Apple N1 Chip: Lebih Kencang, Tapi Masih Kalah dari Android
Apple akhirnya mengambil langkah besar menuju kemandirian hardware penuh dengan memperkenalkan N1, chip Wi-Fi dan Bluetooth pertama yang didesain sendiri, menggantikan komponen Broadcom yang selama ini digunakan. Langkah ini menandai ambisi Apple untuk mengendalikan lebih banyak aspek perangkatnya, tak hanya CPU, GPU, hingga modem, tetapi kini juga konektivitas lokal.
Baca juga: Rekomendasi Laptop Ringan Terbaik 2025 (Di Bawah 15 Jutaan)
Secara teori, N1 mendukung Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan protokol rumah pintar Thread, dengan janji meningkatkan reliabilitas AirDrop, AirPlay, hingga konektivitas perangkat rumah pintar. Namun Apple—seperti biasa—tidak banyak menjelaskan detail teknis maupun klaim performanya.
Beruntung, Ookla (Speedtest) merilis analisis lima minggu data pengguna dari iPhone 17, iPhone 16, serta ponsel Android berbasis chip Qualcomm dan MediaTek. Hasilnya memberikan gambaran yang jauh lebih nyata.
Menurut data Ookla, iPhone 17 dengan chip N1 mengalami peningkatan download median dari:
- 236.46 Mbps → 329.56 Mbps (naik ~39%)
Sementara upload median naik dari:
- 73.68 Mbps → 103.26 Mbps (naik ~40%)
Menariknya, peningkatan terbesar bukan di angka puncak, tetapi di bagian “lantai performa”. Dengan kata lain, pengguna yang sebelumnya sering mendapat koneksi lambat kini memperoleh peningkatan paling terasa.
“The N1 lifts the floor more than the ceiling,” kata laporan Ookla.
Ini sejalan dengan gaya Apple: bukan mengejar angka tercepat di dunia, tetapi menstabilkan pengalaman pengguna sehari-hari.
Android Masih Unggul di Pucuk Kecepatan
Walaupun peningkatan N1 terasa signifikan, iPhone 17 tidak berhasil menduduki posisi teratas secara global.
- Pixel 10 Pro mengungguli iPhone 17 dalam kecepatan download.
- Xiaomi 15T Pro dengan chip Wi-Fi MediaTek memimpin upload speed.
- Samsung Galaxy S25 juga memanfaatkan Wi-Fi 7 dengan fitur lengkap, termasuk 6 GHz + channel 320 MHz, yang tidak didukung N1.
Keterbatasan N1 dalam mendukung semua fitur Wi-Fi 7 generasi terbaru membuatnya kalah di skenario tertentu, terutama jaringan premium dengan perangkat router kelas tinggi.
Apple memilih jalur konservatif untuk kestabilan, sementara Android mendorong adopsi teknologi baru lebih agresif.
Transisi Menuju In-House Chipset
Dengan N1, Apple melanjutkan strategi jangka panjang: mengganti satu per satu komponen dari vendor pihak ketiga dengan chip buatan sendiri. Namun, hasil awal menunjukkan bahwa transisi ini punya tantangan:
- Apple tertinggal soal fitur Wi-Fi 7 penuh
- Belum mampu menyamai peak speed Android kelas flagship
- Keuntungan masih bersifat evolusioner, bukan revolusioner
Langkah Apple ini mirip situasi awal sebelum lahirnya Apple Silicon — bagus, stabil, tapi belum memimpin.
Jika performa saat ini menjadi acuan, N1 adalah langkah penting, tapi bukan game-changer. Kekuatan utamanya: kestabilan dan pengalaman pengguna yang lebih konsisten. Namun dunia Android masih memimpin dalam kecepatan absolut dan adopsi fitur mutakhir.
Apple jelas belum selesai. N1 kemungkinan baru generasi pertama, dengan iterasi berikutnya yang akan membawa lebih banyak inovasi—mungkin mirip lompatan besar yang kita lihat dari M1 dulu.
Untuk sekarang? iPhone lebih stabil, Android tetap lebih cepat. Perlombaan konektivitas baru saja dimulai.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

