ASUS Vivobook Series: Sebenarnya ini Laptop Apa & Buat Siapa?
Nama ASUS Vivobook hampir selalu muncul setiap kali orang mencari laptop. Mulai dari “laptop 5 jutaan”, “laptop kerja”, sampai “laptop kuliah”, Vivobook terkadang jadi jawaban paling aman. Tapi justru di situ masalahnya: karena terlalu sering disebut, banyak yang sebenarnya tidak benar-benar paham Vivobook itu laptop kelas apa.
Vivobook bukan laptop gaming, bukan juga ultrabook premium. Tapi anehnya, ia sering diposisikan di antara keduanya. Dan itu bukan kebetulan.
Baca juga: Fakta Unik di Balik Kekuatan Konsol PlayStation 5: GPU Yang Setara PC Desktop
Table of Contents
Inti Dari ASUS Vivobook
Hal pertama yang perlu diluruskan: Vivobook bukan ROG, bukan TUF. Jangan berharap GPU kelas berat atau sistem pendingin agresif. Fokus Vivobook sejak awal adalah laptop mainstream, untuk kebutuhan mayoritas pengguna.
ASUS merancang Vivobook sebagai laptop “cukup untuk segalanya”. Cukup kencang untuk kerja, cukup ringan untuk dibawa, cukup hemat daya untuk dipakai seharian. Tidak ekstrem di satu sisi, tapi juga tidak lemah.
Itulah kenapa Vivobook bisa hadir dengan spesifikasi yang sangat beragam. Ada yang pakai prosesor hemat daya, ada juga yang sudah cukup serius untuk kerja berat. Tapi semuanya tetap bermain di zona aman: produktivitas dan hiburan.
Alasan Seri Vivobook Sangat Banyak
Kalau kalian merasa Vivobook itu “kebanyakan model”, itu bukan perasaan semata. ASUS memang sengaja membuat Vivobook sebagai platform, bukan satu produk tunggal.
- Ada Vivobook Go untuk harga semurah mungkin.
- Ada Vivobook Classic / Flip untuk penggunaan harian.
- Ada Vivobook S/S Flip untuk yang ingin desain lebih tipis dan modern. (Flip untuk convertible).
Nama besarnya sama, tapi target penggunanya bisa sangat berbeda. Di sinilah Vivobook sering disalahpahami. Banyak yang mengira semua Vivobook itu sama, padahal perbedaannya bisa sejauh laptop kantor biasa ke laptop kerja kreatif.
Desain: Tidak Mencari Pujian, Tapi Tidak Memalukan
Vivobook tidak mencoba tampil “wah”. Desainnya cenderung aman, bersih, dan kadang malah terkesan sederhana. Tapi justru itu kekuatannya. Laptop ini tidak terlihat norak di ruang rapat, tapi juga tidak kaku untuk dipakai mahasiswa.
ASUS cukup pintar bermain di area ini. Vivobook dibuat agar tidak mengasingkan siapa pun. Mau dipakai kerja, kuliah, atau sekadar nonton di kafe, tampilannya masih relevan.
Performa: Cukup Realistis, Tidak Menjual Mimpi
Di sinilah Vivobook sebenarnya jujur. Laptop ini tidak menjanjikan hal yang muluk. Kalian tidak akan ditipu dengan klaim “gaming lancar” atau “render super cepat” di semua model.
Sebagian besar Vivobook memang ditujukan untuk:
- kerja kantor,
- multitasking ringan–menengah,
- editing ringan,
- hiburan sehari-hari.
Kalau ada Vivobook yang performanya tinggi, biasanya itu varian S atau Pro, dan harganya pun menyesuaikan. Tidak ada ilusi bahwa semua Vivobook itu sama kuatnya.
Jadi, Vivobook Cocok Buat Siapa?
Vivobook cocok buat pengguna yang:
- ingin laptop praktis tanpa ribet,
- tidak mau desain terlalu mencolok,
- butuh performa yang masuk akal,
- dan tidak ingin membayar mahal untuk fitur yang tidak dipakai.
Ini laptop untuk orang yang ingin laptopnya bekerja, bukan pamer spesifikasi.
ASUS Vivobook Series bukan laptop yang bikin kagum di tabel spesifikasi. Tapi justru karena itu, ia laku keras. Vivobook hadir sebagai laptop yang realistis, fleksibel, dan relevan untuk mayoritas pengguna.
Bukan yang terbaik di satu hal, tapi cukup baik di banyak hal. Dan di pasar laptop yang sering terlalu ekstrem ke satu arah, pendekatan seperti ini justru terasa paling dewasa.
Vivobook bukan laptop impian. Tapi buat banyak orang, inilah laptop yang paling masuk akal.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :




