>

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Mini PC biasanya identik dengan kompromi performa. Tapi ASUS ROG NUC 970 datang membawa klaim besar: bodi 2,5 liter, prosesor Intel Core Ultra 9, dan RTX 4070 Laptop GPU. Di atas kertas, ini sudah masuk wilayah PC serius, bukan sekadar PC mungil buat kerja ringan. Masalahnya bukan di spesifikasi, tapi di harga. Dengan banderol yang terhitung mahal, otomatis itu mengundang pertanyaan besar: sepadan atau tidak? Dan yang lebih penting, siapa sebenarnya target Mini PC semahal ini?

Jadi dalam review kali ini, kami akan membahasnya secara kritis dan seimbang—tanpa glorifikasi, tanpa menjatuhkan—untuk melihat apakah ROG NUC 970 benar-benar masuk akal, atau hanya menarik di atas kertas.

Baca juga: Review ASUS ROG Strix B850-F Gaming WiFi: Fitur Premium di Harga yang Sensitif

Harga & Posisi di Pasar

ASUS ROG NUC 970 tidak bisa disebut sebagai mini PC biasa — harganya masuk kelas premium jika dibandingkan sebagian besar mini PC dan desktop compact di pasaran. Sampai akhir 2025, harga unit ini berkisar sekitar Rp 35.9 juta di salah satu toko online, bahkan ada yang memasang harga di atas Rp 40 juta tergantung konfigurasi dan seller.

Link pembelian ASUS ROG NUC 970: Shopee

Untuk konteksnya:

  • Mini PC mainstream biasanya berada di bawah Rp 10–15 juta
  • Mini PC kelas gaming atau workstation ringan umumnya Rp 15–30 jutaan
  • ASUS ROG NUC 970 menempatkan dirinya di atas kisaran tersebut, lebih dekat dengan desktop rakitan premium yang memakai CPU mid-high dan GPU-discrete

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Jadi, cocoknya untuk siapa? ROG NUC 970 ini ini paling cocok untuk:

  • Gamer yang ingin PC kecil tapi kuat
  • Creator yang butuh performa tanpa repot rakit
  • Work-from-home / hybrid worker yang butuh desktop ringkas
  • Pengguna ruang sempit atau setup di ruang TV/rumpun multimedia

Kurang cocok untuk:

  • PC Enthusiast yang mengejar value tertinggi
  • User yang ingin upgrade GPU desktop full size
  • Budget-conscious buyer yang menginginkan harga terendah per FPS

Desain & Build Quality

Melihat ASUS ROG NUC 970 pertama kali, impresi yang muncul adalah compact without compromise. Dengan ukuran tubuh hanya sekitar 2,5 liter (sekitar 27 x 18 x 6 cm), perangkat ini hampir sepuluh kali lebih kecil dibanding PC desktop tradisional — namun tetap menyuguhkan banyak port dan fitur yang biasanya ada di desktop ukuran penuh.

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Kesan ringkas ini jelas menjadi nilai jual utama:

  • Tidak memakan banyak ruang
  • Mudah diletakkan di meja kerja, ruang tamu, atau dekat TV
  • Lebih rapi dibanding desktop tower yang besar

Chassis NUC 970 terasa solid dengan kombinasi material logam + plastik berkualitas tinggi. ROG tetap mempertahankan signature aesthetic mereka: garis-garis tajam, sedikit aksen RGB lewat Aura Sync, dan logo ROG yang tidak terlalu mencolok tapi cukup premium. Tidak berlebihan, tapi tetap punya identitas gaming.

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Desain kotak yang sederhana ini terasa tepat untuk penggunaan mixed — dari gaming, kerja profesional, hingga ke ruang keluarga sebagai PC multimedia.

Kemudahan Upgrade

Salah satu keuntungan paling nyata dari desainnya adalah akses internal yang relatif mudah. ASUS merancang NUC ini supaya:

  • Upgrade RAM bisa cepat
  • Menambah SSD lewat slot M.2 tersedia
  • Membersihkan kipas dan heatsink terjangkau tanpa proses bongkar kompleks

Beda dengan banyak mini PC ultra-compact lain yang bikin tool-less access hanya janji belaka, ROG NUC benar-benar memberikan kemudahan yang terasa saat proses fisik.

