Harga SSD Di Awal Januari 2026 Melonjak Hingga 300%
Di tengah banjirnya berita hardware baru dan inovasi AI di CES 2026, terdapat satu tren pasar yang sangat mengkhawatirkan bagi konsumen dan perakit PC: lonjakan harga SSD (Solid State Drive) yang tak terkendali.
Data harga ritel terbaru menunjukkan kenaikan harga SSD, baik tipe SATA maupun NVMe M.2, mencapai puncaknya pada Januari 2026, dengan beberapa model dasar melonjak hingga 300% dibandingkan saat periode sebelum Oktober 2025.
Baca juga: Rekomendasi Laptop Gaming Murah Budget 10 Jutaan Tahun 2026
Berikut adalah perbandingan harga storage sebelum krisis harga dimulai (Pra-Oktober 2025) versus harga yang tercantum di pasar e-commerce saat ini (Januari 2026), berdasarkan data yang tersedia:
| Kategori SSD | Harga Oktober 2025 | Harga Januari 2026 | Kenaikan Terendah |
| SATA 250 GB | Rp 200.000 – 300.000 | Rp 844.000 (WDC Blue PC) | 180% |
| NVMe M.2 250 GB | Rp 300.000 – 500.000 | Rp 907.000 (WDC Green SN350) | 80% |
| NVMe M.2 512 GB | Rp 500.000 – 800.000 | Rp 1.213.000 (KLEVV CRAS C700) | 50% |
“SSD SATA 250 GB yang sebelumnya dapat ditemukan di kisaran 200 sd 300 ribuan telah menghilang. Konsumen kini harus membayar nyaris empat kali lipat hanya untuk storage dasar.”
Table of Contents
Penyebab Utama Lonjakan Harga
kelangkaan (shortage) RAM (terutama DRAM) adalah masalah utama di industri memori. Meskipun RAM (DRAM) dan SSD (NAND Flash) memiliki fungsi yang berbeda, keduanya dibuat oleh produsen besar yang sama (seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron) dan saling terhubung karena keduanya termasuk dalam kategori industri memori semikonduktor.
Ketika terjadi kelangkaan DRAM dan harganya melonjak (terutama yang berjenis HBM/High Bandwidth Memory untuk AI), produsen memori cenderung melakukan realokasi sumber daya mereka:
- Pabrik dan Mesin yang Sama: Fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi wafer DRAM dan wafer NAND Flash sering kali sama atau saling berbagi (shared resources).
- Prioritas Keuntungan: Ketika permintaan DRAM (terutama HBM dan DRAM kelas server) melonjak dan harga jualnya jauh lebih menguntungkan, produsen akan memaksimalkan lini produksi mereka untuk DRAM. Hal ini berarti kapasitas dan wafer yang seharusnya dialokasikan untuk memproduksi chip NAND (bahan baku SSD) dikurangi secara paksa.
- Dampak: Pasokan chip NAND (bahan baku SSD) di pasar konsumen pun berkurang, menyebabkan kelangkaan dan secara otomatis menaikkan harga SSD
Ketika terjadi kelangkaan DRAM dan harganya melonjak (terutama yang berjenis HBM/High Bandwidth Memory untuk AI), produsen memori cenderung melakukan realokasi sumber daya mereka:
- Pabrik dan Mesin yang Sama: Fasilitas dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi wafer DRAM dan wafer NAND Flash sering kali sama atau saling berbagi (shared resources).
- Prioritas Keuntungan: Ketika permintaan DRAM (terutama HBM dan DRAM kelas server) melonjak dan harga jualnya jauh lebih menguntungkan, produsen akan memaksimalkan lini produksi mereka untuk DRAM. Hal ini berarti kapasitas dan wafer yang seharusnya dialokasikan untuk memproduksi chip NAND (bahan baku SSD) dikurangi secara paksa.
- Dampak: Pasokan chip NAND (bahan baku SSD) di pasar konsumen pun berkurang, menyebabkan kelangkaan dan secara otomatis menaikkan harga SSD, bahkan jika kelangkaan NAND itu sendiri tidak separah DRAM.
Permintaan AI yang Menggandakan Masalah
Sektor AI tidak hanya membutuhkan DRAM (seperti HBM), tetapi juga membutuhkan storage dalam jumlah massif. Pusat data yang menjalankan beban kerja AI membutuhkan SSD dengan performa dan kapasitas yang sangat tinggi (SSD Enterprise). SSD jenis ini menggunakan NAND flash dengan kualitas binning tertinggi.
Produsen akan memprioritaskan alokasi NAND chip terbaik dan terbaru mereka untuk SSD Enterprise yang menghasilkan keuntungan tertinggi, mengurangi alokasi untuk SSD kelas konsumen.
Jadi, kelangkaan RAM dan permintaan SSD Enterprise yang tinggi secara bersamaan menciptakan tekanan ganda pada pasokan NAND untuk PC konsumen.
Pasar memori bergerak berdasarkan sentimen dan ekspektasi harga di masa depan:
- Spekulasi: Ketika produsen mengumumkan supply cuts untuk DRAM (seperti yang terjadi di akhir 2025) atau harga DRAM naik, spekulan dan distributor cenderung menimbun (hoarding) stok NAND dengan harapan harganya juga akan naik di masa depan.
- Peningkatan Biaya Bahan Baku Lain: Kenaikan harga DRAM dan realokasi produksi juga dapat memengaruhi harga komponen lain yang digunakan dalam pembuatan SSD, seperti controller chip atau PCB.
Implikasi bagi Konsumen PC
Bagi gamer dan creator yang merakit atau meningkatkan PC mereka, SSD kini menjadi salah satu komponen dengan biaya terberat, menyaingi komponen performa tinggi lainnya.
- Pilihan Sulit: Konsumen kini dihadapkan pada pilihan sulit: membeli SSD SATA 250-256 GB (kecepatan lambat) dengan harga yang setara dengan harga SSD NVMe 500 GB sebelum krisis, atau menunda pembelian.
- Fokus Pada Kapasitas: Alokasi anggaran hardware harus disesuaikan, di mana fokus mungkin harus dialihkan dari storage kecepatan tinggi (PCIe Gen4) ke storage dengan kapasitas yang memadai, meskipun dengan kecepatan Gen3 (yang harganya juga sudah naik).
Sayangnya, analis memprediksi bahwa kenaikan harga ini kemungkinan akan terus berlanjut sepanjang kuartal pertama dan kedua tahun 2026, sebelum potensi stabilisasi terjadi di paruh kedua tahun ini.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :


