Fakta Unik di Balik Kekuatan Konsol PlayStation 5: GPU Yang Setara PC Desktop
PlayStation 5 sering dianggap sebagai konsol yang “aneh”. Di satu sisi, spesifikasinya di atas kertas terlihat tidak terlalu agresif jika dibandingkan dengan PC gaming kelas menengah. Tapi di sisi lain, performa nyatanya di banyak game justru terasa konsisten, stabil, dan sulit diremehkan.
Kalau dilihat lebih dalam, kekuatan PS5 sebenarnya bukan datang dari angka mentah, melainkan dari cara Sony membangun ekosistem hardware-nya secara menyeluruh.
Baca juga: Harga RAM Akhir Tahun 2025: Naik Brutal, Konsumen Terjepit
Table of Contents
GPU kustom PS5 = RX 6700 XT
GPU kustom PS5 misalnya. Berbasis AMD RDNA 2, GPU ini hanya memiliki daya komputasi sekitar 10,28 teraflops dengan 36 compute unit. Angka tersebut bahkan kalah dari GPU PC seperti Radeon RX 6700 XT yang punya compute unit lebih banyak dan performa mentah lebih tinggi. Secara teori, PS5 seharusnya tertinggal.
Namun kenyataannya, banyak game di PS5 justru mampu berjalan sangat stabil di resolusi tinggi dengan frame rate yang terkunci rapi. Penyebabnya sederhana tapi krusial: PS5 adalah sistem tertutup. Developer tahu persis hardware apa yang akan digunakan pemain, tanpa variasi driver, motherboard, atau konfigurasi sistem seperti di PC. Daya GPU yang ada bisa dimanfaatkan hampir sepenuhnya, tanpa banyak kompromi akibat bottleneck yang tidak terduga.
Unified Memory: Alasan Dunia Game PS5 Terasa Mulus
Hal menarik lain ada di sistem memorinya. PS5 tidak memisahkan RAM dan VRAM seperti PC, melainkan menggunakan 16 GB GDDR6 sebagai memori terpadu. CPU dan GPU berbagi ruang memori yang sama dengan bandwidth tinggi hingga 448 GB per detik. Pendekatan ini membuat pertukaran data menjadi jauh lebih cepat dan efisien.
Efeknya terasa jelas di game modern. Asset dunia game bisa di-stream dengan sangat agresif, loading antar area hampir tidak terasa, dan transisi visual berjalan mulus. Ketika sistem memori ini dipadukan dengan SSD NVMe kustom PS5 yang sangat cepat, banyak pekerjaan berat yang biasanya membebani CPU bisa disederhanakan atau bahkan dipindahkan ke sistem I/O khusus.
CPU Zen 2 yang Cerdas
Soal CPU, PS5 memang tidak menggunakan arsitektur terbaru. Prosesornya berbasis AMD Zen 2 dengan delapan core dan enam belas thread, setara dengan Ryzen 3000 series di PC. Clock speed-nya pun tidak terlalu tinggi jika dibandingkan prosesor desktop modern. Tapi sekali lagi, konteks konsol membuat semuanya berbeda.
Karena beban streaming data dan manajemen storage ditangani oleh sistem khusus, CPU PS5 bisa fokus ke hal-hal penting seperti logika game, AI, dan physics. Inilah alasan kenapa CPU yang secara teknis sudah “tua” masih terasa relevan hingga sekarang.
Jika dibandingkan dengan PC, performa PS5 sering disandingkan dengan GPU kelas RTX 3060 Ti atau Radeon RX 6700 XT. Di atas kertas, ketiganya memang berada di level yang relatif sejajar. Bedanya, PC unggul dalam fleksibilitas dan fitur tambahan seperti DLSS atau ray tracing yang lebih matang di sisi Nvidia, sementara PS5 mengandalkan kestabilan dan konsistensi performa di dunia nyata.
Pada akhirnya, PlayStation 5 menunjukkan bahwa performa gaming tidak selalu soal spesifikasi terbesar. Integrasi hardware, desain sistem yang efisien, dan optimasi software yang ekstrem bisa menghasilkan pengalaman bermain yang terasa lebih “utuh” dibanding sistem dengan tenaga mentah lebih besar tapi kompleks.
Dan di situlah letak kekuatan sesungguhnya dari PS5.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :


