Baidu Luncurkan Prosesor AI M100 & M300: Komputasi Tiongkok Makin Mandiri
Baidu telah mengumumkan dua prosesor AI baru, M100 dan M300, yang dikembangkan oleh unit Kunlunxin Technology mereka, sebagai bagian dari upaya Tiongkok untuk mengurangi ketergantungan pada hardware NVIDIA dan memimpin perlombaan AI global. Pengumuman ini disampaikan pada konferensi tahunan Baidu World 2025.
Baca juga: ASUS Vivobook S14 (S3407VA) Review: Rekomendasi Laptop Terbaik Budget 12 Jutaan?
Table of Contents
Chip Kunlunxin M100 dan M300
Dua chip ini menargetkan beban kerja AI yang berbeda, dengan fokus pada penyediaan “kekuatan komputasi AI yang kuat, berbiaya rendah, dan terkontrol”:
| Chip | Fokus Beban Kerja | Jadwal Peluncuran | Catatan |
| M100 | Inference (Penggunaan model AI) | Awal 2026 | Dioptimalkan untuk skenario inference skala besar, terutama untuk model yang menggunakan teknik Mixture-of-Experts (MoE). |
| M300 | Training (Pelatihan model AI) | 2027 | Mampu melatih model multimodal masif dengan triliunan parameter. |
Infrastruktur Komputasi Supernode “Tianchi”
Selain chip, Baidu juga membangun cluster komputasi berskala besar, atau supernode, yang mirip dengan sistem CloudMatrix Huawei.
- Tianchi256: Sistem ini, yang mengintegrasikan 256 chip P800 Baidu sebelumnya, dijadwalkan debut pada paruh pertama 2026.
- Tianchi512: Versi yang ditingkatkan, mengintegrasikan 512 chip P800, akan menyusul pada paruh kedua 2026.
- Kinerja: Baidu mengklaim konfigurasi ini menawarkan peningkatan performa lebih dari 50% dibandingkan generasi sebelumnya.
- Target Ambisius: Perusahaan berencana untuk memperluas cluster ini hingga menghubungkan “jutaan” chip secara simultan pada tahun 2030.
Baidu juga meluncurkan Ernie 5.0, Model Bahasa Besar (Large Language Model/LLM) multimodal terbaru mereka. Ernie 5.0 memiliki 2.4 triliun parameter, diklaim ukurannya dua kali lipat dari Qwen3-Max milik Alibaba dan Kimi K2 milik Moonshot AI. Model ini diklaim meningkatkan kemampuan dalam tugas teks, gambar, video, pengkodean, dan agent melalui pelatihan multimodal terpadu.
CEO Baidu, Robin Li, mengkritik struktur industri AI saat ini yang ia sebut “tidak sehat,” di mana sebagian besar keuntungan terkonsentrasi pada tingkat chip dan foundation model. Li mengusulkan “piramida industri terbalik,” di mana nilai bergeser ke aplikasi AI dunia nyata.
Dengan peluncuran chip M100 dan M300, Baidu bergabung dengan produsen chip domestik lainnya (seperti Huawei, Cambricon, MetaX, dan Biren) dalam upaya mewujudkan kedaulatan teknologi AI Tiongkok.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :


