>

Vanguard Makin Ketat, Riot Games Wajibkan Pemain Valorant Update UEFI Firmware

Vanguard Makin Ketat, Riot Games Wajibkan Pemain Valorant Update UEFI Firmware

Vanguard, sistem anti-cheat dari Riot Games, telah lama dianggap sebagai salah satu yang paling mengganggu (intrusive) dan kontroversial dalam sejarah gaming. Pengembang selalu bersikeras bahwa sistem berbasis kernel-level ini adalah persyaratan esensial untuk memainkan game free-to-play mereka, seperti Valorant. Kini, perusahaan meminta gamer untuk memperbarui salah satu komponen paling sensitif di PC mereka hanya agar tetap bisa bermain.

Baca juga: Drama Berakhir, TikTok Setuju Dijual ke AS Setelah 5 Tahun Perdebatan

Langkah kontroversial ini muncul setelah Riot mengungkapkan adanya kelemahan kritis yang mereka temukan di beberapa model motherboard populer. Kerentanan ini dapat dieksploitasi oleh cheater yang didanai dengan baik (well-funded) yang menargetkan Valorant, mendorong Riot untuk secara efektif mewajibkan pembaruan firmware UEFI bagi semua pemain.

Menurut para insinyur Riot, masalahnya terletak pada cara firmware UEFI menginisialisasi Input-Output Memory Management Unit (IOMMU) sistem. IOMMU dimaksudkan untuk melindungi dari serangan Direct Memory Access (DMA) sebelum sistem operasi (booting), menggunakan fitur yang dikenal sebagai Pre-Boot DMA Protection.

Secara teori, ini mencegah perangkat cheating berbasis DMA mengakses atau memanipulasi memori Valorant setelah Windows dimuat.

Namun, dalam praktiknya, Riot menemukan bahwa perlindungan tersebut tidak diinisialisasi dengan benar. Meskipun firmware melaporkan kepada sistem operasi bahwa Pre-Boot DMA Protection aktif, perlindungan tersebut sebenarnya tidak memberikan pertahanan yang efektif terhadap perangkat cheating hardware berbasis DMA.

Wajib Update UEFI Firmware: Riot Games Perketat Vanguard, Ancam Pemain Valorant dengan Risiko Bricking

Persyaratan Keamanan Hardware yang Semakin Jauh

Valorant sangat bergantung pada Vanguard, yang sudah lama kontroversial karena mengharuskan pemain mengaktifkan berbagai fitur keamanan tingkat hardware hanya untuk berpartisipasi dalam pertandingan online.

Kini, Riot memperluas persyaratan tersebut dengan memaksakan pembaruan firmware UEFI untuk mengatasi kerentanan IOMMU dan DMA pra-boot.

Riot mengklaim telah mengidentifikasi cacat tersebut awal tahun ini dan bekerja sama dengan produsen motherboard utama, termasuk ASUS, Gigabyte, MSI, dan ASRock, untuk menyelesaikannya. Dengan menginstal firmware yang diperbarui, fitur keamanan canggih pada motherboard dipastikan aktif dengan benar setelah PC dinyalakan.

Risiko yang Ditanggung Pengguna

Dari perspektif Riot, pembaruan wajib ini adalah bagian dari security baseline yang tidak dapat ditawar untuk mengekang kecurangan. Cheats berbasis DMA memang memerlukan hardware mahal dan akses langsung ke bus PCIe, menjadikannya relatif langka dibandingkan software-based cheats.

Namun, pendekatan ini menimbulkan kekhawatiran serius. Memaksa pengguna memperbarui firmware hanya untuk menjalankan game terasa berlebihan. Firmware UEFI adalah komponen mendasar dari PC modern, dan bagi sebagian besar pengguna, memperbarui firmware bukanlah hal yang harus dilakukan secara santai.

Pembaruan firmware membawa risiko nyata. Kegagalan dalam proses pembaruan dapat menyebabkan sistem rusak permanen (bricking), tanpa jalur pemulihan yang mudah. Bagi banyak gamer, prospek berpotensi merusak hardware mereka demi memenuhi sistem anti-cheat—yang sudah dianggap berperilaku seperti malware daripada komponen game—adalah pertukaran yang semakin sulit dibenarkan.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com