>

Drama Berakhir, TikTok Setuju Dijual ke AS Setelah 5 Tahun Perdebatan

Drama Berakhir, TikTok Setuju Dijual ke AS Setelah 5 Tahun Perdebatan

Drama regulasi lima tahun yang mengancam pemblokiran salah satu aplikasi media sosial paling populer di AS kini tampaknya akan segera berakhir. Setelah pemerintah AS dan Tiongkok menyetujui detail perjanjian bagi ByteDance (perusahaan induk asal Tiongkok) untuk mendivestasi TikTok kepada entitas AS, perusahaan media sosial tersebut secara resmi menerima persyaratan kesepakatan itu.

Baca juga: ASUS Umumkan ProArt PF120: Kipas Case Minimalis dengan Tekanan Statis Tertinggi di Kelasnya

Dalam memo internal yang berhasil diperoleh media, CEO TikTok, Shou Zi Chew, menginformasikan kepada karyawan bahwa perusahaan telah menandatangani kesepakatan untuk diakuisisi oleh sekelompok investor Amerika. Perjanjian tersebut dijadwalkan akan ditutup pada 22 Januari.

Chew mengonfirmasi bahwa TikTok telah menyetujui persyaratan yang dinegosiasikan awal tahun ini, menyusul perjuangan multi-tahun di mana AS berusaha melarang aplikasi tersebut. Para politisi AS khawatir TikTok, yang sangat populer di kalangan anak muda Amerika, mengirimkan data pengguna kepada pemiliknya di Tiongkok, ByteDance.

Tiktok

Perjalanan Panjang Menuju Kesepakatan

Ancaman pemblokiran TikTok dimulai ketika Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada tahun 2020, memaksa ByteDance untuk menjual TikTok kepada pemilik AS. Tahun lalu, Presiden Joe Biden menandatangani undang-undang yang memberi batas waktu hingga 20 Januari bagi aplikasi tersebut untuk menemukan pembeli.

Namun, tak lama setelah memulai masa jabatan keduanya, Trump memperpanjang batas waktu tersebut sebanyak tiga kali, yang mengisyaratkan adanya perubahan posisi pemerintahannya terhadap platform media sosial tersebut.

Pada September dan Oktober, AS dan Tiongkok menyetujui kesepakatan yang mengatur ByteDance akan mengurangi kepemilikan saham TikTok menjadi 20%. Antara 40 hingga 50% saham akan dialihkan kepada koalisi investor AS yang dipimpin oleh Oracle, perusahaan ekuitas swasta Silver Lake, dan perusahaan investasi Emirat MGX. Sementara itu, investor ByteDance yang sudah ada, termasuk Susquehanna International Group, General Atlantic, dan KKR, akan mempertahankan 30% saham.

Investor terkenal lainnya yang terlibat termasuk pendiri Dell, Michael Dell, dan Rupert Murdoch dari Fox. Presiden Trump mengesahkan perjanjian tersebut melalui perintah eksekutif pada bulan September yang mencakup perpanjangan keempat dan terakhir selama 120 hari hingga 20 Januari.

Pengawasan Data dan Algoritma

Memo dari Chew menjelaskan bahwa tiga investor utama—Oracle, Silver Lake, dan MGX—akan bertanggung jawab atas data TikTok, termasuk moderasi konten dan algoritmanya yang sangat berharga.

Oracle akan memainkan peran penting, bertugas mengaudit dan memvalidasi kepatuhan TikTok terhadap perjanjian, mengingat server-nya akan menyimpan data pengguna TikTok di AS. Selain itu, investor AS akan mengawasi interoperabilitas global, e-commerce, periklanan, dan pemasaran.

Isu kontrol data menjadi sangat penting mengingat pengaruh besar platform ini. Survei Pew Research Center baru-baru ini menemukan bahwa sekitar 43% orang dewasa di AS di bawah usia 30 tahun secara teratur menerima berita dari TikTok—jumlah yang lebih besar daripada platform media sosial lainnya.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com