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Termal & Sirkulasi Udara

Meski kecil, ASUS tidak main-main soal pembuangan panas. Mini PC ini dilengkapi vapor chamber + heat pipes, diklaim bisa memberikan aliran udara dioptimalkan agar suhu tetap terjaga meski berada di ruang terbatas dan sirkulasi udara tetap efisien tanpa menimbulkan noise berlebihan

Pada pengujian, suhu CPU bisa mencapai level tinggi saat beban berat, tapi tidak sampai membuat sistem throttle drastis. Artinya, sistem termal cukup efektif untuk ukuran bodi mini PC tersebut.

Port dan Konektivitas

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Untuk sebuah mini PC, port-nya tidak mengecewakan:

Depan:

  • 1x SD Express 8.0 Card Reader
  • 2x USB 3.2 Gen2 Type-A
  • 1x Jack Headset 3.5 mm

Belakang:

  • 1x Thunderbolt™ 4 / USB-C (dengan DisplayPort 2.1)
  • 2x USB 3.2 Gen2 Type-A
  • 2x USB 2.0 Type-A
  • 1x HDMI 2.1 FRL
  • 2x DisplayPort 1.4a
  • 1x LAN 2.5G
  • Kensington Lock

Ketersediaan Thunderbolt 4 dan dua display output (DP + HDMI) memungkinkan penggunaan multi-monitor tanpa dongle tambahan. Ini penting untuk gamer sekaligus creator yang butuh ruang kerja lebih luas.

Namun ada satu hal yang terasa kurang matang secara estetika dan ergonomis: Jack audio hanya di bagian depan — jadi jika pengguna ingin pakai speaker kabel tradisional di belakang chassis, kabel jadi terlihat keluar-masuk dari depan, yang kurang rapi secara visual.

Kalau ASUS menyertakan output audio belakang atau line-out, itu akan jadi poin plus dari segi fleksibilitas sambungan suara.

Secara keseluruhan, desain ROG NUC 970 menunjukkan filosofi compact performance yang solid. Tidak ringkas semata, tapi tetap mempertahankan fleksibilitas dan akses yang penting untuk pengguna intensif. Desainnya juga menunjang fungsi utama — gaming, kerja, hingga creativity workflows — meskipun ada sedikit kompromi pada tata letak audio.

Spesifikasi ASUS ROG NUC 970

Komponen Spesifikasi
CPU Intel® Core™ Ultra 9 185H (16 core / 22 thread, up to ~5.1 GHz)
GPU NVIDIA® GeForce RTX™ 4070 Laptop GPU (115 W + 25 W Dynamic Boost)
Memori 32GB DDR5-5600 SO-DIMM Dual-Channel (2 slot)
Storage 1 TB PCIe® 4.0 NVMe™ SSD (1 slot terisi)
Ekspansi Storage 3 × M.2 PCIe® 4.0 SSD slot (total; 2 slot kosong)
Jaringan Intel® Killer™ Wi-Fi 6E + Bluetooth® 5.3 / 2.5 Gb Ethernet
Port Depan 2 × USB 3.2 Gen2 Type-A, SD Express 8.0, Headset Jack
Port Belakang 1 × Thunderbolt™ 4/DP2.1, 2 × USB 3.2 Gen2, 2 × USB 2.0, HDMI 2.1 FRL, 2 × DP 1.4a, RJ45, DC-in, Kensington Lock
Audio Realtek/ALC256 (Headset Jack depan)
Cooling Vapor chamber + heat pipe
Dimensi ~27 × 18 × 6 cm (2.5 L)
Berat ± 2.6 kg
Aksesori Vertical stand + power adapter + kabel

Kalau dilihat di atas kertas, ASUS ROG NUC 970 memang terasa seperti laptop gaming yang dipindahkan ke bodi mini PC. Prosesor yang dipakai adalah Intel Core Ultra 9 185H, CPU yang biasanya kita temui di laptop kelas atas, lengkap dengan arsitektur hybrid P-core dan E-core serta NPU untuk beban kerja AI.

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Prosesor ini berbasis arsitektur Meteor Lake dengan konfigurasi 16 core dan 22 thread yang sekali lagi umum ditemukan di laptop gaming premium, bukan desktop, dan hadir dengan TDP dasar sekitar 45W. Namun, pada ROG NUC 970, ASUS memberikan ruang daya yang jauh lebih longgar dibanding laptop pada umumnya—sebuah indikasi bahwa sistem ini memang tidak dikekang oleh batasan baterai atau chassis tipis.

