Kontroversi AI di Industri Game – CoD: Black Ops 7 Hingga Anno 117 Dihujani Kritik
Penggunaan aset yang dihasilkan oleh AI generatif (GenAI) dalam video game terus memicu kontroversi. Beberapa judul besar terbaru, termasuk Call of Duty: Black Ops 7, Anno 117: Pax Romana, dan Arc Raiders, menghadapi reaksi negatif dari pemain karena dugaan penggunaan teknologi tersebut.
Insiden ini terjadi setelah Steam, pada Januari 2025, mewajibkan pengembang untuk mengungkapkan penggunaan AI apa pun dalam game mereka, yang memunculkan disclaimer (pernyataan pengungkapan) di halaman Steam.
Baca juga: Microsoft Blokir Aktivasi KMS38: Windows & Office Bajakan Bakal Berhenti Beroperasi
Table of Contents
1. Call of Duty: Black Ops 7 (Activision)
Meskipun mendapat kritik saat Black Ops 6 merilis “Zombie Santa Claus enam jari” yang diduga dihasilkan AI, disclaimer yang sama muncul di halaman Steam Black Ops 7.
Banyak pemain percaya bahwa calling card yang diberikan saat menyelesaikan tantangan di kampanye co-op dihasilkan oleh AI. Beberapa calling card menampilkan gaya khas Studio Ghibli yang sangat populer di image generator AI pada Maret 2025.
Activision tidak menunjukkan penyesalan, menyatakan bahwa mereka menggunakan berbagai alat digital, termasuk alat AI, untuk mendukung tim mereka, dan menegaskan proses kreatif tetap dipimpin oleh individu berbakat.
2. Anno 117: Pax Romana (Ubisoft)
Penggunaan AI pada Anno 117 mengejutkan banyak pihak mengingat kualitas artistik Anno 1800 yang tinggi. Game ini menerima banyak ulasan negatif hanya karena fakta ini:
Sebuah gambar latar belakang yang muncul selama adegan loading dikritik karena memiliki tampilan khas AI, termasuk wajah yang melty (meleleh) di latar belakang dan anggota tubuh yang aneh.
Tidak seperti Activision, Ubisoft secara aktif mengatasi masalah ini. Mereka menyatakan bahwa gambar tersebut “secara tidak sengaja lolos” dari proses peninjauan mereka dan berjanji akan menggantinya dengan gambar baru di patch mendatang.
Namun, Ubisoft juga mengakui bahwa seniman Anno memang “menggunakan alat AI untuk iterasi, prototyping, dan eksplorasi” untuk memenuhi cakupan game yang unik.
3. Arc Raiders (Arrowhead)
Kontroversi Arc Raiders berpusat pada penggunaan Generasi Suara AI (AI voice generation). Ulasan Eurogamer menyebut keputusan ini “keputusan yang tidak dapat dimaafkan” dan menjadikannya faktor utama dalam pemberian skor 2/5 yang rendah.
CEO Arrowhead, Shams Jorjani, bersikap pragmatis: “Apakah akan lebih baik jika Arc Raiders gagal dan tidak menggunakan AI?” yang menyiratkan bahwa AI diperlukan untuk memenuhi tujuan produksi mereka.
Penggunaan AI dalam pengembangan game terus memecah belah komunitas. Ada yang menolak total, ada yang menerimanya sebagai alat penghemat waktu asalkan tidak muncul dalam produk akhir, dan ada yang tidak peduli selama game tersebut berkualitas baik.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :



