ASUS ExpertBook P3 (PM3406) Review: Rekomendasi Laptop Bisnis 2026?
Memasuki era kerja hybrid yang semakin matang, kebutuhan akan laptop bisnis 2026 tidak lagi sekadar soal tipis dan baterai awet. Sekarang, standar baru mencakup keamanan berlapis, performa stabil untuk multitasking berat, hingga kemampuan AI lokal yang bisa membantu produktivitas tanpa bergantung ke cloud. Di titik inilah banyak laptop mulai tersaring—tidak semua benar-benar siap disebut perangkat kerja masa depan.
ASUS ExpertBook P3 (PM3406) hadir untuk mencoba menjawab tuntutan tersebut. Dengan prosesor Ryzen AI generasi terbaru, fitur keamanan enterprise, dan desain ringkas untuk mobilitas tinggi, laptop ini diposisikan sebagai perangkat kerja serius, bukan sekadar laptop premium dengan label AI. Pertanyaannya, apakah ini benar-benar representasi laptop bisnis 2026 yang layak dibeli, atau hanya strategi branding yang terdengar futuristik?
Mari kita bahas tanpa basa-basi brosur.
Baca juga: ASUS ROG NUC 970 Review: Mini PC Gahar, Harga Bikin Panik
Table of Contents
Harga & Posisi Pasar
Kisaran harga 17 sampai 18 jutaan jelas bukan angka yang ramah buat semua orang. Apalagi kalau melihat laptop 10–12 jutaan sekarang sudah pakai prosesor kencang, SSD besar, dan layar bagus. Tapi ExpertBook P3 memang tidak bermain di segmen itu.
Laptop 10 jutaan cocok buat mahasiswa, pekerja kantoran umum, atau content creator ringan. Sementara ExpertBook P3 dirancang untuk profesional yang membawa data sensitif, sering berpindah lokasi kerja, dan butuh perangkat yang bisa diandalkan dalam jangka panjang.
Yang dibayar bukan cuma CPU dan RAM, tapi juga:
- Sertifikasi militer MIL-STD 810H
- TPM 2.0 diskrit
- Proteksi BIOS
- Slot upgrade RAM dan dual SSD
Kalau kebutuhan kalian hanya Office dan browsing, jelas ada opsi lebih hemat. Tapi kalau bicara laptop kerja serius untuk bisnis, harga ini masih masuk akal.
Desain
Biasanya laptop dengan label “tahan banting” identik dengan bodi tebal dan berat. ExpertBook P3 justru sebaliknya. Bobotnya mulai 1,34 kg dengan ketebalan sekitar 1,79 cm. Ini masih nyaman dibawa meeting ke meeting atau perjalanan dinas tanpa terasa seperti membawa beban ekstra.
ASUS mengklaim laptop ini lolos 24 prosedur uji MIL-STD 810H. Di dunia nyata, artinya kalian tidak perlu panik kalau laptop terguncang di dalam tas atau tersenggol di meja kerja.
Keyboard-nya juga sudah spill-resistant hingga 66cc. Bukan berarti boleh sengaja ditumpahi kopi, tapi setidaknya ada lapisan proteksi kalau terjadi insiden kecil.
Ini bukan laptop gaya-gayaan. Ini laptop yang memang disiapkan untuk kerja.
Port & Konektivitas
Satu hal yang menyebalkan dari banyak laptop tipis modern adalah ketergantungan pada dongle. ExpertBook P3 masih waras dalam hal ini.
Dua USB-C full function sudah mendukung charging 90W, display out, dan transfer data cepat. Selain itu masih ada:
- HDMI 2.1
- RJ45 LAN
- Dua USB-A
- Audio combo jack
Port LAN fisik mungkin terdengar kuno, tapi di kantor dengan WiFi padat, ini bisa jadi penyelamat. Untuk koneksi nirkabel, sudah mendukung WiFi 7. Future-proof, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.