Selain CPU, ROG NUC 970 juga membawa NPU (Neural Processing Unit) bawaan Intel Core Ultra. Ini bukan gimmick semata, karena NPU memungkinkan pemrosesan AI dilakukan secara lokal dan lebih efisien, mulai dari fitur berbasis AI di aplikasi kreatif, sampai eksperimen workflow AI offline tanpa harus selalu mengandalkan GPU atau cloud.

Di sisi grafis, ASUS memilih NVIDIA GeForce RTX 4070 Laptop GPU dengan konfigurasi daya hingga 115W + 25W Dynamic Boost. Sekali lagi, ini menegaskan bahwa ROG NUC 970 tidak bermain di kelas GPU desktop. GPU yang digunakan sepenuhnya versi laptop, lengkap dengan semua fitur khas arsitektur Ada Lovelace seperti ray tracing dan DLSS 3, tetapi dengan karakteristik konsumsi daya dan thermal ala mobile platform.

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Untuk memori, ASUS membekali sistem ini dengan DDR5-5600 SO-DIMM dual-channel, menggunakan dua slot fisik. Unit yang diuji sudah terisi 32GB RAM, kapasitas yang realistis untuk penggunaan gaming, konten kreatif, hingga pekerjaan profesional. Meskipun secara fisik mendukung hingga 64GB, ASUS sendiri memvalidasi konfigurasi tersebut dengan catatan keterbatasan termal—sebuah pengingat bahwa ini tetap sistem ringkas dengan batasan tertentu.

Sektor penyimpanan juga cukup menarik. ROG NUC 970 menyediakan tiga slot M.2 PCIe Gen4 NVMe, di mana satu slot sudah terisi SSD bawaan berkapasitas 1TB. Dua slot lainnya dibiarkan kosong dan siap diisi, tanpa perlu kompromi soal kecepatan atau jalur PCIe. Untuk ukuran mini PC, konfigurasi storage seperti ini tergolong sangat longgar dan jarang ditemui.

Secara keseluruhan, spesifikasi ROG NUC 970 terasa seperti hasil kompromi yang sadar: performa kelas laptop gaming premium, fleksibilitas upgrade ala desktop mini, dan efisiensi ruang yang ekstrem. Ini bukan sistem yang mencoba mengalahkan desktop rakitan, melainkan menawarkan pendekatan berbeda bagi pengguna yang ingin performa tinggi tanpa harus berurusan dengan casing besar dan perakitan rumit.

Performa ASUS ROG NUC 970

Dengan kombinasi Intel Core Ultra 9 185H dan RTX 4070 Laptop GPU, ekspektasi terhadap performa ROG NUC 970 memang otomatis tinggi. Pertanyaannya bukan sekadar “kencang atau tidak”, tapi seberapa masuk akal performanya untuk ukuran mini PC 2,5 liter dengan harga segini.

Performa Prosesor

Intel Core Ultra 9 185H sejatinya merupakan prosesor kelas laptop gaming. Tapi di ROG NUC 970, ceritanya agak berbeda. ASUS memberi ruang daya yang jauh lebih longgar dibanding laptop.

  • PL1 bisa tembus ~ 90 Watt
  • PL2 mencapai ~110 Watt

Hasilnya, performa CPU terasa lebih “lepas”.

Cinebench R23:

  • Multi-core: 19.719
  • Single-core: 1.778

Angka ini sudah masuk wilayah CPU desktop kelas menengah, dengan konsumsi daya yang relatif lebih efisien. Untuk kerja multitasking, rendering ringan-menengah, sampai workflow kreatif yang memanfaatkan banyak core, performanya terasa solid.

Soal konsumsi daya:

  • CPU average: ~80 Watt
  • CPU max: ~104 Watt

Masih wajar untuk sistem sekecil ini.

Suhu & Pendinginan

Ini bagian yang perlu dicatat dengan jujur.

Dalam stress test Cinebench:

  • CPU Package:
    • ~94,6°C (Fan Profile Standard)
    • ~93,7°C (Fan Profile Cool)

Angka ini memang tinggi, tapi belum sampai level berbahaya. Ada sedikit throttling, namun tidak sampai menjatuhkan performa secara drastis. Selama penggunaan normal—kerja, editing, gaming—kipas juga tidak berisik berlebihan, dan bagian luar casing tidak terasa panas menyengat.

