Intel Arc B770: Battlemage Tertinggi, Siap Bersaing di Akhir 2025
Intel tampaknya bersiap melengkapi jajaran GPU Arc Battlemage dengan model paling bertenaga, yakni Arc B770. Informasi ini muncul setelah dokumen pengiriman bertanggal 11 Juni 2025 beredar, menampilkan keberadaan die GPU BMG-G31 yang dikemas dalam peti berukuran lebih besar dari sebelumnya. Menariknya, pola serupa juga terjadi sebelum peluncuran Arc B580—shipping manifest muncul 2,5 bulan lebih dulu sebelum produk resmi dirilis. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa B770 bisa hadir dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Baca juga: iPhone 17 Resmi Hadir: Kamera 48MP, A19 Chip & Ceramic Shield 2
Berdasarkan bocoran, Intel Arc B770 akan membawa 32 Xe2 Core, dipasangkan dengan 16 GB memori GDDR6 pada bus 256-bit. Kapasitas ini jelas memberi keunggulan dibanding beberapa pesaing yang masih mengandalkan 8 GB VRAM, baik dari kubu AMD maupun NVIDIA.
Die BMG-G31 sendiri berukuran lebih besar dibanding BMG-G21 yang dipakai pada Arc B580, B570, dan varian Pro. Dengan ekstra silikon ini, B770 berpotensi hadir dengan clock lebih tinggi, performa ray tracing lebih kuat, serta bandwidth memori lebih lebar. Namun, konsekuensinya adalah kebutuhan daya dan manajemen suhu yang harus lebih serius diperhatikan.
Peluncuran Arc B770 akan menjadi ujian penting bagi Intel. Pasar GPU kelas menengah-atas saat ini masih dikuasai oleh AMD dan NVIDIA. Bahkan, NVIDIA sudah menyiapkan seri “SUPER” refresh Blackwell, yang otomatis meningkatkan tekanan kompetitif di segmen harga dan performa.
Meski begitu, Intel cukup berhasil dengan strategi Battlemage sejauh ini. Harga agresif yang ditawarkan di seri B580 dan B570 membuat pesaing harus menyesuaikan konfigurasi memori serta skema harga mereka. Ditambah lagi, Intel telah menunjukkan peningkatan signifikan pada sisi driver dan dukungan software, sehingga pengalaman pengguna semakin mendekati pesaing yang lebih mapan.
Kapan Rilis?
Rumor yang beredar menyebutkan Q4 2025 sebagai jadwal rilis yang paling mungkin, bertepatan dengan musim belanja akhir tahun. Jika benar, momentum ini bisa memberi Intel peluang besar untuk menarik gamer yang mencari alternatif selain AMD dan NVIDIA.
Namun, untuk bisa benar-benar mengguncang pasar, Intel harus berani menetapkan harga yang kompetitif serta memastikan ketersediaan produk dalam jumlah yang memadai. Tanpa itu, Arc B770 berisiko hanya menjadi kartu grafis menarik di atas kertas, tetapi gagal memberi dampak besar di pasar nyata.
Intel Arc B770 terlihat menjanjikan sebagai ujung tombak seri Battlemage. Dengan spesifikasi 32 Xe2 Core, 16 GB memori, dan potensi performa ray tracing yang lebih baik, kartu ini bisa jadi opsi menarik di kelas menengah-atas. Namun, persaingan ketat dengan AMD dan NVIDIA membuat faktor harga dan ketersediaan menjadi penentu utama keberhasilan Intel di segmen ini.
Jika Intel bisa menghadirkan kombinasi performa, harga, dan driver yang solid, Arc B770 berpotensi memperkuat posisi mereka di pasar GPU gaming.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

