Krisis Memori 2026: Ancaman Kebangkrutan Massal Industri Elektronik
Industri elektronik konsumen global kini berada di ambang krisis besar. Dalam wawancara terbaru dengan Era News Taiwan, CEO Phison, Chien Chen Pang, memprediksi akan terjadi “massive die-off” atau kepunahan massal bagi perusahaan-perusahaan yang merancang produk elektronik hemat biaya (cost-effective).
Penyebab utamanya adalah kelangkaan akut dan lonjakan harga komponen DRAM serta NAND Flash yang tidak terkendali.
Baca juga: Update Harga GPU Februari 2026: RTX 5090 Tembus 100 Juta, Lini Mid-Range Mulai Tidak Rasional
Krisis ini berdampak paling fatal pada kategori produk elektronik dengan margin keuntungan tipis yang dijual di bawah harga $100 (dibawah 1.5 jutaan), seperti:
- Set-top box TV
- Router Wi-Fi
- Smart TV kelas entry-level
- Perangkat IoT rumah tangga
Sebagai ilustrasi eskalasi harga yang tidak masuk akal, sebuah chip eMMC 8 GB yang umum digunakan pada smart TV hanya berharga $1,5 (sekitar 25 ribuan) pada awal tahun 2025. Saat ini, harga chip yang sama telah melonjak hingga mendekati $20 (Sekitar 300 ribuan). Kenaikan lebih dari 1.200% ini secara otomatis menghancurkan struktur biaya produksi perangkat elektronik murah.
Selain harga, kendala utama lainnya adalah ketersediaan barang. Pasar memori saat ini sepenuhnya dikendalikan oleh pemasok (supplier-driven market).
Kondisi rantai pasok saat ini memaksa perusahaan untuk mengantre sangat lama. Pesanan yang diajukan hari ini kemungkinan besar baru akan dipenuhi atau tiba di tangan manufaktur pada tahun 2030. Ketidakpastian pengiriman selama tiga hingga empat tahun ke depan membuat perencanaan produksi menjadi hampir mustahil bagi perusahaan kecil dan menengah.
Harapan di Akhir Dekade
Meskipun situasi terlihat suram hingga akhir 2026, Chien Chen Pang memproyeksikan krisis ini akan mulai mereda menjelang akhir dekade (2029-2030). Beberapa faktor pendukungnya antara lain:
- Ekspansi Kapasitas: Produsen memori mulai membangun kapasitas foundry baru yang masif.
- Perubahan Geopolitik: Tekanan industri diperkirakan akan melunakkan hambatan perdagangan, yang memungkinkan kembalinya perusahaan DRAM dan NAND Flash asal Tiongkok ke pasar global untuk menyeimbangkan pasokan.
Peringatan dari Phison ini adalah kenyataan pahit bagi ekosistem gadget murah. Kita akan segera melihat hilangnya merek-merek elektronik “ramah kantong” dari pasaran karena mereka tidak mampu menyerap kenaikan biaya komponen sebesar itu. Konsumen harus bersiap menghadapi era di mana perangkat elektronik sederhana sekalipun akan memiliki label harga yang jauh lebih mahal.
VIDEO TERBARU MURDOCKCRUZ :