Pengisian dayanya juga cukup cepat. Dari 33% ke 90% bisa dicapai dalam waktu kurang dari setengah jam. Ini sangat membantu kalau kalian cuma punya waktu singkat sebelum meeting berikutnya.
Layar
Begitu dibuka, rasio 16:10 langsung terasa bedanya. Ruang vertikal ekstra ini sangat membantu untuk Excel, dokumen panjang, atau coding.
Resolusinya WQXGA (2560 x 1600). Teks terlihat tajam dan bersih, tidak bikin mata cepat lelah. Panel ini juga sudah 100% sRGB dengan tingkat kecerahan 400 nits.
Artinya, selain nyaman untuk kerja administratif, layar ini juga cukup layak untuk editing foto ringan atau desain konten internal. Ini bukan layar gaming, tapi jelas bukan panel murahan.
Keamanan & AI
Bagian paling menarik dari ExpertBook P3 bukan sekadar performa, tapi keamanan dan AI lokalnya.
Laptop ini dilengkapi Self-Recovery BIOS. Kalau terjadi kerusakan atau gangguan saat update BIOS, sistem bisa memulihkan dirinya sendiri. Fitur seperti ini jarang ditemukan di laptop konsumer. TPM 2.0 diskrit juga jadi nilai tambah besar. Ini bukan TPM berbasis firmware, tapi chip fisik khusus untuk enkripsi data.
Login sudah mendukung kamera IR dan fingerprint dengan standar FIDO2. Ditambah lagi ada webcam shield fisik, jadi privasi benar-benar bisa ditutup manual.
Soal AI, ASUS menyematkan fitur ExpertMeet yang berjalan di NPU Ryzen AI. Fungsinya termasuk transkripsi meeting, rangkuman otomatis, dan terjemahan real-time.
Yang menarik, semua diproses secara lokal (on-device). Jadi data meeting tidak perlu dikirim ke cloud.
Namun perlu jujur: AI lokal ini belum selalu sempurna. Untuk logat bicara yang kurang jelas, hasil transkripnya masih bisa berantakan. Ini membantu, tapi bukan pengganti total pencatatan manual.
Spek & Performa
| Komponen | Detail |
| Model | PM3406CKA |
| Warna | Misty Grey |
| OS | Windows 11 Home (Rekomendasi Windows 11 Pro untuk bisnis) |
| Prosesor | AMD Ryzen™ AI 7 350 (8C/16T, up to 5.0GHz, 16MB Cache), NPU hingga 50 TOPs |
| Grafis | AMD Radeon™ 860M |
| Neural Processor | AMD Ryzen™ AI (40+ TOPs) |
| Layar | 14” WQXGA (2560×1600), 16:10, Anti-glare, 400 nits, 100% sRGB, 86% screen-to-body |
| RAM | 32GB DDR5 SO-DIMM (Up to 64GB) |
| Storage | 1TB M.2 NVMe PCIe 4.0 SSD |
| Slot Ekspansi | 2x DDR5 SO-DIMM, 1x M.2 2280 PCIe 4.0×4, 1x M.2 2230 PCIe 4.0×4 |
| Port | 2x USB-A 3.2 Gen1, 2x USB-C 3.2 Gen2 (PD & Display), HDMI 2.1, Audio combo |
| Keyboard | Backlit Chiclet, 1.5mm travel, spill-resistant |
| Kamera | 1080p FHD + IR (Windows Hello), privacy shutter |
| Audio | Dirac Audio, Smart Amp, dual speaker, array mic |
| Konektivitas | WiFi 6 (2×2), Bluetooth 5.4 |
| Baterai | 70Wh, 4-cell Li-ion |
| Adaptor | USB-C 90W |
| Bobot | Mulai 1.34 kg |
| Dimensi | 31.27 x 22.71 x 1.79 ~ 1.80 cm |
| Keamanan | TPM 2.0, Fingerprint (Power Key), IR Camera, BIOS Self Recovery, Secured-core PC |
| Standar Militer | MIL-STD 810H |
| Sertifikasi | TCO Certified, FSC Recycled |
| Material Ramah Lingkungan | 23% material berkelanjutan |
| Bonus (Opsional) | Backpack |
Prosesor
Jantung dari ASUS ExpertBook P3 (PM3406) adalah AMD Ryzen™ AI 7 350, sebuah prosesor yang dirancang bukan sekadar untuk tugas kantor biasa, tetapi juga kebutuhan komputasi yang lebih berat dan memanfaatkan kecerdasan buatan lokal (on-device AI).
