.
  • Harga NAND Flash diprediksi naik 55-60% pada kuartal pertama 2026.
  • Pendapatan pasar NAND diperkirakan tumbuh 112% menjadi $147,3 miliar pada akhir tahun ini.

Dalam situasi ini, Cloud Service Providers (CSP) seperti Google, Microsoft, dan Amazon memiliki kekuatan beli terbesar. Mereka rela membayar mahal demi mengamankan stok memori untuk data center mereka.

Dampaknya bagi kita (konsumen biasa):

  1. Harga Retail Melambung: Karena produsen memori (Samsung, SK Hynix, Micron) lebih memprioritaskan pesanan besar dari CSP, stok untuk pasar konsol dan PC desktop akan tetap ketat.
  2. Kekuasaan di Tangan Supplier: Selama permintaan AI tidak menunjukkan tanda-tanda melambat, produsen memori memegang kendali penuh atas harga. Tidak ada alasan bagi mereka untuk menurunkan harga dalam waktu dekat.

“Memori kini bukan lagi komoditas, tapi mata uang dalam dunia komputasi AI. Jika Anda melihat diskon SSD atau RAM hari ini, itu mungkin kesempatan terakhir Anda sebelum harga benar-benar ‘terbang’ di bulan depan.”

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com