>

Simpang Siur Harga Memori: Rumor Kenaikan 80% Samsung vs Bantahan Resmi

Simpang Siur Harga Memori: Rumor Kenaikan 80% Samsung vs Bantahan Resmi

Gejolak di pasar komponen mencapai titik didih minggu ini. Sebuah laporan mengejutkan menyebutkan bahwa Samsung, produsen memori terbesar di dunia, dilaporkan telah menerapkan kenaikan harga instan sebesar 80% untuk seluruh lini produk memorinya.

Namun, tak lama setelah kabar ini meledak, pihak Samsung memberikan pernyataan yang bertolak belakang. Mari kita bedah faktanya.

Baca juga: Selamat Tinggal MSRP: NVIDIA Akhiri Subsidi Harga GPU, RTX 50 Siap Melambung

Kronologi Rumor

Awal mula kepanikan ini berasal dari memo seorang distributor memori Samsung anonim yang mengklaim adanya lonjakan harga kontrak sebesar 80% yang berlaku segera untuk kuartal pertama (Q1) 2026.

Kabar ini semakin menguat setelah seorang karyawan dari Device Solutions Campus di Giheung (pusat riset dan produksi Samsung di selatan Seoul) diduga mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut secara internal. Jika angka 80% ini akurat, ini akan menjadi kenaikan harga kontrak tunggal terbesar dalam sejarah memori modern.

Jika kenaikan ini benar-benar terjadi, hampir tidak ada perangkat elektronik yang selamat. Berikut adalah lini produk yang disebut masuk dalam penyesuaian harga tersebut:

Jenis Memori Penggunaan Utama
DDR (DRAM) PC Desktop, Laptop, dan Server
HBM (High Bandwidth Memory) Akselerator AI (Nvidia/AMD)
LPDDR Smartphone, Tablet, dan IoT
GDDR Kartu Grafis (GPU)

Bantahan Resmi Samsung

Hanya berselang beberapa jam setelah rumor ini viral, Samsung melalui laporan dari media UDN (United Daily News) memberikan bantahan keras. Samsung menyatakan bahwa mereka tidak mengeluarkan kebijakan kenaikan harga komprehensif sebesar 80% untuk seluruh lini produknya.

Pihak Samsung menegaskan bahwa laporan tersebut adalah “total fabrikasi” atau karangan semata. Meski demikian, para analis mencatat bahwa meski angka 80% dibantah, kenaikan harga secara bertahap memang sedang terjadi karena kelangkaan pasokan yang nyata.

Mengapa rumor ini begitu mudah dipercaya oleh pasar? Jawabannya adalah Demam AI.

“Masalahnya bukan pada apakah harganya naik, tapi seberapa besar kenaikannya. Saat ini, produsen memori mengalihkan jalur produksi mereka besar-besaran ke HBM untuk server AI, yang membuat stok RAM ‘biasa’ untuk PC dan HP menjadi langka.”

Meski Samsung membantah angka 80%, realita di lapangan menunjukkan harga kontrak DDR5 sudah merangkak naik secara signifikan sejak akhir 2025. Bantahan Samsung mungkin ditujukan untuk meredam kepanikan pasar, namun bagi Anda yang berencana merakit PC atau membeli smartphone baru, periode “memori murah” dipastikan sudah berakhir.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com