Harga SSD Bakal Naik Lagi, Kingston Prediksi Kelangkaan NAND Flash Memburuk 30 Hari Ke Depan
Bisnis SSD modern saat ini terbagi menjadi dua pandangan utama: ada yang memperkirakan kelangkaan NAND Flash akan mereda, sementara yang lain berspekulasi bahwa situasi justru akan memburuk. Kingston Storage, salah satu pemain besar di industri, jelas berada di kelompok yang terakhir.
Cameron Crandall, Datacenter SSD Business Manager Kingston, menyampaikan kekhawatiran ini dalam podcast The Full Nerd Network. Menurutnya, kelangkaan NAND Flash diperkirakan akan memburuk secara signifikan dalam 30 hari ke depan, yang akan menyebabkan harga SSD meningkat dari level harga saat ini.
Baca juga: SK Hynix Prediksi Krisis RAM Shortage Berlanjut Hingga 2028
Kingston melaporkan bahwa sepanjang tahun 2025 ini saja, harga NAND Flash telah melonjak sebesar 246% dari kuartal pertama hingga saat ini. Yang lebih mengejutkan, 70% dari kenaikan tersebut terjadi hanya dalam 60 hari terakhir. Ini mengindikasikan bahwa banyak lonjakan harga telah terintegrasi ke dalam rantai pasokan.
Kenaikan harga yang sangat cepat ini didorong oleh ketidakpastian situasi. Ketidakpastian ini menyebabkan para OEM (Original Equipment Manufacturers) meningkatkan kontrak NAND Flash mereka. Saat ini, hanya produsen NAND Flash yang dapat memprediksi secara pasti apa yang terjadi di rantai pasokan dan seberapa lama permintaan masif ini akan melampaui pasokan.
Kontras dengan Pandangan Sapphire
Prediksi Kingston ini kontras dengan pandangan dari produsen hardware lain. Edward Crisler, PR Manager Sapphire, sebelumnya sempat menyarankan gamer PC agar tidak panik membeli (panic buying). Ia optimistis:
“Kabar baiknya, saya tidak berpikir kesulitan nyata yang kita rasakan sekarang dan selama enam bulan ke depan akan bertahan jauh lebih lama dari itu.”
Meskipun Crisler mengakui tantangan utama adalah ketidakpastian, ia meyakini pasar akan mulai stabil dalam enam hingga delapan bulan ke depan, ketika pasokan mulai mengejar permintaan, atau ketika ledakan AI yang masif melambat.
HDD Pun Tak Luput dari Dampak Krisis
Kelangkaan ini ternyata tidak hanya menyerang SSD. Komponen lama yang sering disebut “besi berkarat” (spinning rust), atau Hard Disk Drive (HDD), juga terdampak oleh meningkatnya permintaan penyimpanan di tengah AI Boom.
Laporan menunjukkan bahwa negosiasi harga untuk kuartal keempat tahun 2025 telah berakhir dengan kenaikan harga HDD tradisional sekitar 4% secara kuartalan (quarter-over-quarter). Angka ini menjadi kenaikan terbesar dalam delapan kuartal terakhir.
Ini membuktikan bahwa bukan hanya NAND Flash—yang menyumbang 90% dari biaya material SSD tradisional—yang terpengaruh. Setiap bit penyimpanan yang tersedia kini merasakan dampak dari permintaan global yang didorong oleh server dan kebutuhan AI.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

