Aurora Raih Gelar Superkomputer AI Tercepat Di Dunia

Aurora Raih Gelar Superkomputer AI Tercepat Di Dunia

Aurora, superkomputer yang dibuat melalui kolaborasi antara Intel, HPE, dan Laboratorium Nasional Argonne Departemen Energi AS, telah resmi menembus penghalang Exascale. Pencapaian ini menjadikan Aurora mesin kedua, setelah Frontier, yang mencapai angka yang didambakan ini. Meskipun Aurora kini menyandang gelar superkomputer AI tercepat secara global, Aurora masih tertinggal di belakang Frontier sebagai mesin tercepat secara keseluruhan.

Baca juga: Rekomendasi SSD Untuk Editing Video & Foto: Cocok Untuk Content Creator

Aurora memulai debutnya di daftar Top500 November lalu, mendarat di posisi kedua. Pada saat itu, ia hanya beroperasi sebagian, menjalankan Linpack pada sekitar setengah dari sistemnya, namun masih memberikan kinerja presisi ganda sebesar 585 petaFLOPS yang mengesankan. Pemeringkatan terbaru memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemampuan Aurora, meskipun masih belum berfungsi sepenuhnya, yang berarti tolok ukurnya belum mewakili potensi penuhnya.

Spesifikasi dan Kinerja Sistem

Aurora ditenagai oleh 21.248 prosesor Intel Xeon CPU Max dan 63.744 akselerator GPU Max Pusat Data Intel. Dalam pengujian baru-baru ini, superkomputer mencapai kinerja 1,012 exaflops dengan hanya 9,234 node aktif dari total 10,624. Hasil ini luar biasa mengingat penerapan sebagian sistem namun masih jauh dari harapan bahwa Aurora akan melampaui kinerja Frontier.

Aurora Yang Ditenagai CPU Intel Raih Gelar Superkomputer AI Tercepat Di Dunia

Performa Aurora yang menonjol tercatat dalam benchmark presisi campuran HPL-MxP, yang mencatatkan performa AI sebesar 10,6 exaflops dengan hanya 89 persen sistem yang aktif. Berbeda dengan Linpack, yang menggunakan presisi FP64 dan lebih cocok untuk komputasi ilmiah tradisional, HPL-MxP menggunakan presisi FP32 dan FP16, yang lebih mewakili kemampuan AI. Metrik ini menyoroti kekuatan Aurora dalam AI dan aplikasi dunia nyata, meskipun Linpack tetap menjadi tolok ukur standar untuk kinerja superkomputer.

Tantangan dan Prospek Masa Depan

Perjuangan Argonne untuk mengukur sistem Aurora secara penuh berasal dari berbagai masalah, termasuk kegagalan pendinginan, kesalahan operasional, dan ketidakstabilan jaringan. Terlepas dari tantangan-tantangan ini, terdapat optimisme bahwa penyelesaian masalah-masalah ini dan penyesuaian sistem secara menyeluruh dapat meningkatkan kinerjanya. Namun, Aurora masih diragukan akan melengserkan Frontier.

Saat ini, Frontier, yang didukung oleh AMD, memiliki rating 1,206 exaflops, sekitar 19 persen lebih cepat dibandingkan Aurora dengan 87 persen operasional perangkat keras Aurora. Bahkan dengan penskalaan linier, tambahan 13 persen node Aurora kemungkinan tidak akan memberikan kontribusi kinerja yang diperlukan untuk melampaui Frontier. Perwakilan Argonne berpendapat bahwa Aurora “seharusnya” pada akhirnya melampaui kinerja Frontier setelah dikerahkan sepenuhnya, namun hasil ini belum dapat direalisasikan.

Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com