Korea Utara Jadikan Bitcoin Sebagai Penghasilan Terbesar Negara Tersebut

Hacker Korea Utara baru-baru ini telah dituduh sebagai pelaku kejahatan cyber terbesar yang pernah terjadi di dunia. Ketika banyak yang menyangka bahwa negara ini akan bangkrut akibat sanksi terbaru dari negara barat dan PBB, justru negara ini akan bertahan jauh lebih lama lagi. Ini semua karena bentuk “bisnis” lain yang dijalankan dalam dunia maya, dimana negeri tersebut memanfaatkan Bitcoin sebagai bagian dari bentuk pendapatannya.  

Dan bukan bentuk bisnis halal nyatanya apa yang dilakukan negara tersebut, melainkan mereka memanfaatkan mata uang ini sebagai bentuk dari petukaran informasi data keuangan yang berhasil diretas oleh para hacker terbaiknya dengan komunitas bawah tanah dalam bentuk Lazarus Group, ungkap new.sky.com.

Sebagaimana kita tahu bahwa group ini merupakan salah satu jaringan Cybercrime yang sangat berbahaya, dimana mereka yang bertanggung jawab atas serangan global ransomware beberapa waktu lalu dan meminta sejumlah tebusan dalam bentuk Bitcoin. Jika ditelusuri, ini mungkin ada hubungannya dengan pemerintahan Korea Utara.

Magnet Besar Bitcoin terhadap Korea Utara

Mata uang Cryptocurrency pada dasarnya sangat sesuai untuk menghindari sanksi, terlepas dari segala sesuatu yang ganas dalam nilainya, karena pembayaran ini diproses secara terdistribusi dan bukan melalui otoritas pusat. Ada beberapa bukti yang menunjukkan bagaimana biro pemerintah Korea Utara telah melakukan kegiatan ekonomi terlarang tersebut hingga sekarang. Dari tahun 2015 sampai 2016, serangkaian pencetus cyber canggih yang menargetkan layanan keuangan global SWIFT memungkinkan kolektif cybercrime yang disponsori negara, dimana para periset dari Lazarus Group berhasil mencuri aset dengan nilaijutaan dolar.

Periset Cybersecurity menghubungkan Kelompok Lazarus ke Korea Utara, meskipun tidak diketahui apakah itu adalah bagian dari biro dinas rahasia pemerintah atau sebuah kelompok yang disewa oleh elit Pyonyang untuk mengisi pendapatan mereka sendiri. Uang tebusan dituntut dalam mata uang virtual Bitcoin.

Tuduhan ini semakin jelas terlihat ketika sebuah penelitian yang dilakukan oleh firma keamanan dunia maya FireEye’s Luke McNamara menggambarkan minat besar Korea Utara yang terus meningkatkan jumlah cripto daya sebagai kelas aset tertinggi, dengan nilai Bitcoin yang dimiliki mereka meningkat drastis sebesar 400% sejak Januari tahun ini. McNamara mencatat bagaimana badan rahasia Korea Utara yang diketahui secara informal sebagai Office 39 telah menjadi aset penting negara tersebut dengan menghasilkan pendapatan pasar gelap terbesar sejak tahun 1970an.

Tim ini bahkan memperkirakan bahwa korea utara mampu menghasilkan $ 1 miliar per tahun melalui aktivitas terlarang, termasuk pemalsuan mata uang dolar AS, menghasilkan narkotika, dan bahkan menyelundupkan emas. Penelitian FireEye ini juga mencatat bagaimana meningkatnya kegiatan tersebut setelah jatuhnya sanksi ekonomi terhadap negara ini disertai dengan meningkatnya kampanye spearphishing yang menargetkan pertukaran kripto korea Korea Selatan.

Ketika anda berpikir bahwa negara ini jauh dari dunia teknologi, maka sebaiknya pikirkan lagi. Mereka bahkan memiliki hacker terbaik di dunia yang didik secara langsung oleh pemerintah. Mungkin saja suatu saat nanti, para hackerlah yang memiliki peranan besar dalam setiap peperangan untuk bisa menang, Who knows.

 Baca Juga :



Comments

One thought on “Korea Utara Jadikan Bitcoin Sebagai Penghasilan Terbesar Negara Tersebut

Comments are closed.