Sony Amankan Stok Memori, Harga PS5 Dijamin Stabil Sepanjang 2026
Kabar baik datang bagi ekosistem PlayStation. Di tengah laporan bahwa penjualan kumulatif PlayStation 5 telah menembus angka 92 juta unit, CFO Sony Group, Lin Tao, memberikan kepastian mengenai ketersediaan stok dan harga konsol. Sony mengeklaim telah melakukan pengadaan modul memori dalam jumlah yang cukup untuk menjaga harga PS5 tetap stabil sepanjang tahun 2026.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi unit PS5 standar maupun model Pro yang lebih bertenaga, meski para pemain besar di industri saat ini sedang tercekik oleh kenaikan biaya DRAM dan NAND.
Baca jugaLĀ AOC Luncurkan Monitor Gaming QD-OLED 280Hz Generasi Ketiga
Meski harga perangkat keras dijanjikan tetap aman, Sony tidak menampik adanya tekanan biaya produksi yang membengkak. Untuk menutupi selisih margin tersebut, Lin Tao mengungkapkan bahwa perusahaan akan menyesuaikan strategi penjualan secara fleksibel.
Alih-alih menaikkan harga mesin, Sony akan memprioritaskan “monetasi basis pengguna yang sudah ada”. Dalam bahasa yang lebih sederhana, Sony akan menggenjot pendapatan dari sektor perangkat lunak dan layanan jaringan (PlayStation Plus). Strategi ini memicu kekhawatiran di kalangan media bahwa tarif langganan PlayStation Plus mungkin akan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dalam waktu dekat.
Langkah Sony ini sedikit berbeda dengan pendekatan Nintendo tahun lalu. Saat meluncurkan Switch 2, Nintendo tetap mempertahankan harga peluncuran (MSRP) yang stabil, namun mereka memilih menaikkan harga aksesori resmi serta harga model Switch orisinal untuk menyeimbangkan biaya produksi.
Meski produsen berusaha keras menahan harga, para analis industri memperkirakan bahwa tekanan pasar memori bisa saja memaksa kenaikan harga konsol setidaknya sebesar $50 (sekitar Rp800 ribuan) jika kondisi tidak kunjung membaik.
Siklus Hidup PS5 Lebih Panjang?
Kepastian harga hingga 2026 ini juga memperkuat rumor yang menyebutkan bahwa peluncuran konsol generasi berikutnya, PlayStation 6, mungkin akan diundur hingga tahun 2029. Jika benar, Sony Interactive Entertainment (SIE) kemungkinan besar akan mengandalkan keluarga besar PS5 dalam jangka waktu yang lebih lama dari siklus konsol biasanya.
Strategi Sony ini adalah langkah cerdas namun berisiko. Menahan harga konsol akan menjaga momentum penjualan perangkat keras, namun membebankan biaya tersebut ke layanan seperti PlayStation Plus bisa menjadi bumerang jika beban biaya langganan dirasa sudah tidak lagi sebanding dengan fitur yang ditawarkan, terutama di saat PS5 mulai menua.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