Secara arsitektur, Ryzen AI 7 350 menawarkan konfigurasi yang layak untuk kelas bisnis:
- 8 core fisik yang terdiri dari kombinasi core performa dan efisiensi
- 16 thread untuk menangani banyak tugas sekaligus tanpa lag signifikan
- Fabric dan cache yang dioptimalkan untuk kebutuhan multitasking modern
Paduan ini memang terlihat seperti prosesor desktop mainstream, tetapi dikemas dengan fokus yang berbeda: bukan sekadar angka benchmark tertinggi, melainkan kemampuan untuk menangani workflow yang kompleks—misalnya:
- menjalankan banyak aplikasi produktivitas sekaligus
- meeting video + notulensi otomatis
- pemrosesan dokumen besar
- spreadsheet rumit yang memakan memori dan thread banyak
Skor benchmark sintetis seperti Cinebench R23 multi-core di angka sekitar 14.900 menempatkan Ryzen AI 7 350 dekat dengan performa prosesor desktop sekelas Ryzen 7 7700. Angka ini menunjukkan bahwa laptop bisnis seperti ExpertBook P3 punya tenaga yang tidak main-main, terutama untuk skenario kerja berat yang sering ditemui profesional.
Namun, di balik kekuatan itu ada kompromi yang perlu dicatat.
Pertama, konfigurasi thermal dan sistem pendinginnya tidak sedalam laptop gaming besar—hanya satu kipas dan satu heatpipe. Di beban berat, frekuensi prosesor dapat dinaikkan untuk mempertahankan performa, yang berujung pada suhu operasi yang tinggi.
Kedua, meskipun fokusnya adalah AI, beberapa efek AI lokal (misalnya transkripsi meeting real-time) masih menunjukkan hasil yang perlu koreksi manusia, terutama saat menghadapi logat yang kurang jelas atau kebisingan lingkungan.
Singkatnya, Ryzen AI 7 350 di dalam laptop ini bukan cuma prosesor untuk Office dan browser. Ini prosesor yang siap diadu di banyak skenario kerja nyata. Hanya saja, paket pendinginan dan efisiensi dayanya tetap menjadi faktor yang harus dipertimbangkan ketika kalian menempatkan performa murni sebagai prioritas utama.
Untuk pekerjaan multitasking berat, virtual meeting, sampai editing ringan, performanya terasa responsif.
GPU: Radeon 860M
ASUS ExpertBook P3 (PM3406) dibekali Radeon 860M sebagai grafis terintegrasi. Untuk kelas laptop bisnis, performanya tergolong mumpuni. Aktivitas seperti editing ringan, akselerasi grafis di aplikasi produktivitas, hingga game e-sport seperti DOTA 2 masih bisa dijalankan dengan setting menengah.
Namun ada satu catatan penting: unit bawaan masih menggunakan RAM single channel. Karena GPU terintegrasi bergantung pada bandwidth memori, performanya belum maksimal. Jika ditambah satu modul RAM agar berjalan dual channel, kinerja grafisnya bisa meningkat cukup signifikan.
Tetap perlu diingat, ini bukan laptop untuk game AAA berat atau rendering 3D kompleks. Radeon 860M di sini lebih ditujukan untuk mendukung produktivitas modern — bukan menggantikan GPU diskrit.