Bisa dibilang, sistem pendinginnya bekerja cukup optimal untuk batas fisik chassis.

Performa Gaming: RTX 4070 Laptop Masih Relevan

RTX 4070 Laptop GPU di ROG NUC 970 berjalan dengan:

  • TGP efektif sekitar 110W + Dynamic Boost
  • Power draw rata-rata gaming: ~ 93 Watt
  • Suhu GPU: ~62°C (aman dan stabil)

Untuk gaming, 1080p masih jadi zona paling nyaman:

Performa 1440p:

1440p masih bisa, tapi mulai perlu kompromi. FPS turun cukup signifikan, Dimana setting High atau Medium lebih realistis untuk game AAA berat. Artinya, ini bukan mesin 4K gaming, tapi sangat layak sebagai PC gaming 1080p high-refresh atau PC 1440p dengan setting realistis. Mesin kerja + gaming hybrid di satu perangkat ringkas

Catatan Penting

Performa ROG NUC 970 ini bukan buruk, bahkan cenderung impresif untuk ukurannya. Tapi tetap perlu diingat:

  • GPU yang dipakai adalah RTX 4070 versi laptop
  • Performa jelas di bawah RTX 4070 desktop
  • Harga unit ini mendekati, bahkan bisa lebih mahal dari PC desktop rakitan dengan performa lebih tinggi

Jadi performanya kencang, tapi nilainya baru terasa masuk akal kalau kamu benar-benar butuh form factor kecil tanpa ribet rakit PC.

Kesimpulan

ASUS ROG NUC 970 bisa dibilang sebagai contoh nyata bagaimana batas antara mini PC, laptop gaming, dan desktop kelas menengah makin kabur. Dalam bodi 2,5 liter, ASUS berhasil memasukkan kombinasi prosesor Intel Core Ultra kelas atas dan GPU RTX 40 Laptop dengan konfigurasi daya yang relatif agresif. Hasilnya, performa yang ditawarkan jelas bukan sekadar “cukup untuk mini PC”, tapi sudah masuk wilayah serius untuk kerja kreatif dan gaming modern.

Namun, ROG NUC 970 juga tidak datang tanpa kompromi. Suhu prosesor yang tinggi saat beban berat, keterbatasan tuning layaknya desktop, hingga keputusan desain seperti absennya jack audio belakang menunjukkan bahwa produk ini memang dirancang dengan prioritas tertentu, bukan untuk semua orang. Ini bukan pengganti PC rakitan bagi pengguna yang suka utak-atik ekstrem, juga bukan opsi paling rasional dari sisi harga-performa murni.

Di sisi lain, kalau dilihat dari sudut pandang yang tepat, ROG NUC 970 justru masuk akal. Untuk pengguna yang butuh performa tinggi, footprint kecil, konsumsi daya relatif efisien, konektivitas lengkap, dan kemudahan setup, mini PC ini menawarkan solusi yang bersih dan praktis. Terutama bagi kreator, profesional, atau gamer yang ingin sistem ringkas tapi tetap serius, tanpa harus berurusan dengan rakit PC dari nol di tengah harga komponen yang makin tidak ramah.

ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik

Singkatnya, ASUS ROG NUC 970 adalah produk spesifik untuk kebutuhan spesifik. Mahal, iya. Overkill untuk sebagian orang, jelas. Tapi untuk target pasarnya, ia menawarkan sesuatu yang sulit ditiru oleh desktop konvensional maupun laptop gaming: performa tinggi yang ringkas, fleksibel, dan relatif tenang. Bukan pilihan paling ekonomis—tapi jelas salah satu yang paling unik di kelasnya.

Plus Minus ASUS ROG NUC 970

Positif

  • Performa tinggi di bodi mini
  • Power limit longgar (atau lebih tinggi) untuk kelas mini PC
  • Upgrade masih masuk akal
  • Konektivitas lengkap
  • BIOS ramah pengguna.

Minus:

  • Harga sangat mahal untuk kelas mini PC
  • Audio jack cuma di depan, kurang ideal untuk setup meja atau home theater.
  • Pasar sangat niche dan terbatas
Comments

VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com