PUBG Ransomware, Malware Baru Yang Mengharuskan Korban Untuk bermain Game Ini

PUBG RansomwareRansomware biasanya menyandera sejumlah(atau semua) file penting dalam sistem, dimana pemiliknya akan meminta imbalan kepada korban dalam bentuk sejumlah uang. Namun, baru-baru ini ada Ransomware terbaru yang sedikit mengelitik, ketika ia akan meminta korban untuk bermain game PUBG agar file yang dikunci bisa terbuka sebelumnya.

Hal tersebut di ungkap oleh MalwareHunterTeam dalam posting melalui Twitter mengenai temuannya tentang ransomware baru tersebut. Malware ini akan meminta korbannya untuk mengaktifkan game battle royale populer, Playerunknown’s Battlegrounds (PUBG) untuk mendekripsi file mereka. Mereka menyebutnya sebagai “PUBG Ransomware,” program jahat terbaru yang membuka jendela pada Windows dan menampilkan pesan yang ditulis dengan buruk.

Pesan ini akan meminta korban untuk segera bermain PUBG selama satu jam. Setelah mereka bermain dalam waktu tertentu, malware ini kemudian menampilkan kode untuk masuk ke dalam program yang juga akan mendekripsi file sandera.

Ransomware itu jelas merupakan sejenis lelucon. Ia hanya akan mengenkripsi file pada desktop Windows dan membukanya dalam sebuah permainan. Hal tersebut diungkap juga oleh Bleeping Computer, dan nyatanya pengguna tidak harus bermain game tersebut selama satu jam penuh, meskipun terkadang mereka bisa bermain lebih dari itu.

Meskipun begitu, ransomware ini tetaplah malware yang berbahaya, apalagi jika penciptanya melakukan perubahan yang dramatis dengan level yang jauh lebih buas bagi sistem yang hadir di sisi pengguna. Ini bisa menjadi bentuk kesengangan yang sesaat, karena ia bisa merusak jauh lebih dalam pada file penting anda.

Sehingga, selalu lindungi diri anda dengan sistem yang lebih baik, terbaru, dan memiliki sistem yang terus terupdate, baik pada aplikasi itu sendiri maupun sistem keamanan semacam anti virus maupun hal lainnya. Salah satu cara termudah untuk mendapatkan tingkat perlindungan terhadap ransomware pada Windows 10 adalah dengan menggunakan fitur akses folder Terkendali yang terintegrasi (built-in Controlled folder access feature). Fitur ini akan membatasi akses folder yang bisa kita tentukan ke aplikasi daftar putih pilihan anda. Ini dimaksudkan agar folder tidak bisa dienkripsi jika ransomware hadir dan akan menjalankan sejumlah perintah di komputer.

 Baca Juga :



Comments
Loading...