RAM & SSD
Untuk urusan memori dan penyimpanan, ASUS ExpertBook P3 (PM3406) tidak pelit ruang ekspansi. Laptop ini dibekali RAM DDR5 dengan konfigurasi bawaan 32GB, namun yang menarik adalah masih tersedia slot tambahan untuk upgrade.
Artinya, pengguna bisa menambahkan modul RAM kedua agar berjalan dalam mode dual channel. Selain meningkatkan kapasitas (misalnya jadi 64GB), konfigurasi ini juga membantu performa keseluruhan sistem, termasuk grafis terintegrasi yang bergantung pada bandwidth memori.
Di sektor penyimpanan, laptop ini menggunakan SSD NVMe PCIe Gen4 yang sudah kencang untuk booting dan transfer data besar. Tidak hanya satu, tersedia juga slot M.2 tambahan (walaupun ukuran Panjang M.2 sekitar 2230), sehingga pengguna bisa menambah SSD kedua tanpa perlu mengganti drive utama.
Untuk kelas laptop bisnis, fleksibilitas seperti ini penting. Bukan hanya soal performa hari ini, tapi juga ruang napas untuk kebutuhan beberapa tahun ke depan.
Suhu & Sistem Pendingin
ASUS ExpertBook P3 (PM3406) mengusung sekali lagi sistem pendingin dengan satu kipas dan satu heatpipe. Untuk pemakaian ringan seperti browsing, mengetik, atau meeting online, suhu relatif aman dan tidak terasa mengganggu.
Namun saat beban kerja berat—rendering, benchmark, atau multitasking intens—suhu CPU bisa menembus angka 90 derajat Celsius. Ini terjadi karena sistem membiarkan prosesor berjalan pada daya yang cukup tinggi demi menjaga performa tetap stabil.
Kabar baiknya, performa tidak mudah drop drastis. Kabar kurangnya, bagian bawah laptop bisa terasa hangat, terutama jika digunakan di atas meja tanpa sirkulasi udara yang baik.
Singkatnya, ini laptop yang memprioritaskan performa lebih dulu, bukan suhu paling adem.
Baterai
ASUS mengklaim daya tahan hingga 18 jam, tetapi dalam penggunaan nyata angkanya tentu berbeda.
Untuk skenario kerja normal (Balance mode)—Office, browsing, meeting sesekali—daya tahan berada di kisaran 6–8 jam. Masih cukup untuk satu hari kerja standar, tapi tidak bisa disebut luar biasa.
Jika dipakai untuk beban berat atau mode performa tinggi, baterai bisa turun ke 2–4 jam saja. Jadi jelas, semakin digenjot, semakin cepat habis.
Untungnya, pengisian dayanya tergolong cepat. Dengan adaptor 90W via USB-C, baterai bisa terisi signifikan dalam waktu singkat, cukup membantu saat harus berpindah dari satu meeting ke meeting lain.
Kesimpulan
ASUS ExpertBook P3 (PM3406) bukan laptop untuk semua orang. Ini bukan laptop buat hiburan, dan jelas bukan pilihan paling hemat. Tapi untuk profesional yang butuh keamanan berlapis, Sering mobile, Mengutamakan durabilitas dan ingin fitur AI lokal untuk efisiensi kerja. Laptop ini masuk akal.
Di sisi lain, kalian harus siap dengan suhu tinggi saat beban berat (saat laptop di charging) dan baterai yang tidak seajaib klaim marketing. Kalau mencari laptop bisnis yang tangguh, aman, dan cukup future-proof untuk beberapa tahun ke depan, ExpertBook P3 adalah kandidat kuat. Tapi kalau prioritas utama kalian adalah baterai super awet atau performa gaming, lebih baik cari opsi lain.
Ini laptop kerja taktis. Dan seperti alat kerja serius lainnya, ia tidak selalu nyaman—tapi dibuat untuk bertahan.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :
























