- Hardware, Port, Serba-serbi, Tutorial

Apa Sih USB Type-C Itu? Begini Penjelasannya

Ada banyak perangkat modern hari ini yang telah menyediakan berbagai pilihan konektivitas port yang lengkap, dan salah satu yang terbaik adalah kehadiran port USB Type-C. Ketika semuanya berjalan dengan lancar, sebagian dari kita mungkin tidak mengetahui arti dari semua ini, bahkan cara kerjanya. Jadi, mari kita sedikit flashback dan mengungkap segala hal tentang port ini.

Port ini kini hadir jauh lebih umum dan tersedia pada hampir semua pilihan perangkat modern, seperti pada laptop, motherboard maupun berbagai perangkat mobile seperti smartphone dan sebagainya. Ada banyak hal yang sangat bermanfaat dengan kehadiran port ini, bahkan pilihan ini jauh lebih hemat dan memberikan satu paket lengkap dari pada membeli banyak converter yang cukup ribet.

Baca juga : Penjelasan Sederhana Mengenai : HDMI, DVI & DisplayPort

Jadi, apa sih USB Type-C itu?

Nah, pertanyaannya, apa sih yang dimaksud dengan USB Type-C? Secara teknis, ia juga dikenal sebagai USB C, dimana ini merupakan sistem konektor USB yang memiliki 24-pin, dan tentu saja bisa anda gunakan untuk menghubungkan berbagai perangkat termasuk monitor, smartphone, tablet, hard drive, monitor, interface audio dan bahkan untuk pengisian laptop anda. Sedangkan Pada tingkat dasar USB-C, ini mengacu pada tipe plug USB yang spesifik. Plus, beberapa spesifikasi untuk kabel dan wirings-nya. Hanya aja, ini mengacu pada kabel karena USB-C hanya memberi gambaran tentang seperti apa kabel itu. Ia tidak memberi petunjuk apa pun tentang konfigurasi yang berdasarkan mana hal untuk dibedakan menjadi jenis yang berbeda.

USB Type-C

Hampir semua periferal yang terhubung ke PC anda melalui konektor USB-A (juga dikenal sebagai ‘USB’) adalah konektor segi empat. Di ujung lain kabel bisa ada konektor dengan berbagai gaya, seperti Micro USB yang digunakan oleh kebanyakan perangkat modern hari ini. Meski bermanfaat dari sudut pandang konektivitas, pengaturan semacam ini memiliki satu kekurangan, dimana ini akan mengharuskan kita untuk selalu memasang kabel yang benar. Dengan demikian, kita harus selalu memastikan untuk memiliki cadangan jika barang asli hilang. Dengan kehadiran USB-C, ini  menyederhanakan semuanya dengan menanamkan format standar di semua perangkat sehingga kita dapat memiliki konektor yang sama di kedua ujung kabel.

Ada 3 kriteria utama yang digunakan untuk membedakan USB-C dari kabel lain tersebut, yakni :

1. Kemampuan daya

Meskipun USB-C tidak menggambarkan kecepatan dan kemampuan daya apapun, namun pada dasarnya ia memiliki spesifikasi minimum. Misalnya, semua kabel USB-C biasanya mendukung arus listrik paling sedikit 3 Ampere (60 W).

2. Kecepatan

USB-C hanyalah sebuah konektor untuk USB 3.0. USB 2.0 dan USB 1.0, dimana ia mengacu pada kecepatan transfer data yang berlangsung. Kabel USB-C dapat menggunakan satu atau lebih dari standar USB ini dan berdasarkan standar tersebut, kabel USB-C bisa memiliki kecepatan maksimum yang berbeda. Jadi, meski USB-C kebetulan menjadi pilihan konektor paling modern, namun ia juga masih bisa mendukung untuk port USB 2.0 yang memiliki kecepatan maksimal sama seperti biasa USB 2.0 dengan kinerja sekitar 480 MBPS. Standar lain USB-C seperti USB 3.1 Gen 2 yang mendukung kecepatan ‘SuperSpeed’ hingga mencapai 10 GBPS.

Sedikit catatan, anda perlu melihat label untuk menemukan kecepatan kabel yang bisa mentransfer data. Selain itu, Anda bisa mencari kabel yang menandai dirinya sebagai kabel USB-C ‘Full Featured’. Artinya, kabel ini mendukung kecepatan USB 3.1 Gen 2 terbaru 10 GBPS dan kompatibel dengan USB 2.0 juga.

3. Protokol Data yang Didukung

USB-C mungkin menggunakan protokol data yang berbeda juga dan biasanya disebut ‘Alternate Modes’. Saat ini, ada 4 mode alternatif berbeda yang hadir, diantaranya :

  • DisplayPort – Ini akan memberikan resolusi yang lebih tinggi, tingkat refresh lebih cepat, dan warna yang lebih dalam di atas satu kabel
  • Thunderbolt – Antarmuka perangkat keras yang dikembangkan oleh Intel. Memungkinkan koneksi periferal eksternal ke komputer.
  • HDMI – mampu mengirim video definisi tinggi dan audio dari perangkat sumber ke layar
  • MHL – digunakan untuk menghubungkan smartphone ke TV

Setiap Alternate Mode ini memiliki kemampuan yang berbeda dan bisa memberikan manfaat extra pada setiap kabel masing-masing. Misalnya kabel Thunderbolt 3 bisa digunakan untuk USB 3.1, Displayport 1.2 dan Thunderbolt itu sendiri.

sumber gambar : androidauthority.com

 Baca Juga :




Comments

About Indra Setia Hidayat

Saya bisa disebut sebagai tech lover, gamer, a father of 2 son, dan hal terbaik dalam hidup saya bisa jadi saat membangun sebuah Rig. Jauh didalam benak saya, ada sebuah mimpi dan harapan, ketika situs ini memiliki perkembangan yang berarti di Indonesia atau bahkan di dunia. Tapi, jalan masih panjang, dan cerita masih berada di bagian awal. Twitter : @murdockcruz Email : murdockavenger@gmail.com
Read All Posts By Indra Setia Hidayat