Stres Berkepanjangan, Moderator TikTok ini Ajukan Tuntutan Ke Perusahaan
TikTok itu fenomenal, namun tidak terlepas dari masalah. Bahkan, karyawan perusahaan ini harus menghadapi beban yang sangat berat ketika harus memoderasi video yang layak tayang dan yang tidak.
Contoh, moderator TikTok asal Las Vegas dikabarkan mengalami gangguan stres pasca-trauma karena video yang harus ia tonton semasa kerjanya sebagai moderator. Menurut keluhannya, dia mengalami kesulitan tidur dan mengalami mimpi buruk yang mengerikan ketika dia tidur.
Baca juga : Semakin Banyak Game Yang Siap Dukung AMD FSR Dengan Lebih Dari 70 Game Saat ini
Untuk alasan inilah, ia menggugat platform dan perusahaan induk ByteDance karena gagal memberikan dukungan kepada pekerja yang terpapar konten grafis yang mengerikan, seperti pornografi anak, pemenggalan kepala, dan penembakan di sekolah.
Bloomberg melaporkan bahwa dalam gugatan class action yang diajukannya, moderator konten Candie Frazier mengatakan dia harus memutar video yang melibatkan kanibalisme, kepala hancur, bunuh diri, atau bahkan jatuh fatal dari sebuah gedung.

Keluhan tersebut menyatakan bahwa meskipun TikTok adalah salah satu dari beberapa perusahaan media sosial yang memperkenalkan pedoman — seperti dukungan psikologis dan membatasi shift hingga empat jam dimana ini dirancang untuk membantu moderator mengatasi paparan pornografi anak, perusahaan tersebut dikabarkan gagal menerapkannya.
Gugatan itu juga menyatakan bahwa moderator TikTok bekerja ternyata harus bekerja hingga 12 jam hanya dengan istirahat makan siang satu jam dan dua istirahat 15 menit, dan bahwa mereka harus menonton ratusan video setiap hari. Pengacara Frazier mengatakan karyawan diizinkan tidak lebih dari 25 detik per video dan sering melihat tiga hingga sepuluh video secara bersamaan.
Sebenarnya, moderator menggugat perusahaan karena diduga menyebabkan gangguan stres pascatrauma (PTSD) bukanlah sesuatu yang baru. Seorang moderator konten untuk kontraktor Facebook Pro Unlimited bahkan pernah menggugat jejaring sosial pada tahun 2018 setelah “paparan terus-menerus dan tak tanggung-tanggung terhadap gambar yang sangat beracun dan sangat mengganggu di tempat kerja”. Ada pula kasus YouTube mod yang menggugat perusahaan milik Google itu pada 2020 setelah mengalami gejala PTSD dan depresi akibat mereview ribuan video yang meresahkan.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
