>

Gelombang Kenaikan Harga RAM 2026: Efek Domino Mulai Mengubah Industri GPU

Gelombang Kenaikan Harga RAM 2026: Efek Domino Mulai Mengubah Industri GPU

Menjelang 2026, dunia teknologi memasuki fase baru yang tidak semuanya menggembirakan. Ledakan investasi AI global mendorong permintaan memori ke titik ekstrem. DRAM dan NAND—dua elemen vital untuk GPU, SSD, hingga data center—terseret arus besar yang memaksa perubahan cepat di seluruh rantai pasok. Dan efek dominonya kini mulai terasa nyata di pasar konsumen.

Laporan terbaru mengonfirmasi kekhawatiran awal: harga kartu grafis kemungkinan akan naik pada 2026, meski dalam tahap awal skala kenaikannya masih relatif kecil. Namun arah tren ini jelas: biaya produksi GPU akan menuju level lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Baca juga: CEO NVIDIA: Dunia Tidak Siap untuk Ledakan AI, Tapi Tidak Perlu Panik

Dimulai dari AMD Radeon RX 9000 Series

Sumber distribusi industri yang berbicara kepada Tom’s Hardware menyebut bahwa harga modul memori untuk GPU Radeon terbaru naik sebesar USD $10 per 8GB yang dikirimkan ke para AIB (Add-in-Board) partner.

Ini adalah kenaikan kedua sejak peluncuran RX 9000, dan kenaikan ini hampir pasti akan mengalir ke harga retail.

 

Kalau dikonversi:

  • RX 9060 8GB → kemungkinan naik +$10 atau sekitar 166 ribuan
  • RX 9060 / RX 9070 16GB → kemungkinan naik +$20 atau sekitar 333 ribuan

Beberapa produsen mencoba menunda koreksi harga untuk menjaga penjualan. Namun pada akhirnya, tren harga turun yang sempat membuat seri RX 9000 mencapai MSRP setelah berminggu-minggu turbulensi tampaknya tidak akan bertahan lama.

Gelombang Kenaikan Harga RAM 2026: Efek Domino Mulai Mengubah Industri GPU

Ini Krisis Global

Masalahnya tidak sederhana. Sebagian besar stok DRAM dan NAND global kini diprioritaskan ke AI data center, bukan perangkat konsumen. Micron bahkan mengumumkan bahwa mereka akan mengalihkan seluruh stoknya ke perusahaan AI, memutus siklus suplai consumer-grade yang sudah berlangsung puluhan tahun.

Akibatnya, GPU terancam naik harga, SSD cenderung stagnan atau naik, Laptop dan server entry-level terpengaruh dan “Budget segment” di industri hardware bisa menghilang.

Nvidia dilaporkan “ikut merasakan” dampaknya. Beberapa rumor menyebut bahwa RTX 50 Super series bisa tertunda atau dibatalkan, pasokan VRAM ke AIB ditahan, dan produksi GPU kelas menengah-bawah bisa dikurangi

Industri GPU sedang memasuki periode restrukturisasi yang jarang terjadi.

CPU Masih Aman—Untuk Sekarang

Sumber yang sama menyebut bahwa AMD Ryzen tidak akan mengikuti tren kenaikan harga. CPU tidak bergantung langsung pada suplai DRAM/NAND untuk proses produksinya, sehingga tidak terkena efek domino yang sama.

Namun ada catatan penting: Pengguna yang akan pindah ke platform AM5 tetap akan kena imbas karena DDR5 makin mahal. GPU, storage, bahkan motherboard ikut terdampak oleh krisis memori global yang diprediksi berlangsung hingga 2028.

Meski Black Friday dan Cyber Monday sudah lewat, pasar masih menyimpan beberapa harga menarik untuk GPU dari AMD dan Nvidia—bahkan ada yang masih di bawah MSRP. Jika kalian sudah menunggu momen yang tepat untuk upgrade ke GPU baru seperti Radeon RX 9070 atau GeForce RTX 5070, periode sebelum 2026 mungkin menjadi kesempatan terakhir sebelum harga distorsi mulai memuncak.

Harapannya, kondisi ini tidak berkembang menjadi kekacauan seperti era mining crypto beberapa tahun lalu. Tapi dengan arus suplai memori yang makin tersedot ke AI, masa depan harga hardware konsumen perlu terus kita pantau.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com