>

CEO NVIDIA: Dunia Tidak Siap untuk Ledakan AI, Tapi Tidak Perlu Panik

CEO NVIDIA: Dunia Tidak Siap untuk Ledakan AI, Tapi Tidak Perlu Panik

Dalam episode terbaru The Joe Rogan Experience, CEO Nvidia Jensen Huang muncul bukan sebagai “bapak GPU” yang familiar bagi gamer, tetapi sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam diskusi global tentang AI, keamanan nasional, dan masa depan energi.

Dalam Wawancara dua setengah jam itu memperlihatkan sesuatu yang jarang: perspektif seorang pemimpin industri yang berada tepat di pusat revolusi AI—namun tetap skeptis terhadap narasi kiamat yang sering menghantui publik.

Baca juga: Krisis Harga RAM 2025: Siapa yang Paling Terdampak?

Ketika Joe Rogan bertanya tentang apakah kemenangan AS dalam lomba AI akan menentukan keamanan nasional, Huang menawarkan jawaban yang tidak dogmatis: tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana AI akan membentuk geopolitik.

Menurut Huang, sejarah selalu menunjukkan pola yang sama: siapa yang memimpin inovasi teknologi—mulai dari energi, informasi, hingga militer—sering kali berubah menjadi kekuatan global baru. AI hanya bab berikutnya.

Namun menariknya, Huang menolak terjebak dalam narasi AS vs China yang hiperbolik. Dia melihat balapan AI lebih menyerupai Manhattan Project teknologi, tetapi tanpa kepastian hasil atau konsekuensi jangka panjangnya.

Kiamat Gara-Gara AI?

Ketika Rogan menyodorkan prediksi Elon Musk bahwa ada 20% kemungkinan AI memusnahkan umat manusia, Huang tidak terpancing.

Ia tidak menolak risiko. Namun jelas bahwa Huang tidak percaya pada narasi apocalypse yang selama ini ramai disebarkan tokoh teknologi.

“Perubahan besar memang menakutkan, tetapi selalu terjadi lebih bertahap dari yang kita kira.”

Pendapat ini cukup ironis, mengingat Nvidia adalah perusahaan paling dominan dalam penyediaan chip AI, sehingga pernyataannya bukan sekadar opini—tetapi juga refleksi dari orang yang melihat tren dari balik layar.

AI Menjadi Monster Konsumsi Daya

Diskusi berlanjut ke isu yang lebih konkret dan jarang dibahas publik: krisis energi akibat AIDengan pusat data yang tumbuh agresif, konsumsi daya global diprediksi melonjak drastis. Beberapa perusahaan bahkan mulai mempertimbangkan ide gila seperti data center bertenaga surya di luar angkasa (klaim Google).

Huang punya prediksi yang jauh lebih realistis—dan lebih menakutkan:

“Dalam tujuh tahun ke depan, perusahaan-perusahaan AI besar akan membangun pembangkit nuklir mereka sendiri.”

Ini bukan hiperbola. Jika beban kerja model AI terus meningkat, energi “grid” nasional tidak akan cukup. AI bukan hanya kecerdasan buatan—ia akan menjadi industri energi skala baru.

Huang Dalam Kebijakan Trump

Di sisi yang lebih politis, Huang mengejutkan banyak pendengar ketika ia menyampaikan dukungan terhadap kebijakan ekonomi presiden AS.

Huang berargumen bahwa beberapa keputusan pemerintah sebelumnya—misalnya pelonggaran pembatasan ekspor chip—bertanggung jawab atas:

  • kembalinya lapangan kerja sektor manufaktur
  • stabilisasi industri semikonduktor
  • mengurangi kerugian miliaran dolar akibat pembatasan ekspor ke China

Huang bahkan menyebut larangan chip AI era Biden sebagai “kebijakan yang gagal” karena memukul industri AS sendiri.

NVIDIA Menjadi “Raksasa Teknologi Murni”

Dalam wawancara terpisah dengan Axios, Huang mengatakan bahwa Nvidia kini adalah satu-satunya perusahaan besar yang benar-benar fokus pada teknologi, bukan iklan atau media sosial.

Ini penting untuk memahami konteks: Nvidia bukan lagi pembuat GPU untuk gamer—mereka adalah pemasok utama infrastruktur AI global.

Wawancara ini mempertegas posisi unik Jensen Huang: pemimpin industri yang melihat dampak AI dari jarak paling dekat, namun tetap tenang menghadapi ketidakpastian.

AI memang mengubah geopolitik, ekonomi, dan energi. Namun, menurut Huang, manusia selalu berhasil beradaptasi dengan revolusi teknologi sebelumnya. AI hanyalah revolusi berikutnya—bukan akhir dunia.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com